Bone Beramal FC Juara Piala Gubernur Sulsel 2026, Taklukkan Sidrap United Lewat Adu Penalti

ruminews.id, PAREPARE — Bone Beramal FC keluar sebagai juara Piala Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) 2026 setelah menundukkan juara bertahan Sidrap United melalui drama adu penalti dengan skor 5-4.

Partai final yang berlangsung di Stadion Gelora B.J. Habibie, Kota Parepare, Senin (21/9/2026) sore, berjalan sengit sejak menit awal. Kedua kesebelasan tampil agresif dan saling memberikan tekanan demi merebut trofi Piala Gubernur Sulsel 2026.

Pertandingan semakin berat bagi Bone Beramal FC setelah mereka harus bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama. Kondisi tersebut membuat skuad asuhan Andi Burhan dituntut bekerja ekstra untuk meredam tekanan Sidrap United.

Meski bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit, Bone Beramal FC mampu menunjukkan daya juang tinggi. Mereka berhasil mempertahankan pertahanan hingga babak pertama berakhir dengan skor 0-0.

Memasuki babak kedua, Bone Beramal FC justru mampu mencetak gol lebih dahulu. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama setelah Sidrap United berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Kedua tim terus berusaha mencari gol kemenangan hingga waktu normal berakhir. Namun, skor tetap imbang sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti tanpa melalui babak tambahan waktu.

Drama tos-tosan berlangsung menegangkan. Ketepatan eksekusi dan ketenangan para pemain menjadi penentu gelar juara.

Bone Beramal FC akhirnya mampu menyelesaikan adu penalti dengan kemenangan 5-4 atas Sidrap United sekaligus memastikan diri sebagai kampiun Piala Gubernur Sulsel 2026.

Pelatih Bone Beramal FC, Andi Burhan, mengaku bersyukur atas keberhasilan timnya merebut gelar juara, terlebih kemenangan tersebut diraih setelah melewati pertandingan dengan tekanan besar.

“Alhamdulillah, kami bisa mengalahkan juara bertahan Sidrap United. Kuncinya adalah motivasi,” ujar Andi Burhan seusai pertandingan.

Gelar tersebut menjadi pencapaian penting bagi Bone Beramal FC. Mereka tidak hanya berhasil mengakhiri perlawanan juara bertahan, tetapi juga menunjukkan mentalitas kuat setelah harus bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama.

Share

Scroll to Top