OPINI

Kritik atas Kritik Massa

ruminews.idSetiap kali massa marah dan gedung terbakar, komentar yang paling cepat muncul biasanya sederhana: anarkis, emosional, destruktif, bar-bar, biadab, tidak bijak, dst, seolah-olah semua bisa selesai dengan kata-kata itu. Tapi jarang ada yang mau jujur bertanya, mengapa rakyat bisa sampai pada titik di mana api terasa lebih fasih daripada suara? Mengutuk mereka tanpa menyingkap akar kemarahan sama saja dengan berpura-pura hidup dalam negeri dongeng, di mana dianggap rakyat selalu sabar, elite selalu bijak, dan politik selalu adil. Sayangnya, negeri ini jauh dari dongeng.

Gedung DPR yang terbakar bukan sekadar beton dan kursi rapat. Gedung itu adalah simbol dari institusi yang semakin lama terasa jauh dari denyut rakyat. Ketika api menyala di sana, itu bukan semata “ulah biadab massa”, melainkan ekspresi dari luka yang lama dibiarkan bernanah. Kritik terhadap pembakaran DPR sering kali justru mengabaikan ironi terbesar, lebih marah pada api yang membakar gedung, daripada pada api ketidakadilan yang membakar kehidupan rakyat sehari-hari.

Tentu, kekerasan tidak bisa menjadi jalan keluar permanen. Juga, tentu saja korban jiwa adalah tragedi yang perlu disesalkan dan diberi keadilan. Tetapi mengutuk aksi rakyat tanpa mengutuk elit politik tuli yang melahirkannya, hanyalah cara halus membela status quo. Api di DPR bisa padam dalam semalam, tetapi jika keangkuhan kekuasaan terus dibiarkan, bara itu akan kembali menyala bahkan lebih besar, lebih liar, dan mungkin lebih sulit dikendalikan.

Mungkin di sinilah kita perlu belajar jujur bahwa bukan sekadar menuding massa “salah”, melainkan menanyakan kembali apa yang salah dari politik kita. Karena dalam politik yang sehat, rakyat tidak perlu berteriak dengan api. Mereka cukup berbicara, dan suaranya didengar.

Share Konten

Opini Lainnya

IMG-20260514-WA0035
Melemahnya Rupiah, Cermin Rapuhnya Ketahanan Ekonomi Indonesia
IMG-20260514-WA0033
Refleksi 28 Tahun Reformasi: "Tiga Dekade Reformasi , Demokrasi Kehilangan Arah"
IMG-20260513-WA0039
Menjaga Generasi Muda di Kabupaten Gowa: Perang Kolektif Melawan Narkotika Demi Ketahanan Sosial
IMG-20260513-WA0032
Pesta Babi: Darurat Demokrasi di Negeri yang Takut pada Fakta
WhatsApp Image 2026-05-12 at 20.06
Gotermal Antara Ambisi Transisi dan Pertaruhan Nyawa.
IMG-20260513-WA0000
Organisasi Mahasiswa dan Krisis Makna di Tengah Kampus yang Menjadi Pabrik Tenaga Kerja
WhatsApp Image 2026-05-11 at 23.16
Menjaga Marwah Kampus Peradaban: Menggagas Reorientasi Perguruan Tinggi sebagai Episentrum Pengetahuan, Bukan Operator Logistik
IMG-20260512-WA0004
Ketahanan Pangan atau Ekspansi Energi?
daa1eddc-703b-4cc8-bfcc-140ced1da2f4
Good Corporate Governance : Ramai di Laporan, Sunyi Dalam Kenyataan
WhatsApp Image 2026-05-10 at 17.10
5,61% Itu Beban, Bukan Prestasi
Scroll to Top