Ruminews.id, Kediri — Jagad media sosial Indonesia beberapa hari terakhir diramaikan dengan beredarnya dugaan praktik permainan proyek pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Isu tersebut mencuat setelah sejumlah video dan narasi tersebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu perhatian publik.
Dalam unggahan viral berdurasi sekitar satu menit itu, terdengar percakapan berbahasa Jawa yang diduga membahas pembagian komisi atau fee proyek pembangunan Kopdes Merah Putih di dalam sebuah mobil. Narasi yang menyertai video tersebut juga menyinggung dugaan keterlibatan sejumlah oknum, mulai dari aparatur sipil negara (ASN) yang disebut berperan sebagai koordinator kontraktor hingga dugaan keterlibatan oknum prajurit TNI serta Komandan Kodim 0809/Kediri yang disebut akan memberikan jaminan keamanan.
Percakapan tersebut bahkan disebut membahas pembagian komisi dari proyek pembangunan puluhan Kopdes Merah Putih di wilayah Kediri. Selain dugaan praktik pembagian fee proyek, muncul pula tudingan bahwa sejumlah hasil pembangunan Kopdes yang dikerjakan kontraktor tidak sesuai spesifikasi maupun standar pekerjaan.
Viralnya isu ini langsung memicu sorotan masyarakat karena program Kopdes Merah Putih sebelumnya diperkenalkan sebagai salah satu upaya penguatan ekonomi desa. Program tersebut diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan koperasi dan usaha berbasis kebutuhan warga setempat.
Namun, munculnya dugaan penyimpangan proyek justru menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Warganet ramai mendesak aparat penegak hukum segera melakukan audit dan penelusuran secara terbuka terhadap dugaan permainan proyek tersebut. Publik juga meminta agar program pembangunan desa tidak dijadikan ajang mencari keuntungan pribadi oleh oknum tertentu.
Dalam rekaman yang beredar, terdengar percakapan yang diduga menyinggung nominal pembagian fee proyek. Narasi yang berkembang di media sosial bahkan menyebut adanya protes dari salah satu pihak terkait pembagian komisi tersebut.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi mengenai kebenaran isi percakapan maupun dugaan praktik yang disebut dalam video tersebut. Belum diketahui pula kapan percakapan itu terjadi dan siapa saja pihak yang diduga terlibat.
Isu tersebut telanjur menjadi perhatian luas karena menyangkut program pembangunan desa yang bersumber dari anggaran untuk kepentingan masyarakat. Sejumlah warganet menilai apabila dugaan tersebut benar terjadi, maka hal itu berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap program koperasi desa yang tengah digencarkan pemerintah.
Publik juga berharap aparat penegak hukum dapat mengusut dugaan tersebut secara objektif dan transparan tanpa pandang bulu apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum.
Program Kopdes Merah Putih sendiri sebelumnya diperkenalkan sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa melalui pengembangan koperasi dan usaha masyarakat. Karena itu, masyarakat berharap pelaksanaan program tersebut benar-benar dijalankan secara profesional, transparan, dan tepat sasaran.
Hingga berita ini diterbitkan, video tersebut masih beredar luas di media sosial. Namun, belum ada keterangan maupun klarifikasi resmi dari Kodim 0809/Kediri, pemerintah daerah, pihak kontraktor, ataupun pihak terkait lainnya mengenai dugaan permainan proyek pembangunan Kopdes Merah Putih yang muncul dalam rekaman tersebut. Redaksi Ruminews.id membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak terkait untuk menggunakan hak jawab sebagaimana yang diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.







