Makassar

Daerah, Makassar, Pendidikan

Darubiah untuk negeri : Seminar Program Kerja KKNT 114 UNHAS desa Darubiah

ruminews.id, Makassar – Desa Darubiah menjadi saksi semangat perubahan dan kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat pesisir saat Mahasiswa KKNT Gelombang 114 Universitas Hasanuddin menyelenggarakan Seminar Program Kerja, Selasa, 15 Juli 2025. Bertempat di Balai Desa Darubiah, kegiatan ini mengangkat tema Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata, sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Seminar ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Darubiah, Ibu Dewi Asniar, S.E., yang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran para mahasiswa yang akan mengabdi selama lebih dari satu bulan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kontribusi nyata dari dunia kampus untuk membantu membuka potensi desa dan memberikan warna baru dalam dinamika sosial-ekonomi masyarakat. “Semangat mahasiswa ini adalah harapan baru bagi kami di desa, khususnya dalam menggali kekayaan alam dan tradisi lokal agar dapat dikenal lebih luas,” ujar Ibu Dewi Asniar. Desa Darubiah sendiri terdiri dari tiga dusun: Dauhe, Biralohe, dan Kasuso seluruhnya memiliki karakteristik kuat sebagai wilayah pesisir. Profesi utama masyarakat adalah nelayan, disertai dengan kekayaan budaya dan antusiasme tinggi dalam kehidupan sosial. Kekayaan lokal seperti makanan tradisional Uhu’-uhu’, potensi wisata pantai seperti Marumasa, Panaikang Birayya, dan Kasuso, serta tradisi tenun sarung (pattennung) menjadi perhatian khusus dalam penyusunan program kerja mahasiswa. Koordinator KKNT 114 Desa Darubiah, Adrian Hidayat, menyampaikan laporan tim yang berjumlah 9 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, terdiri dari 6 pria dan 3 wanita. Dalam sambutannya, Adrian mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat masyarakat dan memaparkan komitmen mahasiswa untuk bekerja sama, membaur, dan memberikan kontribusi optimal selama masa pengabdian. “Kami hadir di sini bukan hanya membawa nama kampus, tetapi juga semangat perubahan dan teknologi sebagai alat bantu agar Darubiah dapat bersaing dalam skala nasional hingga internasional,” ujar Adrian. Dosen Pembimbing Lapangan, Rahmatullah, S.I.P., M.Si., turut memberikan arahan dan semangat kepada para mahasiswa maupun masyarakat yang hadir. Ia menekankan pentingnya membimbing mahasiswa agar tetap dalam jalur semangat kemandirian, menjadikan potensi lokal sebagai dasar pengembangan program yang realistis dan berdampak nyata. “Mahasiswa hadir untuk belajar dan berbagi, tapi juga perlu bimbingan dari masyarakat agar proses pengabdian menjadi mutual-saling menguatkan,” tegas Rahmatullah. Dalam seminar ini, Mahasiswa KKNT 114 menyampaikan 10 usulan program kerja yang disusun berdasarkan hasil observasi, diskusi dengan tokoh masyarakat, dan kebutuhan mendesak di lapangan. Kesepuluh program tersebut difokuskan pada sektor ekonomi kreatif dan pariwisata, serta mengangkat semangat gotong royong dan kebersamaan desa. Seminar berlangsung hangat dan interaktif, dihadiri oleh tokoh masyarakat, pemuda desa, pengrajin lokal, dan perwakilan masing-masing dusun. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang menegaskan kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam membangun Darubiah yang mandiri, inovatif, dan tetap berakar pada nilai-nilai lokal. Dengan semangat bersama, Seminar Program Kerja KKNT Gel. 114 UNHAS di Desa Darubiah resmi dibuka sebagai awal dari perjalanan pengabdian yang diharapkan memberi manfaat luas bagi desa dan sebagai pengalaman berharga bagi mahasiswa.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Pemkot Makassar Operasikan Bus Sekolah Gratis, Berfitur Canggih dan Aman untuk Pelajar

ruminews.id, MAKASSAR – Dalam upaya menciptakan layanan transportasi yang lebih aman, nyaman, dan ramah lingkungan bagi pelajar, Dinas Perhubungan Kota Makassar terus berinovasi menghadirkan fasilitas terbaik. Salah satunya dengan mengoperasikan bus sekolah berbasis listrik yang dilengkapi berbagai fitur teknologi modern untuk memantau keselamatan dan mendukung kenyamanan siswa selama perjalanan. Sebagai wujud komitmen mendukung transportasi pelajar yang aman dan berkelanjutan, Dinas Perhubungan Kota Makassar kini mengoperasikan bus sekolah listrik dengan teknologi canggih untuk memantau keselamatan dan meningkatkan kualitas layanan. Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Makassar, Dr. Jusman, menjelaskan Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perhubungan terus memperkuat komitmen menghadirkan transportasi sekolah yang aman, nyaman, dan modern. “Saat ini, layanan bus sekolah gratis telah memiliki lima koridor utama yang melayani puluhan sekolah di berbagai wilayah kota,” jelasnya, Selasa (15/7/2025). Menariknya, tiga unit di antaranya sudah menggunakan bus berbasis listrik yang dilengkapi teknologi canggih untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pelajar. Selain itu, kata dia. Tersedia sejumlah fitur modern yang disematkan pada armada bus listrik ini. “Bus listrik kita memiliki CCTV dan NVR yang memantau aktivitas sopir dan penumpang secara real-time, sensor berbasis AI untuk mendeteksi perilaku berisiko,” katanya. “Ada juga sistem komunikasi langsung antara sopir dan operator admin,” tambah Jusman. Selain itu, bus listrik dilengkapi fasilitas pendukung pembelajaran dan hiburan bagi siswa. Fitur-fitur canggih bus listrik meliputi. CCTV dan NVR, memantau aktivitas sopir dan penumpang secara langsung. Sedangkan, sensor AI: mendeteksi perilaku mencurigakan atau membahayakan keselamatan. Kemudian, sistem informasi dan komunikasi: memungkinkan interaksi cepat antara sopir dan operator pusat. “Akses internet gratis: dapat dimanfaatkan pelajar selama perjalanan,” tuturnya. Selanjutnya, Smart TV: menayangkan materi edukasi dan hiburan. Serta Mobile Apps: memantau lokasi dan aktivitas bus secara transparan. Fitur-fitur tersebut dinilai sangat penting dalam mendukung keselamatan berkendara dan mencegah potensi pelanggaran lalu lintas. “Kami berharap dengan hadirnya bus listrik ini, shifting dari kendaraan pribadi ke angkutan umum semakin meningkat, sehingga risiko kecelakaan lalu lintas dapat ditekan,” terang Jusman. Data Route Safety Kota Makassar, sejak operasi mencatat rata-rata 100 hingga 115 ribu jiwa menjadi korban kecelakaan lalu lintas setiap tahun, dengan rentang usia korban didominasi pelajar berusia 15–20 tahun. Oleh karena itu, keberadaan bus sekolah gratis berbasis listrik menjadi langkah strategis Pemkot Makassar untuk menciptakan transportasi yang lebih aman, nyaman, sekaligus ramah lingkungan. “Kami mengimbau orang tua dan pihak sekolah untuk memanfaatkan fasilitas ini,” imbuhnya. Saat ini, layanan bus sekolah gratis tercatat melayani ribuan siswa setiap bulan di lima koridor utama. Apalagi minat pelajar terhadap fasilitas ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Dalam satu hari rata-rata ada sekitar 200 siswa yang memanfaatkan bus sekolah, dengan tingkat okupansi sekitar 80 hingga 90 persen. “Jika dihitung per bulan sepanjang 2025, rata-rata jumlah siswa yang terlayani sekitar 2.252 orang,” jelas Jusman. Operasional bus sekolah dimulai setiap hari sekolah pukul 06.00 hingga 06.30 pagi, tergantung jarak keberangkatan di masing-masing rute. Bus akan mengangkut siswa TK, SD, SMP, hingga SMA menuju sekolah-sekolah yang sudah ditetapkan di lima koridor. Saat ini, Dishub Makassar mengoperasikan lima unit bus, terdiri dari: 3 unit bus listrik berkapasitas medium (32 kursi, panjang 8 meter) “Kemudian, 2 unit bus berbahan bakar BBM, terdiri dari 1 bus medium (32 kursi) dan 1 bus kecil (16 kursi),” ungkapnya. Semua armada melayani jalur yang sama dalam lima koridor, dengan rute yang sudah disesuaikan agar menjangkau kawasan padat penduduk dan sekolah-sekolah di Makassar. Lebih dari sekadar transportasi, program ini juga dirancang untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan. “Selain meningkatkan akses pendidikan, layanan ini sekaligus meringankan beban keluarga kurang mampu. Tahun ini, kami berupaya agar semakin banyak siswa dari keluarga prasejahtera yang bisa merasakan manfaatnya,” harap Jusman. Untuk 2025, pihaknya tengah melakukan evaluasi dan pengembangan skema baru agar layanan semakin menjangkau lebih banyak pelajar, khususnya yang berasal dari keluarga miskin. “Pemkot Makassar berharap program bus sekolah gratis dapat menjadi solusi transportasi yang aman dan mendukung pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah kota,” tukasnya.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Wakil Wali Kota Makassar Terima Audiensi LPMI Bahas Potensi Kerjasama dan Kegiatan EXPLORASI BUDAYA

ruminews.id, MAKASSAR, – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi dari Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI) di Ruang Wakil Wali Kota, Senin (14/07/2025). Audiensi ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus wadah diskusi antara Pemerintah Kota Makassar dan LPMI, terkait potensi kolaborasi dalam bidang kepemudaan, kebudayaan, dan pelayanan masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, LPMI diwakili oleh Direktur Nasional Petrus Kondorura, Ketua Panitia Yunus Siang, serta sejumlah koordinator pelayanan mahasiswa dan pemuda. Mereka juga menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan EXPLO yang akan melibatkan generasi muda dalam eksplorasi nilai-nilai budaya, pelayanan gereja, dan pengembangan karakter kepemimpinan mahasiswa. Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan bahwa Pemerintah Kota Makassar mendukung kegiatan positif yang digagas oleh anak muda, terlebih yang mengangkat kekayaan budaya serta mendorong semangat toleransi dan kolaborasi lintas komunitas. “Kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa pemuda Makassar dan Indonesia pada umumnya punya semangat kuat untuk terlibat aktif dalam membangun masyarakat, melalui pendekatan budaya, edukasi, dan pelayanan,” ujar Aliyah Mustika Ilham. Audiensi ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat Pemkot Makassar, yakni Kepala Badan Kesbangpol Dr. H. Fathur Rahim, ST., MT, Kabid Pengembangan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga, Bryan Ramadhan Brahman, S.STP, serta Kepala Dinas Kebudayaan, Andi Patiware, S.STP., M.M. Ketiganya turut memberikan pandangan dan membuka ruang kerjasama lintas sektor sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Selain membahas teknis pelaksanaan kegiatan, diskusi juga menyentuh pentingnya pelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi, serta bagaimana peran mahasiswa dan pemuda sebagai agen perubahan. Pertemuan ini diakhiri dengan semangat kolaborasi dan kesepahaman untuk membangun Makassar sebagai kota yang inklusif, toleran, dan kaya akan nilai-nilai budaya.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Sulsel

ruminews.id,MAKASSAR — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri acara Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar di Makassar, Senin (14/7/2025). Acara resmi ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan memori serah terima jabatan dari pejabat lama kepada pejabat baru. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, yang secara resmi melantik Rasono, Ak., M.M., M.H. sebagai Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulsel, menggantikan pejabat sebelumnya. Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sudirman menyampaikan harapannya agar pejabat baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan terus memperkuat fungsi pengawasan internal pemerintah demi tata kelola yang bersih dan akuntabel. “Pemerintahan membutuhkan pengawasan dan pendampingan mewujudkan tata kelola yang efektif, efisien, dan transparan. Penguatan pengawasan menjadi kunci utama dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas,” ujarnya. Sambutan Kepala BPKP disampaikan oleh Deputi Kepala BPKP Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pangan, Bapak Susilo Widhyantoro, Ak., M.EcDev., CA., CRMA., CCSA. Dalam sambutannya, menegaskan pentingnya peran BPKP sebagai early warning system dalam mendukung terciptanya pemerintahan yang bersih, transparan, dan melayani, serta mendorong sinergi antarlembaga untuk mempercepat pencapaian tujuan pembangunan nasional dan daerah. Turut hadir dalam acara tersebut jajaran pejabat dari berbagai instansi vertikal dan pemerintah daerah. Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, turut memberikan apresiasi atas proses transisi yang berlangsung dengan baik. Ia berharap sinergi antara BPKP dan pemerintah daerah semakin kuat ke depan. “Selamat kepada Bapak Rasono atas amanah barunya. Kami berharap kerja sama dan sinergi antara BPKP dan Pemerintah Kota Makassar terus diperkuat, khususnya dalam upaya meningkatkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang akuntabel,” ujar Aliyah Mustika Ilham. Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama serta pemberian selamat dari seluruh tamu undangan. sebagai bentuk simbolis komitmen bersama dalam mendukung penguatan pengawasan dan tata kelola pemerintahan yang baik di Provinsi Sulawesi Selatan.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Makassar Punya Arena Padel Modern, Wali Kota Ajak Masyarakat Aktif Berolahraga

ruminews.id, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi meresmikan Lapangan Padel Top Spin Arena Makassar sekaligus membuka Kasih Keras Private Padel Tournament, yang berlangsung di Kecamatan Tamalate, Minggu (13/7/2025). Peresmian fasilitas olahraga ini ditandai dengan pengguntingan pita dan pertandingan ekshibisi perdana yang diikuti para pemain padel lokal. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, penggiat olahraga, serta kalangan muda yang antusias menyaksikan turnamen perdana di arena ini. Dalam sambutannya, Wali Kota Munafri menyampaikan apresiasi atas inisiatif pembangunan arena padel yang dinilai menjadi ruang positif bagi masyarakat Makassar. “Top Spin Arena Makassar ini adalah sebuah hal yang sangat baik, sangat positif, bukan hanya sebagai sarana olahraga,” ujarnya. Lebih dari itu, menurut Appu hadirnya Spin Arena ini menjadi tempat untuk bersilaturahmi, memperkuat kebersamaan, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di sekitar kawasan. Ia juga menekankan tingginya minat masyarakat, terutama kalangan muda, terhadap olahraga padel. Hal ini menjadi indikasi bahwa Makassar memiliki potensi besar dalam pengembangan cabang olahraga yang relatif baru ini. “Selama ini banyak adik-adik kita yang menunggu kesempatan bisa bermain padel. Sekarang fasilitasnya sudah tersedia,” katanya. “Ini artinya animo masyarakat sangat tinggi. Kita berharap olahraga padel semakin digemari, menjadi bagian gaya hidup sehat, dan menciptakan atmosfer kompetisi yang positif,” tambahnya. Dengan hadirnya Top Spin Arena Makassar, Pemerintah Kota berharap fasilitas ini menjadi contoh pengembangan infrastruktur olahraga modern di wilayah perkotaan, sekaligus ruang aktivitas sehat dan produktif bagi warga. Munafri secara khusus juga membawa keluarganya dalam kesempatan tersebut, sebagai bentuk dukungan agar generasi muda Makassar lebih mengenal dan mencintai olahraga padel. “Kepada seluruh peserta, saya ucapkan selamat bertanding. Bermainlah dengan semangat fair play,” harapnya. Selain peresmian lapangan, acara ini dirangkai dengan pembukaan Kasih Keras Private Padel Tournament yang diikuti sejumlah tim dan pemain perorangan. Turnamen bersifat fun games dengan semangat persahabatan dan sportivitas. “Turnamen ini bukan sekadar kompetisi, tapi juga ajang untuk menjalin silaturahmi. Semoga berjalan aman, lancar, dan membawa dampak positif bagi olahraga di Makassar,” pungkasnya.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Pemkot Makassar dan Pegadaian Konsolidasikan Bank Sampah, Menuju Zero Waste

ruminews.id, MAKASSAR – Dalam upaya menciptakan kota yang lebih bersih dan berkelanjutan, Pemerintah Kota Makassar terus menggencarkan kolaborasi lintas sektor untuk menangani persoalan sampah. Salah satu langkah strategis dilakukan bersama PT Pegadaian dengan mengonsolidasikan pengelolaan bank sampah yang tersebar di berbagai daerah. Inisiatif ini bukan hanya mendorong penurunan volume sampah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa sampah memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan masyarakat. “Melalui sinergi ini, Pemkot Makassar optimistis target Zero Waste 2029 dapat tercapai secara bertahap dan terukur,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, saat sambutan pada giat Pemerintah Kota Makassar bersama PT Pegadaian Kantor Wilayah IV Makassar menggelar kegiatan konsolidasi pengelolaan bank sampah, Minggu (13/7/2025). Acara ini berlangsung di Kantor Pegadaian Wilayah IV, Jalan Pelita Makassar, dengan melibatkan perwakilan bank sampah dari Makassar, Gowa, Pinrang, hingga Bulukumba. Helmy Budiman, menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat perluasan pengelolaan sampah, termasuk melalui sinergi dengan Pegadaian. “Kegiatan ini sangat baik dan penting dalam upaya menurunkan volume sampah dan mencapai target zero waste pada tahun 2029,” jelas Helmy. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor perlu diperluas mengingat persoalan sampah yang semakin kompleks. Pemkot Makassar terus mendorong agar berbagai pihak ikut berperan aktif mencari solusi, sekaligus memberi nilai ekonomi bagi masyarakat. Helmy mencontohkan sejumlah inovasi pengelolaan sampah yang kini mulai diterapkan, seperti penggunaan enzim pengurai di Hotel Merkur, serta program Pegadaian yang memungkinkan masyarakat menukar sampah menjadi tabungan emas. “Ini contoh konkret bagaimana sampah bisa punya nilai baru dan menjadi peluang ekonomi. Harapannya, langkah-langkah seperti ini bisa menginspirasi masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah,” tuturnya. Ia menambahkan, Pemkot Makassar berkomitmen memperkuat edukasi dan kolaborasi, agar upaya pengurangan sampah tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan betul-betul menjadi kebiasaan di tengah masyarakat. Melalui konsolidasi ini, Pemkot Makassar bersama Pegadaian menyiapkan langkah tindak lanjut berupa pelatihan, penguatan kelembagaan bank sampah. “Serta program insentif yang diharapkan mampu mempercepat tercapainya target lingkungan bersih dan berkelanjutan di Sulawesi Selatan,” tuturnya. Pada kesempatan ini, PT Pegadaian Kantor Wilayah IV Makassar terus memperkuat komitmennya dalam pengelolaan lingkungan melalui pembinaan bank sampah yang tersebar di berbagai daerah. Deputy Operasional Kantor Wilayah IV Pegadaian Makassar, Jainuddin, menjelaskan bahwa konsolidasi ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap program pembinaan bank sampah yang telah dijalankan sejak tahun 2018. “Sejak 2018, Pegadaian secara aktif membina bank-bank sampah di wilayah masing-masing,” ujarnya. Menurutnya, konsolidasi ini menjadi forum penting untuk membahas tantangan yang dihadapi selama proses pembinaan, sekaligus memberikan arahan tambahan kepada bank sampah binaan. Ia menyebutkan, selain edukasi dan arahan, Pegadaian juga memberikan stimulus berupa fasilitas dan sarana prasarana guna mendukung operasional bank sampah agar berjalan lebih optimal. Dalam kegiatan tersebut, lanjut Jainuddin, dibahas juga aspek pelayanan dua arah: baik pelayanan Pegadaian kepada bank sampah maupun sebaliknya. “Tujuannya, untuk menemukan solusi yang tepat demi meningkatkan kinerja dan efektivitas program secara menyeluruh,” tuturnya. Salah satu program unggulan yang dibahas adalah mekanisme penukaran sampah menjadi tabungan emas. Sampah yang masih memiliki nilai jual atau bisa didaur ulang akan dikonversi menjadi saldo tabungan emas atas nama anggota bank sampah. Melalui program ini, sampah yang bernilai dijual, lalu nilainya dihitung dan dikonversi menjadi tabungan emas. Apalagi Pegadaian menbina 30 Bank sampah di Kota Makassar. “Di Kota Makassar sudah 30 bank sampah binaan kita di Pegadaian. Masyarakat bisa menabung dari sampah, dan pada akhirnya, hal ini memberi motivasi baru dalam mengelola sampah,” katanya. Jainuddin berharap, melalui sinergi antara Pegadaian dan bank sampah, program ini mampu memberikan dampak signifikan dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih. “Target kita jelas, mengolah sampah, menabung emas, dan mendorong terwujudnya zero waste di Makassar,” tutupnya.

Makassar, Pemerintahan

Ribuan Motor Gede Bakal Meriahkan Makassar, Wali Kota Munafri Pastikan Berikan Dukungan Penuh

ruminews.id, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar memastikan kesiapan penuh menyambut gelaran Sulawesi Bike Week yang akan berlangsung pada bulan September mendatang. Event berskala nasional ini diproyeksikan menjadi pendongkrak ekonomi lokal dan wahana promosi pariwisata kota Makassar sebagai tuan rumah yang ramah bagi komunitas otomotif Tanah Air. “Kami Pemerintah Kota akn support penuh event ini. Kami sangat gembira dan menyambut baik acara Sulawesi Bike Week ini,” hal itu disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menjamu rombongan Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) di Rumah Jabatan Wali Kota, Sabtu (12/7/2025). Hadir pada kesempatan ini, Dewan Kehormatan HDCI Pusat, Ilham Arief Sirajuddin atau bro IAS (nama yang disapa di komunitas tersebut). Munafri dan IAS terlihat akrab saling canda penuh makna di momentum tersebut. Sulawesi Bike Week 2025 diproyeksikan akan diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya komunitas otomotif roda dua. Berbagai rangkaian acara mulai dari konvoi, pameran motor, pertunjukan musik, hingga bazar UMKM. Pihak, Pemkot Makassar mengajak seluruh elemen masyarakat. Juga pelaku usaha, dan komunitas kreatif untuk berkolaborasi menyukseskan event ini demi memperkuat citra kota Makassar sebagai salah satu destinasi event otomotif nasional. “Kami berharap event ini bisa menjadi cerminan pengalaman menyenangkan bagi seluruh bikers yang datang ke Kota Makassar,” tambah Munafri. Sulawesi Bike Week 2025, yang diselenggarakan oleh HDCI Makassar, akan digelar di Makassar pada tanggal 5-6 September, di anjungan Pantai Losar. Acara ini diprediksi akan dihadiri ribuan penggemar motor besar, khususnya Harley-Davidson, dari seluruh Indonesia, dan diharapkan dapat menjadi ajang silaturahmi terbesar bagi komunitas motor gede di Indonesia. Selain itu, Sulawesi Bike Week 2025 juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal Makassar, dengan perkiraan peningkatan omzet di sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan UMKM selama perhelatan acara. Lebih lanjut, Appi menekankan pihaknya telah melakukan komunikasi intensif dengan panitia penyelenggara untuk memastikan seluruh aspek teknis dan pendukung kegiatan berjalan optimal. Ia berharap warung UMKM, dan semua tempat yang akan menjadi titik singgah bikers bisa menambah perputaran ekonomi, juga mempersiapkan diri lebih awal. “Juga harus dipasarkan secara luas agar atmosfer event ini sudah terasa sebelum hari H nantinya,” tutur politisi Golkar itu. Pemkot Makassar juga memastikan dukungan fasilitas dan pengamanan maksimal selama pelaksanaan kegiatan, termasuk area parkir khusus motor gede (moge) dan pengaturan lalu lintas. “Kami siap mendukung penuh, mulai dari penyediaan lokasi strategis hingga pengamanan agar semua peserta merasa nyaman dan aman,” tegas Munafri. Selain aspek hiburan dan komunitas, Sulawesi Bike Week diharapkan memberi dampak langsung pada perputaran ekonomi Makassar. Wali Kota optimistis kegiatan ini akan mendongkrak okupansi hotel, transaksi UMKM, dan belanja wisatawan domestik. “Event ini punya potensi menjadi kegiatan tahunan berskala besar. Harapannya citra Kota Makassar semakin positif sebagai tuan rumah yang profesional dan ramah,” ungkap Munafri. Lebih jauh, Munafri menekankan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk menjadikan kalender event sebagai program prioritas yang berkelanjutan. Dimana setiap bulan ada event yang menarik, sehingga aktivitas ekonomi terus bergerak. “Pemerintah kota akan mengalokasikan anggaran besar untuk mendukung berbagai event agar dampaknya bisa dirasakan masyarakat luas,” tandasnya. Sedangkan, Ketua Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) Makassar, Syamsir Syamsu Mappa, mengungkapkan kesiapan pihaknya untuk menyelenggarakan ajang Sulawesi Bike Week pada 5–6 September mendatang. Acara yang digelar setiap empat tahun sekali ini direncanakan akan menjadi salah satu event otomotif terbesar di kawasan Timur Indonesia, dengan estimasi peserta sekitar 400 hingga 500 bikers dari berbagai daerah. “Perkiraan peserta sekitar 400–500 orang. Kami juga melibatkan komunitas lintas motor,” ujar Syamsir “Terima kasih banyak Pak Wali Kota atas sambutan yang luar biasa. Ini event per empat tahun, nanti akan finish di Kota Makassar,” tambah dia. Ia menjelaskan, dalam Sulawesi Bike Week kali ini, panitia turut membuka kelas untuk motor berkubikasi 150 cc agar semakin banyak pecinta roda dua bisa terlibat. Selain itu, para peserta juga akan melakukan touring menjelajahi sejumlah daerah di Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Gowa, Maros, dan wilayah lainnya. “Kami berharap event ini dapat memberi manfaat, mendatangkan tamu dari luar daerah, sekaligus mendukung promosi pariwisata di Kota Makassar,” tutup Syamsir.

Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Makassar Ajak HIPMI Kolaborasi Bangun Kota: “Jangan Malu Ketok Pintu”

ruminews.id, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyerukan peran aktif para pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk ikut mendorong roda pembangunan dan pertumbuhan ekonomi kota Makassar. Hal itu, disampaikan saat Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham, menunjukkan kekompakan menghadiri pelantikan HIPMI Kota Makassar, di Hotel Sherston, Jumat (11/7/2025). Kehadiran Munafri-Aliyah sekaligus menjadi momen ajakan terbuka kepada HIPMI untuk bersinergi aktif dalam pembangunan ekonomi di Kota Makassar. Munafri mengajak HIPMI untuk “turun gunung” mengambil bagian dalam ekosistem pembangunan yang semakin terbuka lebar. “Pemerintah Kota Makassar membutuhkan pelaku usaha yang berani, tangguh, dan siap mengeksekusi peluang nyata untuk pembangunan dan kemajuan Kota Makassar,” ajak Munafri. Dengan komitmen membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya, Appi menekankan pentingnya mentalitas pengusaha sejati, siap ambil risiko, dan tak ragu mengetuk pintu pemerintah. “Kami berharap HIPMI mampu melahirkan generasi konglomerat baru dari Indonesia Timur yang mampu menjaga keberlanjutan usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi daerah,” harap politisi Golkar itu. Lebih lanjut, Munafri menekankan pentingnya kolaborasi nyata antara pemerintah daerah dan para pengusaha muda. Ia menyerukan agar HIPMI tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat langsung dalam berbagai program pembangunan, khususnya dalam pemanfaatan belanja daerah yang bernilai hingga triliunan rupiah. “Kami di Pemerintah Kota Makassar, buka ruang selebar-lebarnya untuk HIPMI. Tapi jangan disuapi. Datang, bicara secara profesional, ikut aturan. Jangan malu untuk mengetuk pintu,” ajak Appi, disambut tepuk tangan tamu undangan. Ia mengungkapkan bahwa APBD Kota Makassar saat ini mencapai hampir Rp3-4 triliun, dengan belanja infrastruktur dan sektor lain yang sangat potensial digarap oleh pelaku usaha lokal. “Belanja kota ini besar, sampai 700 kilometer jalan bisa dibangun. Tapi siapa yang akan eksekusi ini kalau bukan kita,” lanjut mantan BPP HIPMI di erah Bahlil Lahadalia itu. Munafri juga mengingatkan pentingnya sikap rendah hati dan keberanian mengambil risiko sebagai karakter dasar seorang pengusaha. “Pengusaha harus mampu menunjukkan keseriusan, dan siap menghadapi risiko. Karena hanya petarung yang berani kalah bisa menang,” ujar mantan CEO klub sepak bola PSM Makassar ini. Lebih jauh, Wali Kota menantang HIPMI untuk mengambil peran dalam ekosistem kebutuhan dasar masyarakat. Ia menyebut bahwa dengan jumlah penduduk diatas 1 juta jiwa, Makassar membutuhkan suplai makanan, minuman, perumahan, hingga fasilitas hiburan—semua sektor yang bisa dijadikan peluang bisnis. “Kalau diatas juta orang butuh makan, artinya kita butuh 1,4 juta telur setiap hari. Siapa yang akan sediakan ini? HIPMI harus ambil bagian,” ucapnya dengan semangat. Ka menyampaikan harapan besar agar HIPMI Makassar bisa melahirkan pengusaha-pengusaha besar dari Indonesia bagian timur. Ia ingin melihat HIPMI bukan sekadar organisasi, tapi sebagai inkubator konglomerat masa depan. “Saya ingin anak-anak HIPMI jadi pengusaha tangguh, yang mampu menjaga keberlanjutan usaha, menjadi pionir perubahan, dan ikut mendorong kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. Acara pelantikan HIPMI Kota Makassar ini diharapkan menjadi tonggak awal kebangkitan sinergi antara pengusaha muda dan pemerintah daerah dalam membangun Makassar yang lebih inklusif, kuat, dan mandiri secara ekonomi. Appi mendorong para pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI Kota Makassar untuk mengambil peran strategis dalam menumbuhkan kewirausahaan lokal. “Kenapa ini penting? Karena kita belajar menumbuhkan entrepreneurship. Kalau jumlah wirausahawan kita sangat sedikit, ekonomi pasti berputar lambat,” tegas Munafri. Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemkot Makassar telah menyiapkan infrastruktur pendukung berupa Makassar Creative Hub. Fasilitas ini dirancang menjadi pusat peningkatan kapasitas pengusaha muda, mulai dari pelatihan keterampilan (upscaling), penguatan kompetensi (upgrading), hingga akses permodalan. “Makassar Creative Hub ini tempat kita membekali anak-anak muda. Bagaimana memanage keuangan, bagaimana menjadi pengusaha, dan bagaimana mengakses pembiayaan dengan mudah,” jelasnya. Munafri mengungkapkan, banyak keluhan muncul bahwa peluang kerja di Makassar terbatas. Namun faktanya, banyak pekerja dari luar daerah yang justru datang dan sukses di Makassar. Hal ini, menurutnya, menjadi pengingat bahwa peningkatan skill dan kompetensi adalah kunci untuk mampu bersaing. “Banyak bilang di Makassar susah cari kerja. Tapi orang Jakarta datang kerja di sini. Artinya kemampuan kita belum komplit dengan kebutuhan pemberi kerja. Makassar Creative Hub hadir untuk menjembatani itu,” ujarnya. Lebih lanjut, Munafri mengajak HIPMI agar tidak hanya berhenti di sektor usaha lokal, tetapi juga menyiapkan diri menuju level ekspor. Ia menekankan bahwa pengelolaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkualitas akan membuka peluang pengakuan internasional. “UMKM kita punya inkubator di dinas koperasi. Kalau sudah bisa ekspor, artinya tata kelolanya sudah maksimal. Ini yang harus kita kejar sama-sama,” sebutnya. Munafri optimistis, pengurus HIPMI yang baru dilantik hari ini akan menjadi embrio pengusaha besar dalam satu dekade ke depan. “Saya berharap 10-15 tahun dari sekarang, anak-anak HIPMI ini menjadi pemain-pemain penting dalam pasar nasional. Potensinya ada, peluangnya terbuka lebar,” harapnya lagi.

Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Munafri Akan Paparkan Program di Konferensi Komunikasi Internasional

ruminews.id, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima audiensi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (FISIP Unhas), selaku Panitia The 5th Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) International Communication Conference (AICCON 2025). Pertemuan berlangsung di Kantor Balai Kota Makassar, Jumat (11/7/2025) di ruangan kerja Wali Kota Makassar. Hadir Ahmad Yani dan Prof Muh Akbar serta Alem Febri Sony. Wakil Ketua Panitia penyelenggara, Alem Febri Sony, menyampaikan bahwa konferensi internasional tersebut akan digelar pada 30–31 Juli 2025. “Kedatangan kami hari ini untuk menyampaikan rencana penyelenggaraan konferensi dan memohon dukungan Pemerintah Kota Makassar, tanggal 30-31 Juli,” ujarnya. Lanjut dia, hajatan internasional ini akan menghadirkan sekitar 250 hingga 300 dosen Ilmu Komunikasi dari seluruh Indonesia, serta sejumlah pakar komunikasi dari Australia, Malaysia, Thailand, dan Indonesia. “Harapannya, seluruh peserta dapat merasakan langsung keramahan Kota Makassar yang bisa mereka bawa pulang dan ceritakan di daerah masing-masing,” jelas Alem. Konferensi internasional dengan tema “Menyelaraskan Suara Nusantara: Transformasi Komunikasi untuk Kemajuan Sosial, Ekonomi, dan Budaya Maritim,” ini akan dilaksanakan, di Unhas Hotel & Convention, Makassar. Acara ini bertujuan mengeksplorasi peran komunikasi dalam pembangunan maritim dengan menargetkan 200-250 peserta dari Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi se-Indonesia, akademisi, praktisi, serta para pemangku kepentingan lainnya. Panitia juga berharap Wali Kota dapat hadir secara langsung pada acara pembukaan konferensi. “Kami ingin Pak Wali bisa memberikan sambutan yang mengenalkan potensi, perkembangan, dan semangat kolaborasi Kota Makassar kepada para peserta,” harapnya. Konferensi ini rencananya akan menghadirkan Menteri Komunikasi dan Informatika Muda sebagai keynote speaker. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum strategis pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam bidang komunikasi. “Sekaligus memperkuat citra Makassar sebagai kota tujuan kegiatan akademik dan internasional,” tuturnya. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menyambut baik agenda internasional tersebut. Ia menyatakan komitmennya untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan AICCON 2025. Pemerintah Kota akan memastikan kesiapan penyambutan delegasi, termasuk fasilitasi informasi mengenai potensi daerah dan layanan publik di Makassar.

Makassar, Pemerintahan

Appi-Aliyah Temani Menteri AHY, Tinjau IPAL Losari, Optimalisasi Sambungan Rumah Tangga

ruminews.id, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Losari, Kamis (10/7/2025). Appi-Aliyah juga menjemput langsung AHY di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Kunjungar Menko AHY di Makassar, ini turut dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, serta jajaran Forkopimda Provinsi maupun Kota Makassar. Kunjungan AHY ke IPAL Losari, dengan peninjauan langsung proses pengolahan limbah, mulai dari tahap awal penyaringan hingga air olahan yang sudah aman dikembalikan ke badan air. Dalam kesempatan ini, AHY menegaskan pentingnya keberadaan IPAL bagi kota besar seperti Makassar, yang terus berkembang pesat dan semakin padat penduduk. “Saya hadir langsung di Makassar untuk melihat bagaimana IPAL Losari beroperasi. Instalasi limbah ini dibangun di atas lahan sekitar 2,3 hektare dengan pendanaan APBN, dan saat ini sudah mulai beroperasi,” ujar AHY. Menurut AHY, keberadaan IPAL yang modern dan terstandar sangat vital dalam menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat kota. Apalagi, aktivitas rumah tangga dan industri setiap hari menghasilkan limbah yang harus dikelola secara baik agar air limbah yang dibuang kembali ke badan air dalam kondisi aman dan layak. Ia berharap model pengelolaan limbah terpadu ini menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia. AHY menjelaskan, IPAL Losari memiliki kapasitas pengolahan air limbah yang sangat besar, yakni hingga 14–16 ribu meter kubik per hari. Namun, saat ini kapasitas yang terpakai masih di bawah 10 persen. “Produksi limbah yang diolah per hari baru sekitar 1.200 meter kubik. Artinya, potensi IPAL ini masih sangat besar. Tantangannya bukan pada kapasitas instalasinya, tapi pada sambungan rumah tangga yang masih minim,” jelas Ketua Umum DPP Demokrat itu. Ia pun mendorong pemerintah Kota Makassar, bersama pemerintah Provinsi Sulsel, untuk terus memperluas sambungan rumah tangga, agar lebih banyak limbah domestik dapat ditampung dan diolah. “Tadi saya dengar Pak Wali Kota, atas arahan Pak Gubernur, siap mengalokasikan anggaran setiap tahun untuk memperbanyak sambungan rumah tangga. Ini langkah yang sangat penting agar kapasitas IPAL bisa digunakan secara optimal,” tutur AHY. AHY menegaskan, pemerintah pusat tetap mendukung penuh optimalisasi IPAL, namun penguatan sambungan rumah tangga menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. “Jika saluran sambungan rumah diperluas, maka semakin banyak air limbah yang bisa diolah. Dampaknya langsung terasa bagi kebersihan lingkungan, kualitas kesehatan masyarakat, dan ekosistem perairan di sekitar kota,” imbuhnya. Diketahui, proyek IPAL Losari diresmikan pada Februari 2024 itu, menelan anggaran senilai Rp 1,2 triliun. Tujuanya untuk pengelolaan air limbah merupakan salah satu upaya untuk menjaga stabilitas lingkungan dari dampak limbah air. Selain itu, juga meliputi peningkatan mutu air baku dan air tanah, serta dampak positifnya terhadap kesehatan masyarakat di Kota Makassar. IPAL Losari kini masih milik pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya yang mengembangkan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik-Terpusat (SPALD-T). Rencana akan dikelola oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, khususnya oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar. Saat ini, Pemkot Makassar sedang memfinalisasi skema pengelolaan proyek ini, termasuk koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan operasional IPAL Losari berjalan efektif dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan komitmen pemerintah kota untuk memastikan IPAL Losari beroperasi maksimal. “Kami akan terus menyiapkan berbagai hal, termasuk regulasi, guna mempercepat proses agar sambungan rumah tangga bisa ditambah,” katanya. Munafri juga menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor dan dukungan masyarakat untuk percepatan pemasangan sambungan rumah tangga. “Ini investasi jangka panjang bagi masyarakat kota Makassar, dan kualitas hidup warga Makassar,” ungkap Munafri. Sedangkan, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengapresiasi secara khusus kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Losari. Menurut Aliyah, kehadiran AHY menunjukkan komitmen nyata pemerintah pusat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat kota. “Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Bapak Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), ke IPAL Losari ini merupakan bentuk nyata dari sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun Makassar yang lebih baik,” ujar Aliyah. Ia menegaskan, IPAL Losari memiliki peran strategis dalam pengelolaan air limbah di kota Makassar, yang semakin padat penduduk dan terus berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi. “Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan beliau terhadap pembangunan infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kota Makassar,” lanjutnya. Aliyah optimistis, kolaborasi lintas sektor ini akan menjadi modal kuat untuk mempercepat penyediaan sambungan rumah tangga ke IPAL, sehingga kapasitas pengolahan yang besar bisa dimanfaatkan secara optimal. “Kolaborasi ini menjadi energi positif untuk mewujudkan kota yang unggul, aman, inklusif, dan berkelanjutan,” tutup Aliyah.

Scroll to Top