Penulis: Muhammad Fauzan, S.H. — Founder BFM Group
Ruminews.id — Langkah awal dalam sebuah perjalanan bisnis sering kali ditentukan oleh keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Perjalanan saya bermula dari Makassar, sebuah kota yang sarat dengan dinamika dan semangat juang. Di sanalah fondasi cara berpikir, kemampuan beradaptasi, dan keberanian untuk bermimpi besar ditempa. Namun, visi dalam membangun bisnis tidak berhenti di titik awal. Ekspansi menjadi salah satu langkah penting untuk membuka peluang dan potensi baru.
Langkah strategis tersebut kemudian membawa BFM Group memperluas bisnis hingga ke Kendari, Sulawesi Tenggara. Bagi BFM Group, Kendari bukan sekadar wilayah tujuan ekspansi, tetapi juga ruang yang memiliki potensi untuk bertumbuh sekaligus memberikan dampak nyata bagi pembangunan dan perekonomian daerah.
Setiap ekspansi tentu menghadirkan tantangan tersendiri, mulai dari memahami karakter pasar hingga membangun tata kelola operasional yang solid. Namun, kemampuan BFM Group dalam membaca dan mengeksekusi peluang tersebut menunjukkan bahwa anak muda memiliki kapasitas untuk memimpin, mengelola, dan mengembangkan perusahaan secara profesional.
Membakar Semangat Mahasiswa di Universitas Halu Oleo
Keberhasilan dalam dunia usaha terasa kurang lengkap tanpa kontribusi nyata bagi generasi penerus. Kesempatan untuk berdiri di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) di Kendari menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan saya.
Melalui ruang akademis tersebut, saya berbagi pengalaman membangun dan mengembangkan BFM Group, sekaligus membagikan sejumlah prinsip penting dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda.

Di hadapan para mahasiswa, saya menekankan pentingnya menjadi pribadi yang visioner dan berdaya saing. Menyongsong Indonesia Emas 2045, anak muda tidak lagi cukup hanya menjadi penonton. Mahasiswa perlu mengambil peran aktif sebagai bagian dari generasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan menciptakan peluang baru.
Menatap Bisnis, Afirmasi, dan Mental Pantang Menyerah
Dalam sesi tersebut, ada beberapa poin utama yang saya tekankan kepada generasi muda.
- Keberanian Menatap Dunia Bisnis
Dunia usaha bukan sekadar pilihan karier alternatif, melainkan salah satu ruang penting untuk menciptakan lapangan kerja dan membangun kemandirian finansial. Anak muda perlu melatih kepekaan dalam melihat peluang di sekitar dan mengubah berbagai tantangan menjadi solusi yang memiliki nilai ekonomi.Keberanian untuk memulai menjadi modal awal. Tidak semua peluang akan langsung menghasilkan, tetapi setiap pengalaman dapat menjadi proses pembelajaran untuk memahami pasar, mengelola risiko, dan membangun strategi bisnis yang lebih matang.
- Kekuatan Afirmasi Positif
Setiap pencapaian besar berawal dari pola pikir (mindset). Afirmasi positif—menanamkan keyakinan terhadap target-target yang ingin dicapai—dapat menjadi energi yang menjaga arah dan konsistensi dalam bertindak. Apa yang kita fokuskan dan yakini secara konsisten akan memengaruhi cara kita mengambil keputusan serta membentuk arah bisnis yang kita bangun. Karena itu, membangun keyakinan terhadap tujuan menjadi bagian penting dari perjalanan seorang pengusaha. - Mental Pantang Menyerah (Resilience)
Dunia bisnis penuh dengan ketidakpastian, dinamika pasar, dan kemungkinan kegagalan. Seorang pengusaha muda yang tangguh tidak diukur dari seberapa sering ia jatuh, tetapi dari kemampuannya untuk bangkit, mengevaluasi kegagalan, dan memperbaiki strategi tanpa kehilangan fokus terhadap tujuan akhir.Kegagalan bukan selalu tanda bahwa sebuah perjalanan harus dihentikan. Dalam banyak situasi, kegagalan justru menjadi bahan evaluasi untuk menemukan pendekatan yang lebih tepat.
Membangun Relasi dan Jaringan melalui HIPMI
Semangat dan pengetahuan bisnis saja tidak cukup untuk membawa sebuah usaha berkembang. Jaringan (networking) juga memiliki peran penting dalam membuka akses terhadap informasi, kolaborasi, pasar, maupun peluang baru.
Dalam dunia usaha, membangun relasi bukan semata-mata tentang siapa yang kita kenal, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun kepercayaan dan hubungan yang dapat berkembang menjadi kolaborasi jangka panjang.
Karena itu, saya mendorong mahasiswa dan calon pengusaha muda untuk mulai membangun jejaring sejak dini. Salah satu ruang yang dapat dimanfaatkan adalah HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), termasuk melalui badan otonom HIPMI PT (Perguruan Tinggi).
Melalui HIPMI, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman dan wawasan bisnis secara langsung, sekaligus memperluas jejaring dengan sesama pengusaha dan calon pengusaha muda. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh antara lain:
- Membuka akses kolaborasi.
Berinteraksi dengan pengusaha dari berbagai sektor dapat membuka peluang kemitraan, permodalan, hingga akses terhadap pasar baru. - Mengasah kepemimpinan.
Keterlibatan dalam organisasi memberikan kesempatan untuk belajar mengelola tim, melakukan negosiasi, mengambil keputusan, dan memahami dinamika organisasi. - Memperluas lingkaran pertumbuhan (growth circle).
Berada di lingkungan yang dipenuhi anak muda dengan visi dan semangat untuk berkembang dapat menjadi ruang untuk bertukar gagasan, membangun kolaborasi, dan saling mendorong untuk mencapai tujuan.
Penutup: Mengambil Peran untuk Masa Depan
Perjalanan dari Makassar hingga membawa BFM Group berekspansi ke Kendari mengajarkan saya bahwa batas pencapaian sering kali ditentukan oleh sejauh mana kita berani membangun visi.
Karena itu, kepada seluruh anak muda dan mahasiswa di mana pun berada: tataplah masa depan dengan optimisme, bangun bisnis dengan fondasi yang kuat, berani menghadapi tantangan, dan perluas jejaring sejauh mungkin.
Masa depan bangsa berada di tangan generasi yang berani mengambil peran dan bertindak hari ini. Mari mempersiapkan diri menjadi bagian dari generasi pengusaha muda yang tidak hanya membangun bisnis, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, membuka peluang kolaborasi, dan turut mendorong Indonesia tumbuh menjadi negara maju serta berdaya saing global menuju Indonesia Emas 2045.