Ruminews.id, Polewali Mandar — Keributan terjadi di areal Sentra Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Kelurahan Takatidung, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Selasa malam (6/10/2026) sekitar pukul 22.00 Wita. Situasi tersebut dipicu persoalan pelayanan BBM bersubsidi bagi nelayan.
Keributan diduga bermula ketika terdapat pihak dari luar yang bukan nelayan hendak memperoleh solar bersubsidi di SPBN tersebut. Persoalan itu kemudian memicu protes hingga situasi di lokasi menjadi gaduh dan mendapat perhatian aparat serta Satgas BBM Pemkab Polewali Mandar.
Pengelola SPBN Takatidung, Suharto, mengatakan penyaluran BBM di SPBN memiliki kuota dan jadwal pasokan tertentu. Dalam sepekan, SPBN menerima sekitar 16 ribu liter BBM, masing-masing 8 ribu liter solar dan 8 ribu liter Pertalite.
Ia menjelaskan, pelayanan tidak diberikan secara bebas kepada seluruh pihak. Nelayan yang hendak mendapatkan BBM bersubsidi diwajibkan memiliki rekomendasi dari dinas terkait yang dilengkapi barcode. Ketentuan tersebut menjadi dasar bagi pengelola dalam melakukan pelayanan dan pencatatan pembelian BBM.
Ketua Satgas BBM Pemkab Polewali Mandar, Dr. Agusniah Hasan Sulur, menegaskan persoalan serupa tidak boleh kembali terjadi. Menurutnya, nelayan yang tidak mengantongi surat rekomendasi dari dinas tidak dapat dilayani untuk memperoleh BBM bersubsidi.
“Kalau tidak memiliki rekomendasi dari dinas, tidak bisa dilayani,” tegas Agusniah. Ia menyebut Satgas juga akan berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengupayakan tambahan pasokan sehingga kebutuhan nelayan dapat terlayani.
Sementara itu, Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Polman, Serka Joko Purnomo, menilai persoalan di lapangan juga berkaitan dengan ketidakseimbangan antara jumlah kapal nelayan dan dokumen rekomendasi yang tersedia. Ia mencontohkan, di wilayah Pambusuang terdapat sekitar 1.000 kapal, sementara surat rekomendasi yang tersedia hanya sekitar 80.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan distribusi BBM bersubsidi tidak semata berkaitan dengan ketersediaan stok, tetapi juga menyangkut ketepatan administrasi dan mekanisme pelayanan. Satgas BBM bersama pihak terkait pun turun langsung untuk memastikan situasi tetap kondusif sekaligus mencegah persoalan serupa kembali terjadi.
Dalam pemantauan tersebut, Satgas BBM yang turun ke lapangan terdiri dari Ketua Satgas yang juga Kadis Perindagkop Polewali Mandar, Dr. Agusniah, Asisten II Pemkab Polman Andi Masri Masdar, serta unsur Sat Intelkam Polres Polman. Pemerintah berharap penyaluran BBM bersubsidi di SPBN Takatidung dapat berjalan lebih tertib dan tepat sasaran, khususnya bagi nelayan yang telah memenuhi persyaratan.
***
Kontributor: Deby Akbar
Editor: Iman Amirullah



