Gowa

Gowa, Politik

Bupati Husniah Dikukuhkan Jadi Warga Kehormatan Divisi Infanteri 3 Kostrad

ruminews.id, GOWA – Bupati Gowa, Husniah Talenrang, dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan Divisi Infanteri (Divif) 3 Kostrad. Pengukuhan ini dilakukan oleh Panglima Divif 3 Kostrad, Mayjen TNI Bangun Nawoko, di Markas Divif 3 Kostrad, Jl. Poros Malino, Kecamatan Bontomarannu, Gowa, Sulawesi Selatan, pada Selasa (18/3/2025). Dalam sambutannya, Mayjen TNI Bangun Nawoko menjelaskan bahwa pengukuhan ini merupakan bagian dari tradisi yang telah lama dijalankan dalam kehidupan keprajuritan Kostrad. Menurutnya, momen ini sangat penting untuk mempererat tali silaturahmi serta hubungan kerja sama antara TNI dan pemerintah daerah. “Pengukuhan ini menjadi bagian dari sejarah dan tradisi mulia dalam kehidupan keprajuritan kami. Di mana pun kami berada, kami siap mendukung kebijakan-kebijakan para pemimpin demi kesejahteraan masyarakat di wilayah masing-masing,” ujar Mayjen Bangun Nawoko. Panglima Divif 3 Kostrad itu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Warga Kehormatan yang telah menerima penghargaan tersebut. Ia berharap dukungan ini dapat memberikan semangat baru dalam pengabdian untuk membangun daerah dan negara. Selain itu, ia mengajak semua pihak untuk terus mempererat hubungan TNI dengan pemerintah daerah serta masyarakat guna menciptakan stabilitas nasional. Sementara itu, Bupati Gowa Husniah Talenrang mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kehormatan yang diberikan. Ia berharap sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Gowa dan TNI akan terus terjalin dengan baik. Saya sangat mengapresiasi Divisi 3 Kostrad atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, baik di wilayah Sulawesi Selatan maupun di tingkat nasional. Pengukuhan ini akan semakin mempererat sinergi kami bersama Divisi 3 Kostrad, khususnya dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI, terutama di wilayah Kabupaten Gowa,” ujar Husniah melalui pesan seluler yang diterima awak media. Bupati Gowa juga menekankan pentingnya kerja sama antara TNI dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Menurutnya, melalui acara ini, sinergi antara masyarakat dan TNI semakin diperkuat, dan penghargaan diberikan kepada mereka yang telah memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan daerah dan negara. “Kami berharap hubungan antara pemerintah daerah dan TNI semakin diperkuat demi menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Gowa dan wilayah lainnya,” tutup Husniah.

Gowa, Politik

Dukung Program Pengentasan Kemiskinan Ekstrim di Gowa, Legislator PAN Jadi Orangtua Asuh Warga Romangloe

ruminews.id, GOWA – Anggota DPRD Gowa dari Fraksi PAN, Faisal Nyengka, mendukung program orangtua asuh dalam rangka pengentasan kemiskinan ekstrim yang menjadi program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Gowa, Husniah Talenrang-Darmawangsyah Muin. Dukungan Faisal Nyengka ditunjukkan dengan menjadi orangtua asuh bagi warga miskin ekstrim di Desa Romangloe, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Dalam kunjungannya di desa tersebut, Sabtu (15/3/2025), Faisal juga membagikan paket sembako kepada warga miskin Desa Romangloe. Faisal Nyengka yang dikenal sebagai legislator dengan kepedulian tinggi terhadap masyarakat bawah mengungkapkan, bahwa pembagian sembako ini adalah bentuk nyata dari komitmennya untuk membantu meringankan beban warga kurang mampu, terutama di daerah yang membutuhkan perhatian lebih dengan sasaran utama masyarakat miskin ekstrim. “Dukungan dari saya bentuk kolaborasi antara eksekutif dan legislatif. Program Gowa Sejahtera yang diaplikasikan dalam bentul orangtua asuh bagi warg miskin ekstrim yang dicanangkan Bupati Gowa sangat positif dan perlu disupport seluruh pihak demi mengentaskan kemiskinan ekstrim di Kabupaten Gowa,” ujar Anggota Komisi B DPRD Gowa ini saat di konfirmasi awak media. Faisal Nyengka berharap melalui langkah kecil yang dia lakukan, dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Romangloe dan sekitarnya serta menjadi pemicu bagi pihak lain untuk turut serta membantu mengurangi angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gowa. “Dengan kolaborasi dan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, Inshaallah saya optimis masalah kemiskinan di Gowa dapat segera teratasi,” paparnya. Sekretaris Desa Romangloe, Jumriati sangat mengapresiasi pembagian sembako yang dilakukan anggota DPRD Gowa, Faisal Nyengka. “Bagi kami ini sangat positif, dan merupakan bagian dari kontribusi nyata dalam mewujudkan program 100 hari Ibu Bupati Husniah. Seluruh pejabat sampai di tingkat Desa, wajib menjadi orangtua asuh bagi warga miskin ekstrim,” ujar Jumriati. Jumriani menambahkan, melalui program orang tua asuh ini, kesejahteraan warga Romangloe dapat meningkat. “Yang pastinya program orangtua asuh ibu bupati sangat luarbiasa manfaatnya bagi kami aparat desa. Program orang tua asuh ini sangat menunjang dan mendukung penurunan angka kemiskinan di desa, serta mempererat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat,” terangnya. “Saya mewakili pemerintah Desa Romangloe beserta jajaran mengucapkan apresiasi yang tinggi atas diluncurkannya program Gowa Sejahtera atau orangtua asuh bagi masyarakat miskin ekstrim,” tambahnya. Hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Bontomarannu, Plt Kepala Desa Romangloe, Sekdes, Kepala Dusun (Kadus), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), staf desa, serta Babinsa yang turut serta dalam mendampingi dan memantau pelaksanaan pembagian sembako. Kegiatan sosial yang dilakukan Faisal mendapat sambutan hangat dari warga yang merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut.

Daerah, Gowa, Pemerintahan

Luncurkan SPPT PBB-P2 2025, Bupati Gowa Ingatkan Pejabatnya Laksanakan Program Orangtua Asuh Bagi Warga Miskin Ekstrem 

ruminews.id, GOWA – Bupati Gowa, Husniah Talenrang, melakukan launching perdana percetakan massal Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB-P2 Tahun 2025 di kantor Bappeda, Sungguminasa, Jumat (14/3/2025). Dalam kegiatan ini, Husniah kembali menegaskan dan mengingatkan seluruh pejabat Pemkab Gowa agar benar-benar serius dalam melaksanakan program orangtua asuh bagi warga miskin ekstrim di Kabupaten Gowa. Pejabat Pemkab Gowa menjadi orangtua asuh bagi warga miskin ekstrim merupakan program prioritas 100 hari pertama pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Gowa periode 2025-2030, Husniah Talenrang dan Darmawangsyah Muin. “Pada kesempatan ini, saya kembali mengingatkan kepada kita semua, para pejabat Pemkab Gowa, agar benar-benar serius melaksanakan program 100 hari kerja, yaitu Gowa Bersama dimana yang sangat prioritas adalah menjadi orangtua asuh bagi warga miskin ekstrim dalam rangka mengentaskan kemiskinan ekstrim di Gowa hingga 0 persen,” ujar Ketua DPD Partai Amanat Nasional Gowa ini. Seperti diketahui, pada hari pertamanya berkantor usai sertijab Bupati Gowa, Senin 3 Maret lalu, Husniah langsung meluncurkan program Gowa Bersama yang menjadi program 100 hari kerjanya bersama Darmawangsyah Muin. Gowa Bersama akronim dari Bersih, Cerdas, Sejahtera, Sehat, dan Aman. Gowa Bersih bertujuan untuk meningkatkan kebersihan lingkungan agar tercipta Gowa yang lebih sehat dan nyaman. Gowa Cerdas berfokus pada penyediaan fasilitas pendidikan yang merata dan lebih baik, serta pembiasaan baca Alquran sebelum proses belajar bagi siswa SD dan SMP. Gowa Sejahtera memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan, dengan target mengurangi kemiskinan ekstrem hingga mencapai angka 0 persen. Program yang melibatkan seluruh kepala SKPD ini, untuk menjadi orang tua asuh bagi keluarga miskin ekstrim. Gowa Sehat berfokus pada peningkatan layanan kesehatan yang lebih terjangkau dan berkualitas, dengan program pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga yang merayakan ulang tahun, termasuk lansia, serta penanganan masalah stunting. Gowa Aman bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi seluruh masyarakat Kabupaten Gowa. “Program Gowa Bersama mencerminkan semangat gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Gowa yang lebih baik,” ungkap Husniah Talenrang saat meluncurkan program Gowa Bersama. Khusus untuk program Gowa Sejahtera, wanita pertama yang menjabat sebagai Bupati Gowa ini, meminta seluruh kepala SKPD untuk lebih sering mengunjungi rumah keluarga miskin ekstrem dan menjadi orang tua asuh bagi mereka. Terkait peluncuran perdana percetakan massal Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB-P2 Tahun 2025, Husniah Talenrang mengimbau kepada seluruh pimpinan SKPD, camat, lurah, dan kepala desa untuk mengajak seluruh aparatnya segera melunasi kewajiban PBB-nya. Ia juga menginstruksikan Badan Pendapatan Daerah dan pihak terkait untuk mempermudah pelayanan PBB, termasuk dalam mekanisme pembayarannya. “Harapan saya agar masyarakat dapat menerima pelayanan prima dan kemudahan dalam pembayaran pajak. Hal ini penting untuk menciptakan keseimbangan antara hak pemerintah dan kewajiban masyarakat dalam membayar pajak,” “Mari bersama-sama gaungkan semangat membayar pajak tepat waktu. Dengan membayar pajak tepat waktu, kita termasuk orang bijak yang mampu mewujudkan pemerintahan yang damai,” tambahnya.(*)

Gowa, Politik

Peduli Warga Miskin Ekstrem, Taufik Surullah Turun Langsung Berbagi di Gowa

ruminews.id, GOWA – Ramadan 1446 Hijriyah penuh berkah bagi politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Gowa, Taufik Surullah. Sebab Ramadan kali ini, adalah tahun pertama Taufik menjabat Wakil Ketua DPRD Gowa. Menjalani Ramadan dengan rezeki jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD Gowa, Taufik merasakan perbedaan yang luar biasa. Karena itu, dia ingin berbagi lebih banyak karena telah mendapat kesempatan emas untuk memperbanyak amal dan menebar kebaikan. Di hari ke-11 Ramadan 1446 Hijriyah, Taufik Surullah menunjukkan kepeduliannya dengan membagikan paket sembako kepada warga kurang mampu di sejumlah wilayah di Kabupaten Gowa. Selain itu, dia juga memberikan santunan kepada keluarga miskin ekstrim. Menyantuni keluarga miskin ini sesuai perintah dari Ketua DPD PAN Gowa yang juga Bupati Gowa, Husniah Talenrang. “Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang berbagi dan membantu sesama yang membutuhkan. Saya merasa bersyukur bisa berbagi sedikit rezeki dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan, apalagi di bulan yang penuh berkah ini,” ujar Taufik usai membagikan sembako di  Kecamatan Somba Opu, Selasa (11/3/2025). Kesempatan berbagi ini juga dimanfaatkan Taufik untuk mendata warga miskin ekstrim di Gowa, khususnya di Kecamatan Somba Opu yang merupakan daerah pemilihannya. “Pendataan ini penting agar bantuan tepat sasaran ke warga yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya. Ia berharap, langkah-langkah tersebut bisa meringankan beban hidup masyarakat yang paling membutuhkan. Semangat kepedulian ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk masyarakat Gowa yang merasa sangat terbantu dengan adanya inisiatif dari Taufik. “Alhamdulillah, sangat terbantu sekali dengan bantuan sembako dan santunan ini. Semoga Allah membalas semua kebaikan Pak Taufik dan keluarga,” ujar salah seorang penerima manfaat di Kecamatan Somba Opu. Taufik Surullah berharap, kegiatan amal ini bisa menjadi contoh bagi yang lainnya untuk lebih peduli terhadap sesama, terutama di bulan suci Ramadan yang penuh rahmat. Sebagai wakil rakyat, ia berkomitmen untuk terus berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Gowa. Dengan semangat berbagi ini, Taufik Surullah tidak hanya menebar kebaikan selama bulan Ramadhan, tetapi juga menunjukkan bahwa tugas seorang wakil rakyat bukan hanya tentang membuat kebijakan, tetapi juga turun langsung membantu warganya yang membutuhkan. “Kegiatan berbagi di bulan ramadhan untuk rumah tangga sasaran kurang mampu, utamanya ibu hamil dan menyusui, selain berbagi dibulan Ramadan ini tujuannya memberikan makanan bergizi dan menjadi orang tua asuh bagi warga kurang mampu sebagai upaya mencegah stanting,” tutupnya.

Gowa, Politik

Husniah Talenrang Blusukan ke Rumah Warga Miskin Ekstrem, Wujud Nyata Program Gowa Sejahtera

ruminews.id, GOWA – Bupati Gowa, Husniah Talenrang meluncurkan Program Gowa Bersama sebagai langkah awal perjalanannya memimpin Butta Patturioloang (Tanah Bersejarah). Gowa Bersama merupakan program 100 hari kerja Husniah dan Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, yang baru dua pekan resmi memimpin Gowa. Gowa Bersama singkatan dari Bersih, Cerdas, Sejahtera, Sehat dan Aman. Gowa Bersih fokus pada peningkatan kebersihan lingkungan guna menciptakan Gowa yang lebih sehat dan nyaman. Gowa Cerdas bertujuan menyediakan fasilitas pendidikan yang lebih baik dan merata di seluruh wilayah, termasuk pembiasaan baca Alqran sebelum proses belajar bagi siswa SD dan SMP. Gowa Sejahtera bertujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan. Target program ini mengurangi kemiskinan ekstrem hingga 0 persen dengan melibatkan seluruh SKPD sebagai orangtua asuh bagi masyarakat miskin ekstrem. Gowa Sehat fokus pada peningkatan layanan kesehatan yang lebih terjangkau dan berkualitas melalui program pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga yang merayakan ulang tahun, termasuk lansia, serta penanganan masalah stunting. Gowa Aman bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi seluruh masyarakat Kabupaten Gowa. “Program Gowa Bersama mencerminkan semangat gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Gowa yang lebih baik,” ungkap wanita pertama menjabat Bupati Gowa ini. Khusus program Gowa Sejahtera, Ketua DPD PAN Gowa ini meminta seluruh kepala SKPD agar lebih sering meluangkan waktunya mengunjungi rumah keluarga miskin sekaligus menjadi orangtua asuh. Sebagai teladan dalam pelaksanaan program tersebut, hampir setiap hari Husniah Talenrang menyambangi rumah keluarga miskin ekstrem. Hari ini, Sabtu (8/3/25), mislanya. Husniah memanfaatkan hari libur kerja dengan menyambangi keluarga miskin ekstrem di Desa Kalebarembeng, Kecamatan Bontonompo Selatan. Kehadiran Husniah di rumah Anto Daeng Rowa mengagetkan pria itu serta warga Kalebarembeng. Pasalnya, tanpa informasi dan tanpa suaran sirine mobil patwal ataupun pendampingan dari kepala desa dan camat, Husniah Talenrang tiba-tiba muncul di pintu rumah Anto, salah satu warga miskin ekstrem di desa tersebut. Pada kunjungannya ini, Husniah menyerahkan sejumlah bantuan kepada Anto Dg Rowa sekaligus menjadi orangtua asuh keluarga tersebut. Sejak melakukan serah terima jabatan Bupati Gowa, pekan lalu, Husniah telah menjadi orangtua asuh bagi lima keluarga miskin ekstrem yang tersebar di empat kecamatan. Yaitu Palangga, Bajeng, Bontonompo dan Bontonompo Selatan. Di Kabupaten Gowa sendiri, terdata sebanyak 371 kepala keluarga dengan 1.108 jiwa yang masuk kategori miskin ekstrem. “Mudah-mudahan pengentasan masyarakat miskin ekstrem yang menjadi prioritas saya dan pak wabup, dapat kami selesaikan dalam 100 hari kerja” jelas Husniah.

Gowa, Politik

Bupati Gowa Hadiri Sertijab Gubernur Sulsel, Dukung Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah

ruminews.id, GOWA – Bupati Gowa, Husniah Talenrang, menghadiri serah terima jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) periode 2025-2030 di Kantor DPRD Sulsel, Makassar, Jumat (7/3/2025) pagi. Husniah hadir bersama seluruh bupati dan wakil bupati se-Sulsel. Sertijab ini sekaligus ajang silaturahmi guna mempererat sinergi antar pimpinan daerah.  Usai sertijab, Husniah memberi ucapan selamat kepada pemimpin Sulsel yang baru, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi. Husniah menyampaikan apresiasinya kepada Andi Sudirman Sulaiman atas segala dedikasi dan kerja kerasnya dalam memajukan Sulsel selama masa kepemimpinan sebelumnya. Diketahui, Andi Sudirman adalah Gubernur Sulsel periode 2021-2023. “Selamat kepada Gubernur Sulsel. Saya berharap di bawah kepemimpinan beliau, Sulsel akan semakin berjaya dan terus berkembang. Saya yakin, kerja sama antara pemerintah daerah dan provinsi akan mempercepat kemajuan Sulsel,” ujar perempuan pertama yang menjadi Bupati Gowa ini. Sebagai Ketua DPD PAN Gowa, Husniah menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota untuk kemajuan Sulawesi Selatan. “Kita semua harus bekerja sama, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah, untuk membawa Sulsel menuju masa depan yang lebih baik,” tambahnya. Pada kesempatan tersebut, Husniah juga mendapat perhatian khusus sebagai salah satu bupati dalam mendukung pembangunan di Sulsel. Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menegaskan pentingnya kolaborasi antar kepala daerah untuk membangun Sulsel lebih maju. “Kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, legislatif, eksekutif, dan yudikatif adalah kunci kesejahteraan dan kemajuan Sulsel. Mari saling bahu-membahu demi Sulawesi Selatan yang lebih baik,” tegas Andi Sudirman. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, kata Andi Sudirman, harapan besar terpateri bagi kemajuan Sulsel di masa mendatang. Gubernur dan Wakil Gubernur, diharapkan dapat membawa perubahan positif yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Sulsel.

Daerah, Gowa, Politik

Husniah Talenrang Antusias Mengikuti Retreat atau Pembekalan Kepala Daerah di Magelang

ruminews.id, Gowa- Bupati Gowa terpilih, Husniah Talenrang, antusias menyambut rencana retreat atau pembekalan kepala daerah yang akan dilangsungkan pada 21 hingga 28 Februari 2025 di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah. 505 kepala daerah pemenang Pilkada Serentak 2024 akan mengikuti retreat selama tujuh hari usai dilantik sebagai kepala daerah periode 2025-2030 pada 20 Februari 2025. Bupati Gowa terpilih, Husniah Talenrang, mengaku sangat antusias untuk mengikuti retreat kepala daerah. Apalagi, seluruh kepala daerah akan menginap di tenda layaknya orang berkemah. Sekadar diketahui, sejak muda, Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Gowa ini, memang hobi berkemah. Saat ini, Husniah juga menjabat Ketua Kwarcab Pramuka Gowa dengan masa jabatan hingga lima tahun ke depan. “Kegiatan retreat ini sangat bermanfaat bagi kepala daerah sebelum melaksanakan tugasnya. Sebab sangat banyak materi yang akan diperoleh oleh kepala daerah selama tujuh hari mengikuti retreat, khusus terkait tupoksi seorang kepala daerah,” ujar Husniah, Kamis (13/2/25). Anggota DPRD Gowa periode 2019-2024 ini mengaku sudah mempersiapkan seluruh kebutuhannya untuk menguikuti retreat. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, menegaskan bahwa pembekalan bagi kepala daerah akan berfokus pada tugas pokok dan fungsi (tupoksi), wawasan kebangsaan, serta arah pembangunan nasional melalui delapan program prioritas Asta Cita. Menurutnya, program retreat yang akan digelar di Akademi Militer (Akmil) Magelang ini bertujuan untuk menyamakan persepsi para kepala daerah. “Kepala daerah itu enggak semua latar belakangnya politik pemerintahan. Ada yang pengusaha, ada yang tokoh agama, ada yang budayawan, macem-macem. Nah penting sekali pembekalan di awal untuk menyamakan persepsi tentang tupoksi,” ujar Bima saat meninjau lokasi glamping retreat kepala daerah di Akmil, Kota Magelang, Jawa Tengah, Minggu (9/2/2025). Selain memperdalam pemahaman tentang peran dan kewajiban sebagai pemimpin daerah, Bima menyampaikan, para kepala daerah juga akan mendapatkan arahan dari berbagai kementerian guna menyelaraskan kebijakan daerah dengan agenda nasional. “Yang kedua, ya harus mendengar arahan dari kementerian terkait, terkait dengan Asta Cita. (Itu) penting,” jelas Bima. Bima menambahkan, pembekalan ini juga mencakup materi dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) yang menekankan wawasan nasional dan ketahanan negara. “Sekarang kan dipadatkan saja, jadi satu. Satu minggu ini ya Lemhannas, ya dari Kemendagri, itu kan lebih hemat. (Sehingga) teman-teman (kepala daerah) itu bisa langsung bekerja,” ujarnya. Bima menyampaikan retreat kepala daerah dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 28 Februari 2025. Pihaknya terus memastikan kesiapan seluruh fasilitas di Akmil, termasuk tenda-tenda yang akan ditempati oleh para kepala daerah selama satu pekan. “Jadi kami pastikan tadi saluran air, kamar mandi, listrik, kesiapan tenda, dan lain-lain. Dan rasanya ini sudah sangat siap ya,” ujar Bima. Dirinya berharap, melalui pembekalan yang lebih terstruktur dan efisien ini para kepala daerah dapat segera menjalankan tugas dengan pemahaman yang selaras dengan kebijakan nasional. “Itu sudah tradisi lah. Di Indonesia itu dari dulu kepala daerah itu menjalani pembekalan. Nah sekarang perbedaannya adalah disatukan, dibuat lebih efektif dan efisien,” pungkas Bima.

Scroll to Top