Ruminews.id, Makassar – Perayaan iman dan kebersamaan umat Katolik bersama keluarga besar TNI dan Polri berlangsung di Gereja Katolik Stasi Bunda Maria Mandai, Makassar, Selasa (29/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Mgr. Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo bersama Mgr. Fransiskus Nipa melantik para pengurus Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) di lingkungan Keuskupan Agung Makassar (KAMS), yang merupakan pelayanan khusus Gereja Katolik bagi umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri beserta keluarganya.
Pelantikan berlangsung dalam rangkaian Perayaan Ekaristi yang dimulai pukul 11.00 WITA dan berlangsung sekitar dua jam. Para pengurus OCI yang dilantik berasal dari unsur imam serta keluarga besar TNI dan Polri, baik yang masih aktif maupun yang telah memasuki masa purnabakti.
Dari unsur kevikepan, hadir P. Albert Arina dari Kevikepan Makassar, P. Yohanes Salama’ dari Kevikepan Sulawesi Tenggara, dan P. Anselmus Sengga, CMF dari Kevikepan Sulawesi Barat. Kegiatan tersebut juga dihadiri para anggota TNI dan Polri, baik yang masih aktif maupun purnawirawan, bersama keluarga serta umat Katolik yang berjumlah sekitar 300 orang.
Kedatangan Kardinal Ignatius Suharyo di kompleks Gereja Katolik Stasi Bunda Maria Mandai mendapat sambutan hangat dari umat. Dengan pengawalan aparat keamanan, Kardinal disambut dengan tarian sebagai ungkapan sukacita dan penghormatan atas kehadirannya di tengah umat Katolik, khususnya keluarga besar TNI dan Polri.
Perayaan Ekaristi berlangsung khidmat dan meriah. Kemeriahan perayaan semakin terasa dengan keterlibatan koor yang mengiringi liturgi serta kehadiran umat dari berbagai unsur.
Dalam homilinya, Kardinal Ignatius Suharyo mengajak umat untuk terlebih dahulu mensyukuri penyertaan Tuhan dalam kehidupan pribadi, keluarga, pekerjaan, dan pelayanan. Kardinal juga mengajak umat memahami bahwa perjumpaan keluarga besar TNI dan Polri dalam kehidupan menggereja merupakan bagian dari kehadiran Gereja di tengah masyarakat dan dalam berbagai bidang kehidupan.
Ia menjelaskan bahwa dalam Gereja Katolik terdapat keuskupan-keuskupan teritorial yang melayani umat berdasarkan wilayah geografis. Namun, terdapat pula pelayanan khusus bagi umat Katolik yang berada dalam lingkungan militer. Kardinal mengingatkan bahwa pelayanan Gereja bagi lingkungan militer di Indonesia memiliki sejarah yang panjang. Dalam perkembangan selanjutnya, pelayanan tersebut diwujudkan dalam bentuk Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) atau pelayanan Gereja bagi umat Katolik TNI dan Polri.
“Gereja hadir di tengah-tengah TNI dan Polri,” demikian salah satu penekanan Kardinal dalam homilinya.
Menurut Kardinal, kehadiran Gereja tidak hanya berkaitan dengan pelayanan sakramental, tetapi juga memberikan pendampingan iman agar umat mampu menjalankan tugas dan pengabdiannya dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Kristiani.
Kardinal Suharyo kemudian mengajak umat untuk melihat manusia secara utuh sebagai pribadi yang memiliki tubuh, jiwa, dan roh. Manusia tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik untuk menjalankan tugas, tetapi juga membutuhkan kekuatan batin, inspirasi, dan kehidupan rohani. Karena itu, kehidupan iman perlu terus dipelihara agar seseorang mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.
Dalam homilinya, Kardinal juga mengaitkan permenungan tersebut dengan pesta para Malaikat Agung yang dirayakan Gereja, yakni Mikael, Gabriel, dan Rafael.
Mikael berarti “Siapakah seperti Allah?” Nama tersebut mengingatkan manusia bahwa tidak ada seorang pun yang dapat menyamai Allah. Gabriel dikenal sebagai pembawa kabar gembira, sedangkan Rafael dikenal sebagai penyembuh.
Ketiga Malaikat Agung tersebut, menurut Kardinal, dapat menjadi inspirasi bagi umat dalam menjalani kehidupan dan tugas perutusan masing-masing.
Kardinal juga mengingatkan bahwa perjalanan hidup manusia tidak selalu berjalan mulus. Ada saat ketika seseorang mengalami luka, kesulitan, kegagalan, dan berbagai persoalan kehidupan. Namun, dalam situasi tersebut, manusia tetap dapat berharap kepada Tuhan yang hadir dan menyertai.
Kardinal kemudian mengangkat kisah Natanael dalam Injil. Natanael mengalami perjumpaan dengan Yesus dan menemukan sesuatu yang lebih besar dalam diri-Nya. Puncak permenungan tersebut diarahkan kepada Yesus yang menyerahkan diri sehabis-habisnya di kayu salib. Yesus ditampilkan sebagai manusia sejati, pribadi yang memberikan diri secara total bagi keselamatan manusia.
“Dalam profesi apa pun kita berada, kita dipanggil untuk terus bertumbuh menuju manusia sejati,” pesan Kardinal.
Untuk memperdalam makna manusia sejati dan kesempurnaan hidup, Kardinal mengangkat gambaran dari relief Candi Borobudur tentang perjalanan seseorang yang mencari kesempurnaan dan dalam perjalanannya berjumpa dengan berbagai macam binatang.
Melalui gambaran tersebut, Kardinal mengajak umat memahami bahwa kesempurnaan hidup bukanlah sesuatu yang diperoleh hanya dengan mengejar kepentingan diri sendiri. Kesempurnaan justru bertumbuh ketika manusia bersedia memberikan diri dan berkorban dengan cara yang baik bagi sesama.
Yesus menjadi teladan utama dalam hal tersebut. Ia memberikan diri-Nya secara total dan sehabis-habisnya demi keselamatan manusia. Karena itu, Kardinal mengajak umat untuk mewujudkan semangat pengorbanan dan pelayanan tersebut dalam kehidupan nyata, terutama dalam keluarga, lingkungan kerja, masyarakat, serta dalam tugas dan pelayanan masing-masing.
“Wujudkanlah dalam keluarga. Jadilah pembawa kegembiraan dan kebahagiaan,” pesan Kardinal.
Ia juga mengajak seluruh umat untuk terus mengandalkan Tuhan melalui doa sehingga setiap tugas dan pelayanan dapat dijalankan dengan hati yang tulus, penuh tanggung jawab, dan berorientasi pada kebaikan bersama.
Setelah Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan pataka kepada Ketua OCI KAMS sebagai simbol dimulainya tugas dan pelayanan kepengurusan yang baru. Selanjutnya dilakukan penandatanganan prasasti sebagai bagian dari rangkaian pengukuhan pelayanan OCI di lingkungan KAMS.
Sementara itu, Ketua OCI KAMS menyampaikan bahwa terbentuknya kepengurusan baru hendaknya menjadi momentum untuk membangun kerja sama yang semakin baik antara para pengurus, para imam, TNI dan Polri, serta seluruh umat Katolik.
Ia menegaskan bahwa tugas sebagai pengurus merupakan sebuah pelayanan yang perlu dijalankan dengan penuh tanggung jawab, kerja sama, dan semangat kolaborasi.
“Pelayanan ini perlu diapresiasi dan dijalankan dengan bekerja sama dengan baik. Kami sangat membutuhkan dukungan umat. Mari kita membangun kolaborasi dengan umat untuk memperkuat iman dan pelayanan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kardinal Ignatius Suharyo di Kota Daeng.
“Kehadiran Uskup menjadi berkat bagi kita semua. Semoga melalui kepengurusan ini, kerja sama dan pelayanan semakin baik serta iman umat semakin diperkuat,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Vikep Sulawesi Barat, P. Oc. Samson Burey, Pr, serta Pembimas Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Anton Ranteallo, S.S., M.Pd. Kehadiran perwakilan Kevikepan Sulawesi Barat menjadi bagian dari semangat kebersamaan dan sinergi pelayanan Gereja bagi umat Katolik, khususnya dalam mendampingi keluarga besar TNI dan Polri.
Setelah Perayaan Ekaristi dan seluruh rangkaian pelantikan selesai, Kardinal Ignatius Suharyo bersama para uskup, imam, pengurus OCI, keluarga besar TNI dan Polri, serta umat yang hadir melakukan foto bersama.
Selanjutnya, Kardinal melanjutkan agenda kegiatan menuju Ruang Bima Sakti Lanud TNI AU Sultan Hasanuddin. Perayaan tersebut menjadi momentum penting bagi keluarga besar umat Katolik TNI dan Polri untuk memperkuat kebersamaan, pelayanan, dan kehidupan iman. Melalui kepengurusan OCI KAMS yang baru, Gereja diharapkan semakin hadir untuk mendampingi umat dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara sekaligus bertumbuh dalam iman kepada Kristus.



