Keamanan Kota Dipertanyakan, Kepemimpinan Kapolrestabes Makassar Dinilai Layak Dievaluasi Total

Juari Bilolo
Sabtu, 7 November 2026 • 23:45 WITA
Keamanan Kota Dipertanyakan, Kepemimpinan Kapolrestabes Makassar Dinilai Layak Dievaluasi Total

Keamanan Kota Dipertanyakan, Kepemimpinan Kapolrestabes Makassar Dinilai Layak Dievaluasi Tota

 

Ruminews.id, Makassar — Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Makassar menyoroti kondisi keamanan Kota Makassar yang dinilai membutuhkan perhatian serius dan evaluasi menyeluruh dari jajaran Polrestabes Makassar.

Ketua GMKI Cabang Makassar, Febri Tiring, menilai bahwa berbagai persoalan kriminalitas dan gangguan keamanan yang menjadi keresahan masyarakat tidak boleh dipandang sebagai kejadian yang berdiri sendiri. Persoalan tersebut merupakan akumulasi tantangan keamanan kota yang membutuhkan penanganan serius, terukur, dan berkelanjutan.

Menurut Febri, keamanan masyarakat merupakan tanggung jawab fundamental aparat kepolisian. Ketika berbagai persoalan keamanan terus menjadi perhatian publik, maka efektivitas kinerja Polrestabes Makassar patut dipertanyakan.

“Keamanan masyarakat bukan sekadar slogan atau formalitas dalam menjalankan tugas kepolisian. Ketika masyarakat masih dihantui keresahan terhadap kondisi keamanan kota, maka perlu dipertanyakan sejauh mana strategi dan kinerja Polrestabes Makassar benar-benar mampu memberikan perlindungan,” tegas Febri Tiring.

Keamanan Makassar Tidak Cukup Diukur dari Aktivitas Penindakan

Febri menegaskan bahwa keberhasilan kepolisian tidak semestinya hanya diukur dari banyaknya patroli, penindakan, ataupun aktivitas aparat yang terlihat di ruang publik.

Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah sejauh mana masyarakat merasakan keamanan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, baik di lingkungan tempat tinggal, ruang publik, maupun kawasan perkotaan.

Jika berbagai persoalan keamanan terus berulang dan menimbulkan keresahan, maka diperlukan evaluasi terhadap pola pencegahan kriminalitas, efektivitas pengawasan, serta kemampuan aparat dalam merespons persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Polrestabes Makassar tidak boleh hanya hadir setelah persoalan terjadi. Kepolisian harus mampu membangun sistem keamanan yang preventif, responsif, dan berkelanjutan. Jangan sampai masyarakat terus berada dalam ketakutan, sementara upaya menciptakan rasa aman belum dirasakan secara maksimal,” lanjutnya.

Febri Tiring: Kapolrestabes Makassar Harus Menjawab Evaluasi Publik

Akumulasi persoalan keamanan yang menjadi keresahan masyarakat memunculkan pertanyaan serius mengenai arah kebijakan dan efektivitas kepemimpinan Kapolrestabes Makassar.

Febri Tiring memandang bahwa evaluasi terhadap kepemimpinan kepolisian merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Kapolrestabes sebagai pimpinan institusi di tingkat kota harus mampu menjelaskan strategi konkret dalam menjaga keamanan serta langkah evaluasi terhadap berbagai persoalan yang terjadi.

“Jika berbagai persoalan keamanan terus menjadi keresahan masyarakat, maka wajar apabila publik mempertanyakan kinerja dan efektivitas kepemimpinan Kapolrestabes Makassar. Evaluasi tidak boleh dianggap sebagai serangan terhadap institusi, melainkan sebagai bentuk kontrol sosial agar kepolisian semakin profesional dan bertanggung jawab,” ungkap Febri.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya memberikan pernyataan normatif, tetapi juga menunjukkan hasil nyata dalam menciptakan kondisi kota yang aman dan kondusif.

Jangan Biarkan Makassar Terjebak dalam Ketidakamanan

GMKI Cabang Makassar menegaskan bahwa keamanan merupakan hak masyarakat yang wajib dijamin oleh negara melalui aparat penegak hukum.

Polrestabes Makassar dituntut melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi keamanan kota, memperkuat langkah pencegahan kriminalitas, meningkatkan respons terhadap kejadian di lapangan, serta membangun kepercayaan masyarakat melalui kinerja yang transparan dan akuntabel.

“Jangan sampai Makassar semakin dipersepsikan sebagai kota yang tidak aman, sementara masyarakat terus mempertanyakan efektivitas kinerja aparat dalam menjaga ketertiban. Kapolrestabes Makassar harus mampu menjawab keresahan ini melalui tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan,” tegas Febri Tiring.

GMKI Cabang Makassar menegaskan bahwa keamanan masyarakat adalah ukuran utama keberhasilan kepolisian. Jika rasa aman belum menjadi kenyataan yang dirasakan masyarakat, maka evaluasi terhadap kinerja Polrestabes Makassar merupakan tuntutan yang tidak dapat dihindari.

Makassar membutuhkan kepolisian yang hadir untuk melindungi, bukan sekadar merespons; kepemimpinan yang mampu menjawab persoalan, bukan hanya memberikan janji.

Sebab, kota yang aman bukan dibangun melalui slogan, melainkan melalui tanggung jawab dan kinerja nyata.

RUMINEWS

Membuka berita...