19 Juli 2025

DPRD Kota Makassar

DPRD Makassar Apresiasi Kinerja Progresif Plt Direktur Perusda

ruminews.id – Makassar – Sejumlah pelaksana tugas (Plt) direktur utama di perusahaan daerah (perusda) Kota Makassar mendapat apresiasi dari DPRD Makassar atas capaian kinerja yang dinilai progresif dan transformatif, meskipun mereka masih berstatus sementara. Hal itu disampaikan Ketua Komisi B DPRD Makassar, Ismail, usai mengikuti rapat monitoring dan evaluasi bersama jajaran perusda pada Sabtu, 19 Juli 2026, di Gedung DPRD Makassar. Menurut Ismail, dari enam perusda yang dimiliki Pemerintah Kota Makassar, lima di antaranya menunjukkan kemajuan yang signifikan sejak dipimpin oleh para Plt direktur utama yang ditunjuk langsung oleh Wali Kota. Satu-satunya perusda yang dinilai belum menunjukkan kemajuan berarti adalah Rumah Potong Hewan (RPH). “Lima perusda itu mengalami kemajuan berarti. Rapat monitoring dan evaluasi kemarin menunjukkan bahwa mereka layak diberi mandat lebih dari sekadar status sementara,” ujar Ismail kepada wartawan. Ia menilai bahwa meskipun para Plt memiliki keterbatasan administratif, mereka menunjukkan inisiatif dan keberanian dalam mengambil keputusan strategis untuk mendorong perubahan.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

TP PKK Makassar, Dekranasda, dan Pokja Bunda PAUD Ikuti Senam dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

ruminews.id, MAKASSAR — Tim Penggerak PKK, Dekranasda, dan Pokja Bunda PAUD, menggelar kegiatan Senam Jantung Sehat dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis yang digelar di area De Festive, Summarecon Makassar, Sabtu (19/7/2025). Mengenakan seragam olahraga yang serasi, para anggota dari ketiga organisasi tampak kompak dan penuh semangat mengikuti rangkaian aktivitas kebugaran. Kegiatan dimulai dengan sesi pound fit yang dipandu oleh instruktur ternama, Pro Cha, kemudian dilanjutkan dengan senam jantung sehat. Ketua TP PKK Kota Makassar yang juga Ketua Dekranasda dan Bunda PAUD, Melinda Aksa, turut ikut berolahraga bersama para anggota. Ia terlihat antusias dan bersemangat. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga kebugaran tubuh, apalagi bagi ibu-ibu yang aktif dalam organisasi. Selain itu, ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antaranggota,” ujar Melinda saat ditemui usai kegiatan olahraga. Menurut Melinda, menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan pola makan yang baik, tetapi juga harus dibarengi dengan aktivitas fisik secara rutin, terlebih bagi para anggota pengurus. “Olahraga membantu menjaga tubuh tetap prima dan semangat, sehingga kita bisa lebih fokus dan produktif menjalankan tugas serta program kerja di masyarakat,” ujarnya. Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya perempuan, untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup. Menurutnya, ketika perempuan sehat, maka keluarga dan lingkungan di sekitarnya juga akan merasakan dampaknya. “Perempuan itu penyangga keluarga. Kalau ibunya sehat dan bugar, maka rumah tangga pun akan lebih harmonis. Karena itu, penting bagi kita semua untuk menjadikan kesehatan sebagai prioritas,” ucapnya penuh semangat. Melinda berharap agar kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin dan dapat menjadi contoh organisasi perempuan di Kota Makassar. Usai mengikuti olahraga bersama, peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis dari Klinik LaCasino. Pemeriksaan ini mencakup cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan konsultasi kesehatan umum. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi nyata antara organisasi perempuan di Kota Makassar dalam mendukung program kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan santai namun bermanfaat ini, ketiga organisasi berharap bisa menginspirasi lebih banyak warga untuk hidup sehat.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Dukung Pembangunan PSEL, Makassar Tunggu Perpres

ruminews.id, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar menyatakan komitmennya dalam mendukung program strategis nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menanggapi Rapat Koordinasi Terbatas (Rakor Terbatas) yang digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Kamis (17/7) kemarin, di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta. Rakor tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hanif Faisol Nurofiq. Serta dihadiri oleh 24 Wali Kota dan 4 Bupati dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk hadir Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengatakan, rakor terbatas kemarin itu, pembahasan percepatan kesiapan daerah dalam pembangunan fasilitas PSEL sebagai solusi jangka panjang terhadap persoalan penumpukan sampah di TPA. Munafri menegaskan bahwa pihaknya siap mengambil langkah konkret dan proaktif. Hal ini sejalan dengan instruksi Pemerintah pusat kaitan dengan Indonesia bebas sampah 2029. “Pemerintah Kota Makassar sangat siap. Kami segera merencanakan penentuan titik lokasi program PSEL ini. Mudah-mudahan menjadi satu solusi terbaik dalam mengurangi dampak sampah di kota,” tegas Munafri, Sabtu (19/7/2025). Lebih lanjut, Appu mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah pusat tengah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) terbaru yang akan menjadi dasar hukum pelaksanaan PSEL di daerah. Oleh sebab itu, langka teknis terkait pembangunan jalanya PSEL masih menunggu regulasi yang jelas agar mengatur pengerjaan pyoyek tersebut, hal itu tujuanya untuk menghindari persoalan di kemudian hari. “Ada (Perpres) baru yang sedang disiapkan, di dalamnya akan mengatur teknis dan skema pelaksanaan. Tentu saja, setiap daerah memiliki kondisi yang berbeda, sehingga kita menunggu petunjuk teknisnya agar pelaksanaan PSEL bisa disesuaikan secara optimal,” jelasnya. Program PSEL merupakan inisiatif strategis yang menggabungkan pengelolaan lingkungan dan pembangunan energi ramah lingkungan. Kehadiran Wali Kota Munafri dalam rakor menandakan keseriusan dan kesiapan Makassar menjadi bagian dari transformasi tata kelola persampahan di Indonesia menuju sistem yang lebih modern dan berkelanjutan. Munafri menambahkan, Pemkot Makassar akan patuh dan sigap menindaklanjuti setiap keputusan yang ditetapkan pemerintah pusat. “Apapun keputusannya, kami akan ikut dan siap menjalankan sesuai regulasi yang ditetapkan,” tuturnya. “Prinsipnya, kami ingin bergerak cepat dan efisien untuk menjawab tantangan lingkungan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” tambah politisi Golkar itu. Sedangkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar, Helmy Budiman, mengatakan pemerintah pusat tengah memfinalisasi pengganti Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 35 Tahun 2018 yang akan menjadi dasar hukum baru pelaksanaan PSEL. “Keppres yang baru ini akan memuat mekanisme pelaksanaan PSEL secara nasional,” ujarnya. Salah satunya mewajibkan kota/kabupaten yang memproduksi sampah di atas 1.000 ton per hari untuk segera membangun fasilitas pengolahan sampah berbasis energi. Helmy menyebut, dalam forum tersebut, para menteri menekankan pentingnya percepatan proyek PSEL mengingat kondisi darurat sampah yang melanda banyak wilayah, termasuk Makassar. “Makassar termasuk daerah yang siap untuk implementasi PSEL. Komitmen Wali Kota sangat kuat, dan dari segi teknis kita telah melakukan sejumlah persiapan,” tegas Helmy. Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan pentingnya keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Proyek strategis ini dinilai sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. “Ada sejumlah tugas penting yang harus dijalankan dalam konteks proyek ini. PSEL bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal komitmen bersama untuk mengelola sampah secara berkelanjutan,” ujar Tito di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kamis (17/7/2025) lalu. Dalam rapat yang dihadiri oleh 24 wali kota dan 4 bupati dari seluruh Indonesia itu, Tito menekankan bahwa penanganan sampah memerlukan pendekatan dari dua sisi: hulu dan hilir. Strategi di hulu, menurutnya, harus melibatkan peran aktif masyarakat dalam memilah dan membuang sampah dengan benar. Sementara itu, strategi hilir menjadi tanggung jawab pemerintah, mulai dari pengumpulan hingga pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). “Tanpa partisipasi masyarakat di hulu dan sistem yang tertata di hilir, pengelolaan sampah tidak akan optimal. PSEL hadir untuk menjembatani itu sekaligus menghasilkan energi dari limbah,” jelasnya. Tito juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat tengah menyusun regulasi yang lebih detail, termasuk Peraturan Presiden (Perpres) yang akan memperkuat pelaksanaan PSEL di daerah. Ia berharap seluruh pemda segera menyiapkan langkah teknis dan perencanaan lokasi yang tepat. “Kunci keberhasilan PSEL ada pada sinergi pusat dan daerah. Kita butuh langkah cepat, tidak hanya menunggu, tapi juga menyiapkan diri sedini mungkin,” pungkasnya.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Jaga Ikon Kota, Munafri dan Aliyah Pimpin Aksi Bersih di Losari, Wujudkan Kota Bebas Sampah

ruminews.id, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kebersihan dan keindahan di janjung kota agar terlihat estetik. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham dan Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa Mahmud turun langsung melakukan aksi bersih-bersih di sepanjang kawasan Anjungan Pantai Losari, Jumat (18/7/2025). Aksi bersih-bersih ini merupakan inisiasi Tim Penggerak PKK Kota Makassar dan melibatkan berbagai unsur, termasuk jajaran kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemkot Makassar. Pada kesempatan ini, Wali Kota Munafri menegaskan pentingnya menjaga kawasan ikonik seperti Anjungan Pantai Losari dari sampah dan kondisi semrawut. Menurutnya, Losari bukan hanya destinasi wisata, tapi juga representasi wajah Kota Makassar di mata wisatawan dan warga luar. “Kita ingin Pantai Losari tetap menjadi tempat yang nyaman dan menarik. Tidak boleh ada sampah berserakan yang mengganggu kenyamanan pengunjung atau mencemari laut,” ujar Appi, usai terlibat langsung pak aksi bersih-bersi tersebut. Lebih dari sekadar bersih-bersih, kegiatan ini juga menjadi simbol dimulainya program revitalisasi dan penataan kembali kawasan Anjungan Pantai Losari agar lebih tertata, hijau, dan ramah pengunjung. Munafri juga menyinggung pentingnya edukasi publik untuk menumbuhkan kesadaran kolektif tentang lingkungan hidup. “Kawasan anjungan pantai Losari harus menjadi contoh, bahwa ruang publik bisa dikelola dengan baik jika kita semua bergerak bersama berjaga kesebersihan,” imbuhnya. Selain di Losari, Pemkot Makassar juga tengah gencar melakukan pembersihan kanal dan saluran air kota. Dimulai dari Kecamatan Tamalate, program ini akan menyasar seluruh wilayah kota secara bertahap. Fokusnya adalah membersihkan kanal dari sampah maupun bangunan liar, agar aliran air tetap lancar dan risiko banjir berkurang. “Ini bukan sekadar kerja bakti, tapi gerakan bersama. Kita ingin memberikan kanal yang bersih dan bebas dari bangunan tidak perlu,” tuturnya. “Kita maksimalkan sinergi semua stakeholder. Yang lebih penting adalah menjaga kebersihan seluruh kota, dari kanal hingga sudut-sudut jalan,” tambah Munafri. Sedangkan, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham pun mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, budaya hidup bersih harus menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Semua warga harus punya rasa tanggung jawab. Bersih itu sehat, nyaman, dan mencerminkan kemajuan suatu Kota. “Kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Lewat aksi sederhana seperti jumat bersih, kita tidak hanya menjaga lingkungan, tapi juga menanamkan semangat gotong royong dan cinta kota kepada masyarakat,” singkat Aliyah. Diatambahakan, aksi bersih-bersih di Anjungan Pantai Losari ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkot Makassar dan TP PKK dalam menciptakan lingkungan kota yang sehat, estetis, dan berkelanjutan. “Harapan kami, gerakan ini bisa menginspirasi partisipasi aktif masyarakat untuk menjaga Makassar tetap bersih dan nyaman bagi semua,” harapnya.

Daerah, Makassar, Pemerintahan, Pendidikan

Wakil Wali Kota Makassar Apresiasi Musabaqah Hifdzil Qur’an II Antar Pesantren se-Sulawesi Selatan

ruminews.id, MAKASSAR — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) II antar pondok pesantren se-Sulawesi Selatan, yang digelar oleh Ikatan Keluarga Darul Huffadh (IKDH) Cabang Makassar, Jumat (18/7/2025), di Asrama Haji Sudiang, Makassar. Dalam sambutannya, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai, Musabaqah Hifdzil Qur’an bukan hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebagai sarana untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di kalangan para santri. “Al-Qur’an adalah sumber cahaya, petunjuk, dan pedoman hidup umat Islam. Mereka yang menghafalnya dan mengamalkannya adalah penjaga cahaya itu sendiri, para huffadh yang mulia di sisi Allah SWT,” ujar Aliyah Mustika Ilham. Ia juga menekankan bahwa para peserta merupakan generasi emas yang kelak akan membawa masa depan bangsa ke arah yang lebih baik, dengan menjadikan nilai-nilai Qur’ani sebagai fondasi kehidupan. Menutup sambutannya, Aliyah Mustika Ilham berharap para peserta terus meningkatkan hafalan dan pemahaman terhadap Al-Qur’an, serta menjadikan ajang ini sebagai motivasi untuk menjaga semangat belajar dan beribadah. “Menang atau tidak, kalian semua adalah juara karena telah memilih jalan mulia sebagai penghafal Al-Qur’an. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua dalam menegakkan syiar Islam di tengah masyarakat,” pungkasnya. Kehadiran Wakil Wali Kota Makassar didampingi oleh Asisten I Pemkot Makassar, Andi Muh Yasir, serta Kabag Kesra, Mohammad Syarief. Turut hadir pula Asisten II Pemprov Sulsel, dr Muh Ichsan Mustari; Pimpinan Pondok Pesantren Darul Huffadh, Al Ustaz Sa’ad Said; dan Ketua Umum IKDH Cabang Makassar, Ustaz Rajuddin. Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Rajuddin menyampaikan bahwa MHQ II digelar sebagai upaya untuk menyatukan pondok pesantren se-Sulawesi Selatan, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di antara santri dan lembaga pendidikan Islam. Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat menjiwai dan mencerminkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, serta memperkokoh peran pesantren sebagai penjaga moral dan spiritual umat.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Aliyah Mustika Ilham Dukung Kampanye Kreatif AIESEC Lewat “Waves of Wisdom Phinisi Campaign”

ruminews.id, MAKASSAR, – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri kegiatan “Waves of Wisdom Phinisi Campaign Showcase Local Project” yang digagas oleh AIESEC in Unhas. Acara ini berlangsung di atas kapal Phinisi dengan latar keindahan matahari terbenam di Anjungan Pantai Losari, Jl. Penghibur, Makassar, Kamis (17/7/2025). Dalam sambutannya, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan apresiasi dan mensupport atas inisiatif kreatif anak muda yang mengangkat budaya lokal sekaligus mengampanyekan nilai-nilai kepemimpinan, lingkungan dan kolaborasi. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kalian adalah generasi penerus bangsa, calon pemimpin masa depan yang hari ini sedang mengukir jejak perubahan,” ujar Aliyah Mustika Ilham. Kegiatan yang dikemas secara kreatif ini memadukan edukasi dan pelestarian budaya maritim dalam suasana sunset sailing, menciptakan pengalaman yang tidak hanya estetis tetapi juga inspiratif. Aliyah Mustika Ilham juga menyampaikan harapannya agar generasi muda dapat terus mengembangkan potensi dan jiwa kepemimpinan mereka. “Selamat menikmati sunset di atas kapal Phinisi, simbol kebanggaan kita semua. Semoga momen ini menginspirasi untuk terus berkarya dan mencintai budaya sendiri,” tambahnya. Pada kesempatan tersebut, Aliyah Mustika Ilham juga memperkenalkan Makassar Creative Hub, fasilitas milik Pemerintah Kota Makassar yang dirancang sebagai ruang ekspresi dan kolaborasi anak muda. “Makassar Creative Hub adalah wadah bagi kalian semua untuk mengekspresikan ide dan kreativitas. Saya mengajak seluruh pemuda Kota Makassar untuk memanfaatkannya semaksimal mungkin,” ujarnya mengakhiri sambutan. Turut hadir mendampingi Wakil Wali Kota Makassar dalam kegiatan ini, Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar Fadli Wellang, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar Noptiadi, serta Tenaga Ahli Pemkot Makassar Nurlina Subair. Kegiatan “Waves of Wisdom” menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah dan komunitas pemuda mampu menghadirkan kegiatan edukatif, inspiratif, dan sarat makna budaya dalam suasana yang santai namun membangun semangat kolaboratif. (*)

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Warning SKPD, Munafri Tegaskan Tata Kelola Pemerintahan Demi Cegah Pelanggaran Hukum

ruminews.id, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan di Kota Makassar secara menyeluruh. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan pembahasan pemutakhiran data tindak lanjut temuan hasil pemeriksaan Inspektorat Daerah Kota Makassar Tahun 2025 yang berlangsung di Novotel Grand Shayla Makassar, Rabu (16/7/2025). Munafri meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar lebih serius dan proaktif dalam menindaklanjuti temuan Inspektorat. “Saya meminta Inspektorat untuk menindaklanjuti pelanggaran-pelanggaran yang ada dan menggali masalahnya sampai ke akar-akarnya,” ujar Appi. Menurutnya, setiap rekomendasi perbaikan harus segera dijalankan demi mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik kecurangan. “Efek jera harus dijalankan untuk memberikan contoh yang baik bagi generasi yang akan datang,” tegas Munafri. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan aturan yang berlaku. Jika ditemukan regulasi yang saling bertabrakan, Munafri menilai perlu ada diskusi terbuka untuk mencari solusi bersama tanpa mengorbankan integritas pemerintahan. Lebih jauh, Munafri memastikan dirinya akan terus memantau pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah di semua tingkatan SKPD. Ia mengajak seluruh jajaran untuk bekerja sama membangun sistem pemerintahan yang bersih dan efektif. “Saya tidak ingin ada kebohongan dan kecurangan dalam menjalankan pemerintahan. Saya ingin membangun sistem yang membuat kita semua bisa bekerja dengan bahagia dan tanpa ketakutan,” ujarnya. Munafri juga menyampaikan, pentingnya membangun budaya kerja yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal, termasuk budaya “siri” (rasa malu) dan kehormatan yang diyakini mampu menjadi fondasi pemerintahan yang bermartabat. “Kita harus bekerja keras untuk keluar dari zona yang tidak baik ini. Kita tidak hanya bicara tentang uang dan anggaran, tetapi juga tentang membangun nilai-nilai yang baik dalam pemerintahan,” tuturnya. Melalui upaya pembenahan yang berkesinambungan, Pemkot Makassar berharap dapat meningkatkan kepercayaan publik serta mewariskan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan berintegritas kepada generasi mendatang. Munafri Arifuddin, kembali menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan menyeluruh dalam tata kelola pemerintahan di lingkup Pemerintah Kota Makassar. Politisi Golkar itu nenjelaskan bahwa berbagai persoalan yang selama ini muncul ibarat “sampah” yang menumpuk akibat sistem yang dibiarkan berjalan tanpa pembenahan serius. Ia menilai jika tata kelola tidak diperbaiki dari hulu hingga hilir, maka perubahan hanya akan menjadi wacana tanpa hasil nyata. “Seluruh persoalan ini bisa kita hilangkan dari awal, bagaimana kita mengantisipasi. Saya tahu ini tidak mudah, tapi kalau tidak dimulai, kita tidak akan pernah keluar dari kondisi ini,” ujarnya. Appi mengungkapkan, langkah rotasi pejabat akan terus dilakukan secara berkala. Perputaran ini, kata dia, bukan sekadar soal suka atau tidak suka, melainkan untuk menyegarkan organisasi dan menggali potensi pegawai yang sebelumnya belum tampil maksimal. “Saya sengaja merotasi. Yang di atas turun ke bawah. Ternyata yang di bawah ini lebih teknis dan lebih mampu melakukan kerja luar biasa. Kita mau mencari orang-orang yang punya kemampuan baik tapi tersembunyi,” jelasnya. Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga menyinggung adanya temuan pelanggaran yang menurutnya perlu diklarifikasi secara detail, apakah bersifat administratif atau sudah masuk kategori yang merugikan negara. “Kalau ini sudah sampai ke wilayah yang membahayakan dan merugikan keuangan negara, tidak akan pernah ada kata maaf untuk itu,” tegasnya. Ia menkankan pola pengadaan barang dan jasa yang kerap menjadi celah praktik curang. Menurutnya, semakin besar anggaran, semakin banyak pihak yang mencoba melakukan intervensi untuk mencari keuntungan pribadi. “Kalau belanja barang jasanya kecil, kegiatan yang dikasih besar. Kalau belanja barang jasanya besar, banyak sekali tangan-tangan yang mau mencoba menyentuh. Ini yang saya mau kita cegah bersama,” kata Munafri. Pemkot Makassar berkomitmen memastikan pembenahan ini berjalan konsisten sebagai upaya membangun pemerintahan yang bersih, transparan, dan dapat dipercaya publik. Untuk memastikan pengawasan berjalan ketat, ia memerintahkan Inspektorat Daerah menyampaikan laporan rutin setiap dua pekan langsung kepadanya. “Tugas besar ada di Inspektur. Kontrol ini saya minta setiap dua minggu laporannya sampai ke saya. Kalau sifatnya administratif, kita luruskan dengan baik,” katanya. “Tapi kalau sudah menyangkut kerugian negara, jangan coba-coba, tidak akan ada kata maaf, akan berlanjut sampai selesai,” lanjut Appi. Munafri juga menegaskan akan mulai melakukan evaluasi dan pembenahan hingga ke unit pelayanan dasar seperti puskesmas. Langkah ini diambil agar etos kerja yang transparan, efisien, dan profesional bisa dibangun di semua lini pemerintahan. “Kalau tata kelola berjalan baik, etos kerja kita akan sama, efisien, simpel, bukan berlomba-lomba mencari keuntungan dalam setiap kegiatan,” ujarnya. Ia mengimbau seluruh jajaran Pemkot Makassar untuk tidak mencari celah dalam prosedur dan memastikan setiap kebijakan selalu berpijak pada regulasi yang berlaku. “Segala macam prosedur kalau memang harus ribet demi menjaga tata kelola, ya harus kita jalani. Jangan dibuat simpel hanya karena asumsi kita sendiri,” tutup Munafri.

Scroll to Top