Ruminews.id, Makassar — Suasana hangat, penuh syukur, dan kasih persaudaraan menyelimuti Baruga Kare, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Pada Hari Selasa malam (04/08/2026). Uskup Emeritus Keuskupan Agung Makassar (KAMS), para pastor, suster, frater, umat Katolik, organisasi kepemudaan dan organisasi masyarakat (ormas) di lingkungan Gereja Katolik Keuskupan Agung Makassar, perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ketua Pemuda Hindu Darma Sulsel, Ketua GAMKI Sulawesi Selatan, masyarakat sipil lintas agama dan iman, serta Aliansi Peduli Hewan Indonesia berkumpul untuk merayakan Hari Ulang Tahun Imamat ke-28 RD. Albert Arina, Pr. Pastor Moderator Kerawam HAK-KAMS.
Perayaan dirayakan dengan jamuan ramah tamah, kuis, serta hiburan dari penyanyi jalanan Kota Makassar. Kegiatan tersebut menjadi momentum reflektif sekaligus penuh sukacita bagi Pastor Albert Arina yang telah lebih dari dua dekade mengabdikan hidupnya dalam pelayanan rohani dan sosial.
Dalam sambutannya, Pastor Albert Arina yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Kerawam dan HAK (Kerasulan Awam dan Hubungan Antaragama dan Kemasyarakatan) Keuskupan Agung Makassar mengenang perjalanan 28 tahun imamatnya sebagai sebuah pengabdian panjang yang penuh dinamika.
Ia mengatakan, perayaan syukur 28 tahun imamat tidak hanya dimaknai sebagai ungkapan syukur atas panggilan menjadi imam, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali menggelorakan semangat kebangsaan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
”Dalam Rangka Perayaan Syukur Sudah 28 Tahun Imamat Saya menjadi Imam demi kepentingan Gereja, Bangsa dan Negara dikesempatan yang baik – penuh kasih ini Saya kembali ingin Kita Menggelorakan Semangat Kebangsaan karena juga bertepatan menjelang 17 Agustus 2026 Kemerdekaan Republik Indonesia jadi di hari ulang Tahun Imamat ini Saya kaitkan dengan Giat Kebangsaan supaya umat dan masyarakat memang sungguh memiliki sikap Nasionalisme yang tinggi dan Cinta Tanah Air jadi tidak hanya sebagai umat Katolik itu tidak cukup dia harus memiliki Sikap Nasionalisme,” ujar Pastor Albert.
Sebagai Pastor Moderator Kerawam HAK-KAMS, Pastor Albert menegaskan bahwa panggilan menjadi imam tidak hanya berkaitan dengan kehidupan spiritual, tetapi juga diwujudkan melalui upaya merawat persaudaraan, harmoni, toleransi, dan perdamaian di tengah situasi lokal maupun dunia yang penuh tantangan.
”Dan sebagai Pastor Moderator Kerawam HAK-KAMS Menjadi Imam bukan hanya soal hidup spiritual di ruang batin, karena sampai hari ini Kita senantiasa merawat silahturahmi dalam harmoni toleransi dan perdamaian walaupun situasi lokal – dunia sedang tidak baik-baik saja, maka dari itu kembali saatnya Kita sebagai Warga Negara dan Umat Katolik senantiasa tetap Bersolidaritas.”
Pada kesempatan tersebut, Pastor Albert juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda Katolik dalam membangun wajah Gereja yang inklusif dan penuh harapan. Menurutnya, Gereja membutuhkan kader-kader muda yang memiliki visi, aktif berkontribusi, serta mampu membangun kerja sama dengan berbagai pihak.
”Kita membutuhkan kader-kader muda yang visioner, aktif, dan mampu menjalin kerja sama dengan siapa pun. Di tangan merekalah wajah gereja masa depan akan dibentuk,” tegasnya.



