Ruminews.id – Makassar, 4 Oktober 2026 — Pengurus Rayon Dakwah dan Komunikasi Komisariat UIN Alauddin Makassar Cabang Kota Makassar sukses melaksanakan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) pada 2–4 Oktober 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari proses kaderisasi awal Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tersebut dilaksanakan di Benteng Somba Opu, Rumah Adat Takalar, dengan mengusung tema “Membentuk Generasi Pergerakan yang Berkarakter, Kritis, dan Berjiwa Aswaja.”
MAPABA merupakan salah satu tahapan penting dalam proses kaderisasi PMII. Melalui kegiatan ini, mahasiswa yang menjadi peserta diperkenalkan dengan nilai-nilai dasar organisasi, tradisi intelektual, semangat pergerakan, serta prinsip Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) sebagai salah satu pijakan dalam menjalankan aktivitas organisasi dan kehidupan sosial.
Pelaksanaan MAPABA Rayon Dakwah dan Komunikasi tahun 2026 diikuti oleh 59 peserta yang berasal dari berbagai fakultas di lingkungan UIN Alauddin Makassar. Keberagaman latar belakang peserta menjadi salah satu bagian penting dalam proses kaderisasi, karena MAPABA tidak hanya menjadi ruang untuk mengenalkan organisasi, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan mahasiswa dengan berbagai latar belakang pemikiran, pengalaman, dan perspektif.
Pemilihan Benteng Somba Opu, khususnya Rumah Adat Takalar, sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan juga memberikan suasana tersendiri dalam proses kaderisasi. Selama tiga hari, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang diarahkan untuk membangun pemahaman awal mengenai PMII sekaligus menumbuhkan karakter kader yang memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan mampu melihat realitas secara kritis.
Dalam kegiatan tersebut, Rayon Dakwah dan Komunikasi menghadirkan sejumlah pemateri yang memiliki pengalaman dan kapasitas di bidang akademik maupun sosial. Salah satu pemateri yang hadir adalah Prof. Dr. Firdaus Muhammad, M.Ag., yang pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar periode 2019–2023.
Selain itu, turut hadir Aguswandi, S.Sos., M.I.Kom., selaku dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar. Kehadiran para pemateri tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan dan perspektif kepada peserta, khususnya dalam membangun cara berpikir yang kritis, memperluas wawasan keilmuan, serta memahami posisi mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat.
Tema yang diangkat dalam MAPABA tahun ini menjadi gambaran dari arah kaderisasi yang ingin dibangun oleh Rayon Dakwah dan Komunikasi. Karakter menjadi salah satu fondasi penting bagi seorang kader agar memiliki prinsip dan integritas dalam menjalankan proses organisasi. Sementara itu, sikap kritis dibutuhkan agar kader tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi mampu membaca, mempertanyakan, dan menganalisis berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Di sisi lain, nilai-nilai Aswaja menjadi bagian penting yang diharapkan terus melekat dalam diri setiap kader. Aswaja tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan keagamaan, tetapi juga menjadi landasan dalam membangun sikap keberagamaan yang moderat, menghargai perbedaan, serta tetap memiliki komitmen terhadap kehidupan sosial dan kemasyarakatan.
Ketua Rayon Dakwah dan Komunikasi, Muhammad Ikrar, menyampaikan harapannya agar kegiatan MAPABA dapat menjadi awal dari proses panjang pembentukan kader yang memiliki karakter dan nilai-nilai pergerakan.
“Kami berharap kegiatan ini mampu menghadirkan insan-insan penerus dengan jiwa Aswaja yang selalu melekat dalam diri peserta. MAPABA ini bukan hanya tentang bagaimana seseorang menjadi anggota organisasi, tetapi bagaimana kemudian proses ini menjadi awal untuk membentuk karakter dan kesadaran sebagai kader pergerakan,” ujar Muhammad Ikrar.
Menurutnya, proses kaderisasi tidak berhenti setelah kegiatan MAPABA selesai. Justru, MAPABA merupakan pintu masuk bagi peserta untuk mengikuti proses pembelajaran dan pengembangan diri yang lebih panjang di dalam organisasi. Karena itu, para kader yang telah mengikuti MAPABA diharapkan dapat terus mengembangkan kapasitas dan mengambil peran dalam berbagai proses organisasi.
“Harapannya, kader-kader yang telah mengikuti MAPABA ini bisa menjadi pemimpin yang nantinya menjadi bagian dari regenerasi hebat ke depannya. Tentu proses tersebut membutuhkan waktu, pembelajaran, dan kemauan dari setiap kader untuk terus berkembang,” lanjutnya.
Muhammad Ikrar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan MAPABA. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kerja sama dan kontribusi seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan sejak tahap awal hingga pelaksanaan.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk menyukseskan kegiatan ini. Apa yang telah dilakukan oleh teman-teman panitia merupakan bagian penting dari proses kaderisasi yang kita jalankan,” ungkapnya.
Lebih jauh, pelaksanaan MAPABA Rayon Dakwah dan Komunikasi diharapkan mampu menjadi titik awal lahirnya kader-kader baru yang memiliki komitmen terhadap organisasi, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta mampu membawa nilai-nilai Aswaja dalam kehidupan sehari-hari.
Sebanyak 59 peserta yang telah mengikuti kegiatan tersebut kini menjadi bagian dari proses kaderisasi Rayon Dakwah dan Komunikasi. Setelah MAPABA, proses pembentukan kader tentu tidak berhenti, melainkan akan terus berlanjut melalui berbagai ruang pembelajaran, diskusi, kajian, dan aktivitas organisasi.
Dengan semangat “Membentuk Generasi Pergerakan yang Berkarakter, Kritis, dan Berjiwa Aswaja,” MAPABA Rayon Dakwah dan Komunikasi diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun generasi kader yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu membaca perkembangan zaman, merespons persoalan masyarakat, serta mengambil peran dalam menghadirkan perubahan yang lebih baik.
Kaderisasi pada akhirnya bukan sekadar proses menambah jumlah anggota, melainkan proses menyiapkan manusia-manusia yang memiliki kesadaran, karakter, dan kemampuan untuk melanjutkan estafet perjuangan organisasi di masa yang akan datang.



