OPINI

HMI Cabang Gowa Raya Puji Keberanian Prof. Sufmi Dasco Hadapi Rakyat Tanpa Takut

Penulis: Muh Thafdil Wirawan S — Kabid PTKP HmI Gowa Raya

Ruminews.id, GOWA — Kepala Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Kepemudaan (PTKP) HMI Cabang Gowa Raya mengapresiasi keberanian Prof. Sufmi Dasco Ahmad yang memilih menemui langsung massa aksi PATI serta berani mengambil sikap politik dengan menyatakan pengunduran dirinya dari jabatan.

Sikap tersebut dinilai sebagai bentuk keberanian seorang pejabat publik dalam menghadapi tekanan dan kritik masyarakat. Menurut Kabid PTKP HMI Cabang Gowa Raya, pejabat negara seharusnya tidak bersembunyi di balik kekuasaan ketika berhadapan dengan tuntutan rakyat.

“Kami mengapresiasi keberanian Prof. Sufmi Dasco menemui massa aksi. Di tengah budaya kekuasaan yang sering kali menjadikan kritik sebagai ancaman, keberanian untuk turun langsung dan mendengar suara rakyat adalah sikap yang patut dihargai,” tegasnya.

Ia menilai, keberanian menemui massa aksi merupakan konsekuensi logis dari jabatan publik. Kekuasaan pada dasarnya bukan ruang untuk menjaga kenyamanan elite, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat.

Lebih jauh, pengunduran diri dari jabatan harus dipandang sebagai bentuk tanggung jawab politik, bukan sekadar langkah untuk meredam kemarahan publik.

“Mengundurkan diri bukan berarti persoalan selesai. Justru setelah itu publik harus memastikan apakah keputusan tersebut benar-benar menjadi bentuk pertanggungjawaban atau hanya menjadi jalan keluar dari tekanan politik. Rakyat tidak membutuhkan drama politik, rakyat membutuhkan keberanian, transparansi, dan perubahan nyata,” lanjutnya.

HMI Cabang Gowa Raya juga menegaskan bahwa keberanian pejabat menemui massa aksi harus menjadi preseden bagi pejabat negara lainnya. Kritik mahasiswa dan masyarakat tidak semestinya dipandang sebagai ancaman terhadap kekuasaan, tetapi sebagai mekanisme kontrol dalam negara demokrasi.

“Jangan hanya berani ketika berada di balik meja kekuasaan. Pejabat harus berani berdiri di hadapan rakyat, mendengar kritik, mempertanggungjawabkan kebijakan, dan mengambil konsekuensi atas keputusan yang dibuat. Sebab demokrasi tanpa keberanian untuk mendengar rakyat hanyalah demokrasi yang kehilangan substansinya,” tutup Kabid PTKP HMI Cabang Gowa Raya.

HMI Cabang Gowa Raya menegaskan akan terus mengawal setiap kebijakan publik dan memastikan ruang demokrasi tetap terbuka bagi mahasiswa dan masyarakat untuk menyampaikan kritik secara konstitusional.

Kekuasaan boleh berganti, jabatan boleh berakhir, tetapi suara rakyat tidak boleh dibungkam.

Share Konten

Opini Lainnya

Muzakkir (5)
Sebuah Refleksi atas Fenomena Politik Lokal dan Anatomi Kekuasaan di Balik Layar
Muzakkir (4)
Dari Statistik Menuju Keadilan: Kritik atas Perencanaan Pendidikan yang Belum Responsif Gender
Muzakkir (3)
Hutan Terus Terbakar, Udara Semakin Tercemar: Sampai Kapan Kesehatan Masyarakat Harus Jadi Korban?
Muzakkir (3)
Karhutla sebagai Fakta Sosial: A. Muh. Ihsan Amu Soroti Disorientasi Kebijakan dan Desak Negara Bertindak Tegas
Muzakkir (6)
Menagih Hak atas Udara Bersih di Tengah Kepungan Asap
Muzakkir (5)
Kabut Menyebar Hingga Ke Daerah: Saatnya Negara Ambil Sikap Tidak Sekedar Menyaksikan
Muzakkir (4)
Loyalitas Tanpa Kemandirian: Ironi Regenerasi dalam Tubuh PMII
Muzakkir (3)
Karhutla dan Kegagalan Negara Menjamin Hak Atas Udara Bersih
Muzakkir (7)
Kekuasaan Menguat, Kenegarawanan Melemah: Siapa Untung, Siapa Menanggung Beban?
Muzakkir (5)
Tallasa Kamase-Masea: Nyanyian Hitam dari Tanah Kajang untuk Mengguncang Menara Gading
Scroll to Top