Transformasi Cara Kerja dengan AI, Founder Pakaiai.id Andi Syahrul Berbagi Praktik Generative AI di AdaKami

ruminews.id, JAKARTA – Artificial intelligence mulai mengubah cara berbagai pekerjaan dilakukan. Aktivitas yang sebelumnya membutuhkan waktu untuk mencari informasi, merangkum dokumen, menghasilkan ide, maupun membuat draft kini dapat dibantu dengan Generative AI.

Namun, pemanfaatan AI di dunia kerja tidak cukup hanya dengan mengetahui nama dan fungsi sebuah tools. Pemahaman mengenai bagaimana AI digunakan dalam proses kerja menjadi bagian penting dari proses adaptasi tersebut.

Hal inilah yang menjadi salah satu fokus dalam training Generative AI for Productivity yang diselenggarakan Dibimbing untuk AdaKami (PT Pembiayaan Digital Indonesia), dengan Founder Pakaiai.id Andi Syahrul sebagai mentor.

Dalam training tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai cara memanfaatkan Generative AI untuk mendukung produktivitas.

Andi mengajak peserta melihat AI bukan sekadar sebagai chatbot yang digunakan untuk memberikan pertanyaan, tetapi sebagai teknologi yang dapat ditempatkan dalam berbagai tahapan pekerjaan.

Peserta diperkenalkan pada tiga aktivitas utama yang dapat dibantu AI, yaitu summarizing, ideating, dan drafting.

Materi kemudian dilanjutkan dengan prompt engineering. Melalui C.R.E.A.T.E Framework, peserta belajar menyusun instruksi yang terdiri dari konteks, peran, tugas yang jelas, audiens, tone, serta contoh.

Pendekatan tersebut membantu peserta memahami bahwa hasil AI sangat dipengaruhi oleh kualitas instruksi yang diberikan.

Training kemudian dibuat semakin praktis melalui guided practice dan Interactive AI Clinic. Dalam sesi tersebut, peserta dapat melihat bagaimana sebuah permasalahan pekerjaan diterjemahkan menjadi instruksi untuk AI, kemudian diperbaiki hingga menghasilkan output yang lebih sesuai.

Selain produktivitas, aspek responsible AI juga menjadi bagian dari training. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga privasi data, memahami keterbatasan AI, melakukan validasi terhadap output, serta mengetahui situasi ketika AI sebaiknya tidak digunakan.

Feedback dari peserta menunjukkan respons yang positif. Secara keseluruhan, program memperoleh skor 4,81 dari 5. Aktivitas hands-on dan studi kasus mendapatkan skor 4,69 dari 5, sedangkan mentor memperoleh skor 4,75 dari 5.

Peserta juga menyampaikan bahwa masih terdapat banyak area AI yang ingin dipelajari lebih dalam, mulai dari desain dan video, analisis data, audit dengan AI, hingga penggunaan AI pada level yang lebih lanjut.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran AI di lingkungan kerja tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan tools. Peserta juga perlu memahami bagaimana teknologi tersebut dapat ditempatkan dalam proses kerja yang mereka jalankan.

Melalui Pakaiai.id, Andi Syahrul mengembangkan fokus pada pemanfaatan AI untuk produktivitas dan transformasi cara kerja.

Informasi mengenai Pakaiai.id dapat diakses melalui https://pakaiai.id.

Share

Scroll to Top