OPINI

Demokrasi dan Kritik Otoritarianisme dalam Perspektif Cak Nur

ruminews.idProf. Dr. Nurcholish Madjid atau lebih populer dipanggil Cak Nur merupakan seorang cendekiawan muslim yang juga penulis buku Islam Doktrin dan Peradaban. Dalam berbagai tulisan dan ceramahnya, Menurut Cak Nur, prinsip-prinsip Islam yang humanis sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi, menciptakan masyarakat adil makmur, dan menghargai hak-hak individu tanpa mengorbankan nilai sosial. Nurcholish Madjid menyampaikan bahwa demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang sejalan dengan nilai-nilai Islam, terutama dalam hal keadilan, musyawarah (syura), dan kebebasan yang bertanggung jawab.

Menurut Cak Nur, demokrasi bukan hanya tentang kebebasan individu, tetapi juga tentang kewajiban moral untuk mendengarkan dan menghormati pandangan orang lain. la menegaskan bahwa demokrasi yang ideal adalah yang mengakomodir semua perbedaan, pluralisme, dan memberikan ruang untuk keberagaman, sebagaimana ajaran Islam yang menghargai hak-hak setiap individu.

Dengan demikian, demokrasi yang diterapkan di Indonesia harus mendukung terciptanya kesejahteraan sosial, di mana seluruh lapisan masyarakat dapat berpartsipasi aktif dalam proses politik. Demokrasi bagi Cak Nur bukan hanya soal kebebasan memilih pemimpin, tetapi juga tentang partisipasi aktif dalam proses politik untuk memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ia juga menekankan bahwa demokrasi yang diterapkan di Indonesia harus mampu mengurangi masalah ketimpangan sosial, serta memfasilitasi proses kebijakan yang inklusif dan berkeadilan, yang akan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa diskriminasi berdasarkan golongan sosial, suku, agama, dan ras.

Otoritarianisme dalam Kritik Nurcholis Madjid

Dalam menghadapi otortarianisme, Cak Nur menegaskan bahwa kekuasaan yang tidak terkendali dapat menimbulkan banyak dampak negatif. la percaya bahwa otoritarianisme sering kali mengabaikan hak-hak dasar rakyat, mereduksi kebebasan individu, serta membatasi ruang untuk pembaruan sosial. Cak Nur mengingatkan bahwa apabila suatu negara tidak memiliki mekanisme kontrol sosial yang efektif terhadap kekuasaan, maka otoritarianisme dapat berkembang menjadi bentuk pemerintahan yang represif. Meskipun dalam beberapa keadaan otoritarianisme dapat dianggap sebagai solusi jangka pendek untuk menciptakan stabilitas. Cak Nur mengingatkan bahwa sistem ini cenderung memperburuk ketidakadilan. Penyalahgunaan kekuasaan sering kali berkembang dalam sistem pemerintahan yang tidak transparan dan tertutup, yang pada gilirannya dapat memperburuk ketimpangan sosial. Oleh karena itu, ia memfokuskan bahwa demokrasi yang sejati tidak hanya berbicara soal mekanisme pemilu, tetapi lebih jauh lagi tentang bagaimana masyarakat secara aktif terlibat dalam menegakkan prinsip-prinsip demokrasi.

 

Share Konten

Opini Lainnya

WhatsApp Image 2026-01-16 at 16.54
Membaca Ulang NDP Sebagai Spirit Perjuangan Histrois HMI
WhatsApp Image 2026-01-16 at 16.54
Kaum Mustadhafin : Kemiskinan Bukan Takdir
f564fc52-0d5c-4040-8a7f-08e598276fc0
Representasi Politik Perempuan Indonesia: Dilema Kuota dan Realitas Keadilan Gender
d1747ead-5e6f-408c-99fd-ce28cdd54ca2
Peran Perempuan dalam Representasi Politik Indonesia
12cbd518-517a-4f32-aa64-8bf3e6236fcc
Kekerasan Seksual terhadap Perempuan: Soal yang Tak Pernah Selesai
f564fc52-0d5c-4040-8a7f-08e598276fc0
Perdagangan Perempuan: Luka Kemanusiaan yang Masih Terabaikan
12cbd518-517a-4f32-aa64-8bf3e6236fcc
Psikologi Perempuan: Membangun Identitas Diri
f564fc52-0d5c-4040-8a7f-08e598276fc0
Kesehatan sistem reproduksi perempuan
639a7aa2-b615-47f6-b397-425fdc7e0644
Perempuan dalam Perspektif Islam: Martabat, Peran, dan Tanggung Jawab Sosial
091ea493-4502-4ed4-9705-27afb3a51dfe
Perempuan dalam Perspektif Islam: Antara Ajaran Mulia dan Realitas Sosial
Scroll to Top