Hanura Konsolidasi di 21 Provinsi, Target Lengkapi Struktur hingga Akhir Oktober 2026

Partai Hanura

Ruminews.id, Pekanbaru — Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menargetkan penguatan struktur organisasi di seluruh daerah sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029. Hingga awal Oktober 2026, Tim Task Force Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura telah mengunjungi 21 dari 38 provinsi untuk melakukan konsolidasi internal.

Ketua Tim Task Force DPP Hanura, Patrice Rio Capella, mengatakan rangkaian kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi organisasi di daerah sekaligus semangat kader dalam mempersiapkan diri menghadapi pemilu mendatang.

“Dari 21 provinsi yang kami datangi, tidak ada keraguan, dan tidak ada sikap yang meragukan. Mereka yakin, Hanura bisa bangkit pada pemilu 2029 yang akan datang,” kata Rio setelah konsolidasi dan rapat teknis bersama DPD dan DPC Hanura se-Provinsi Riau di Hotel Grand Central, Pekanbaru, Selasa (5/10/2026).

Dalam kunjungan ke Riau, Rio didampingi Sekretaris Task Force DPP Hanura Phil Hanurani Prajanto, Bendahara Task Force Indah Sri Rezeki, serta empat anggota, yakni Ratna Ester Lumban Tobing, Yossie Indra Pramana, Che Raihan, dan Yusuf.

Mereka bertemu dengan jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC) tingkat kabupaten dan kota, serta anggota DPRD dari Hanura se-Provinsi Riau. Dalam kegiatan tersebut, DPP Hanura juga memberikan bantuan sebesar Rp105 juta untuk mendukung penguatan struktur partai hingga tingkat akar rumput.

Rio mengatakan konsolidasi organisasi akan terus berlanjut di 17 provinsi lainnya. DPP Hanura menargetkan seluruh struktur Pimpinan Anak Cabang (PAC) atau kepengurusan tingkat kecamatan dapat terbentuk secara lengkap pada akhir Oktober 2026.

“Konsolidasi akan terus berjalan sampai semua Pimpinan Anak Cabang (pengurus tingkat kecamatan, red) lengkap 100 persen pada akhir Oktober 2026,” ujarnya.

Selain melengkapi struktur kepengurusan, Tim Task Force juga melakukan komunikasi intensif dengan pengurus DPC di berbagai daerah. Kegiatan tersebut mencakup pertukaran pengalaman mengenai pengelolaan organisasi dan upaya meningkatkan peran partai di tingkat lokal.

Menurut Rio, penguatan struktur menjadi salah satu modal bagi Hanura untuk membangun mesin politik menjelang Pemilu 2029. Ia menyebut semangat kader saat ini berbeda dibandingkan dengan kondisi menjelang Pemilu 2024.

“Hari ini, semangat kader-kader Hanura berbeda dengan Pemilu 2024 lalu. Hari ini, muncul optimisme, kepercayaan diri, dan semangat untuk menghadapi pemilu yang akan datang,” tegasnya.

Rio mengakui bahwa membangun kembali struktur partai di seluruh provinsi membutuhkan waktu, terutama karena kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang membuat mobilitas antardaerah tidak selalu mudah. Meski demikian, ia menyatakan DPP tetap menargetkan penyelesaian struktur organisasi agar partai dapat memusatkan perhatian pada persiapan pemilu berikutnya.

Khusus di Riau, Rio menilai perkembangan pembentukan DPC dan PAC telah memasuki tahap penyelesaian. Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Ketua DPD Hanura Riau, Arsadianto Rachman, yang dinilainya membawa perubahan dalam persiapan menghadapi Pemilu 2029.

“Tidak ada satu pun kekhawatiran dari kami soal posisi Hanura di Provinsi Riau. Kepemimpinan Bang Arsadianto membawa perubahan besar di Hanura Provinsi Riau,” ujarnya.

Sementara itu, Arsadianto Rachman menyatakan jajaran Hanura Riau siap menjalankan target konsolidasi yang ditetapkan DPP. Menurutnya, penguatan struktur kepengurusan di daerah menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan perolehan suara pada pemilu mendatang.

“Jajaran Hanura Riau akan menjalankan target yang disampaikan Tim Task Force. Penguatan struktur dan konsolidasi di daerah menjadi bagian dari persiapan menuju Pemilu 2029. Dengan semangat juang ini, kami optimis mencapai target,” kata Arsadianto.

Hanura kini melanjutkan konsolidasi ke daerah-daerah yang belum dikunjungi. Partai tersebut menargetkan penyelesaian struktur hingga tingkat kecamatan sebagai salah satu langkah untuk memperkuat kesiapan organisasi menjelang Pemilu 2029.

Share

Scroll to Top