Guruh Soekarnoputra Dimakamkan di TPU Karet Bivak, Megawati Tabur Bunga

Guruh Soekarnoputra
Foto oleh: Nur Khabibi

Ruminews.id, Jakarta — Guruh Soekarnoputra dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026). Prosesi pemakaman putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno itu ditutup dengan talqin mayit sekitar pukul 14.45 WIB.

Jenazah Guruh tiba di TPU Karet Bivak dalam iring-iringan yang diawali dua personel Satgas Cakrabirawa yang membawa bendera Merah Putih dan bendera PDI Perjuangan. Foto besar Guruh kemudian dibawa menuju area pemakaman, diikuti peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih.

Setelah tiba di lokasi, peti jenazah dibuka dan Guruh diletakkan di sisi liang lahat sebelum proses pemakaman dimulai.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam prosesi tersebut. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, yang juga merupakan kakak Guruh, tiba sebelum jenazah memasuki kawasan TPU.

Hadir pula Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, serta mantan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan pakar telematika Roy Suryo juga terlihat mengikuti prosesi pemakaman.

Sebelum jenazah diberangkatkan dari rumah duka di Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rano Karno menyampaikan pesan perpisahan mewakili keluarga besar Bung Karno.

Dengan suara bergetar, Rano menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir untuk mengantarkan Guruh ke tempat peristirahatan terakhir.

“Terima kasih karena telah datang bukan sekadar untuk menyaksikan sebuah perpisahan, tetapi untuk mengantarkan seorang saudara, seorang sahabat, seorang seniman, seorang anak bangsa sampai ke ujung perjalanan hidupnya,” ujar Rano.

Rano mengatakan kecintaan Guruh terhadap Indonesia telah terlihat sejak masa kecil dan kemudian dituangkan melalui karya-karya seni.

“Sejak kecil, hidup Mas Guruh seolah telah menemukan bahasanya sendiri lewat seni. Mas Guruh adalah seseorang yang tak pernah letih mencintai Indonesia. Dan cinta Mas Guruh kepada Indonesia bukanlah cinta yang berisik dan gaduh,” katanya.

Menurut Rano, Guruh mengekspresikan kecintaannya terhadap Indonesia melalui lagu, tarian, dan berbagai karya di atas panggung. Ia juga menilai Guruh mampu mempertemukan seni tradisional dengan perkembangan seni modern.

“Di tangan Guruh, seni tradisional tidak pernah terasa tua dan yang modern tidak pernah harus kehilangan akarnya,” ujar Rano.

Setelah liang lahat ditutup dan nisan terpasang, prosesi dilanjutkan dengan tabur bunga. Megawati menjadi orang pertama yang menaburkan bunga di atas pusara Guruh. Ia didampingi putra-putrinya, Prananda Prabowo dan Puan Maharani.

Puan kemudian turut melakukan tabur bunga, disusul sejumlah kerabat dan keluarga Guruh yang hadir dalam prosesi tersebut.

Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, dalam usia 73 tahun.

Kabar meninggalnya Guruh sebelumnya disampaikan Hasto Kristiyanto. Ia meminta masyarakat mendoakan agar Guruh mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan serta memohon agar kesalahan dan kekhilafan almarhum dimaafkan.

Guruh lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953. Selain dikenal sebagai politikus, ia memiliki kiprah panjang di bidang seni, khususnya musik dan tari. Sejumlah karya yang lahir dari tangannya menjadi bagian dari perjalanan seni dan budaya Indonesia.

Share

Scroll to Top