OPINI

Momentum Hari Kemerdekan : Apakah Benar Merdeka atau Sekedar Ungkapan Tanpa Makna

Penulis : Muh Akhwan Al Wahda M – Founder Komunitas Kawan Baca

Ruminews.id – setelah beberapa waktu yang telah usai, kini kita dipertemukan kembali dengan bulan yang singkat, namun jejak historisnya penuh dengan tinta yang berwarnah merah sebagai tanda juang dan cita-cita awal yang tak pernah bisa luput dalam ingatan setiap individu yang mengaku mencintai bangsanya.

kini, setelah delapan puluh satu tahun kemerdekaan, agustus kembali menyapa dengan penuh harapan dan seruan. ada banyak cita-cita yang belum sampai dan goresan luka yang tak sempat terobati.

momentum hari ini, bukan hanya sekedar untuk memperingati semarak kemerdekaan bangsa indonesia yang kita cintai, namun, juga sebagai ajang refleksi dan pergulatan kesadaran,bahwa apakah hari ini bangsa kita benar-benar merdeka atau hanya sekedar ungkapan belaka tanpa makna.

transisi dari masa ke masa mulai dari zaman orde lama ke orde baru hingga reformasi dan masa kini, bukan perjalanan yang begitu singkat.gejolak demi gejolak di lalui oleh para pejuang bangsa ini, dan yang menjadi pertanyaan, apa peran kita sebagai anak bangsa sekaligus pemegang tongkat estafet perjuangan dalam menjemput momentum berharga hari ini?

ditengah arus bak ombak yang kini menerjang bangsa kita, hari ini ,kita semua diperhadapkan dengan berbagai situasi yang sangat mencekam dan sedikit demi sedikit membuka kembali pintu bagi para penjajah.

hilang nya independensi dari segala lini yang seharusnya bijak dalam mengawal cita-cita kemerdekaan, menyebabkan idealisme bangsa ini hilang habis di rayap oleh tindakan pragmatis.

pemerintah sekaligus pemegang kebijakan seharusnnya menjalankan tanggung jawabnya yang berorientasi pada kepentingan seluruh rakyat, namun, kini semakin memperlihatkan bahwa ada bentuk pelanggengan terhadap status quo yang hanya mementingkan kepentingan kelompok tertentu.

mulai dari maraknya kasus korupsi ,kolusi dan nepotisme yang tak pernah terselesaikan sampai pada titik abuse of power atau penyalahgunaan kekuasaan, selalu menjadi tameng yang merugikan bagi banyak pihak.

ketimpangan ekonomi yang kian hari makin merenggut setiap kehidupan masyarakat, hukum yang seharusnya sebagai alat keadilan justru menjadi panggung untuk kepentingan segelintir orang, tindakan represif kepada setiap orang yang menyampaikan kebebasan, hingga pada perusakan terhadap sumber daya alam dan masih banyak persoalan lainnya.

maka untuk siapakah kemerdekaan ini?

kini saat nya sebagai anak bangsa perlu mengasah kembali taring untuk menyelesaikan persoalan kebangsaan.
mulai dari akar rumput, masyarakat mulai harus di didik dengan pemupukan ideologi yang baik hingga bentuk aksiologi yang nyata untuk menjawab dinamika yang terjadi pada bangsa hari ini. sehingga melahirkan sumber daya manusia yang bukan hanya sekedar bertambah secara kuantitas, namun juga kualitas.

pendidikan dalam hal ini harus menjadi arus utama dan prioritas untuk kembali menciptakan individu yang matang dari segala aspek, baik secara fisik maupun pikiran. sebab representasi generasi hari ini akan menentukan generasi yang akan datang.

maka, yang paling penting adalah bahwa bulan agustus bukan hanya sekedar memperingati tentang seremoni kemerdekaan, melainkan sebagai alarm keras untuk kita semua bahwa perjuangan kemerdekaan belum usai, namun banyak hal yang perlu untuk kita evaluasi dan susun secara bersama sebagai warga negara untuk terus mengawal cita-cita kemerdekaan.

Share Konten

Opini Lainnya

81 Tahun Merdeka
81 Tahun Merdeka: Sudahkah Indonesia Memanusiakan Manusia?
Refleksi Kemerdekaan Indonesia ke-81
Refleksi Kemerdekaan Indonesia ke-81
HUt RI ke-81
HUT RI ke-81: Katanya Pemuda adalah Agen Perubahan, Tapi Giliran Mengkritik Disebut Provokator"
Hari Kemerdekaan Indonesia
Merdeka-Merdekaan: Refleksi Kritis Peringatan 81 Tahun Kemerdekaan Indonesia
Muzakkir (6)
Selamat Ulang Tahun, Indonesia: Merdeka dari Siapa, untuk Siapa?
Muzakkir (4)
81 Tahun Indonesia. Merdeka dalam Konstitusi, Belum Selesai dalam Realitas
Muzakkir (3)
Mendidik Anak Merdeka di Tengah Realitas Negeri yang Tidak Sempurna
Muzakkir (1)
Indonesia 81 Tahun: Antara Merdeka dan Belum Sepenuhnya Merdeka
Muzakkir (6)
Leviathan di Bulan Agustus: Republik Pajak, Delusi Penguasa, dan Gugatan Akal Sehat
IMG-20260817-WA0012
Ini Bukan Prabowonomics, Ini Marhaen Bertemu Al-Ma’un
Scroll to Top