OPINI

Neurosains: “Mau Diet Berhasil Tanpa Tersiksa? Coba Trik Rahasia Ini, Hasilnya Bikin Kaget!”

ruminews.id – Entah berapa banyak program diet yang gagal dan kandas di tengah jalan. Menjalani program diet ternyata tak seindah membayangkannya. Sejak niat telah ditetapkan dan semangat tumbuh di awal memulai, ternyata perlahan tapi pasti niat dan semangat itu akhirnya memudar. Dan sungguh terlalu, nafsu makan yang tertahan cukup lama itu akhirnya menemukan jalan keluarnya. Ibarat air kran yang tiba-tiba mengalir deras ketika kran itu tiba-tiba dibuka, keinginan makan ternyata menjadi berkali lipat karena selama ini telah lama menahan diri untuk tidak mengkonsumsi ini dan itu. Tubuh akhirnya melewati batas berat badan sebelum diet.

Sesulit itukah melakukan diet? Maura Scott dan Stephen Nowlis telah melakukan penelitian dalam bidang perilaku konsumen, khususnya terkait dengan pengambilan keputusan, emosi, dan pengalaman konsumen. Mereka mempelajari bagaimana tujuan dengan rentang rendah-tinggi dapat memengaruhi perilaku kita. Rentang rendah-tinggi dalam menetapkan tujuan dapat diterapkan dalam konteks seperti kesehatan, kebugaran, dan keputusan keuangan, di mana rentang target mendorong kita untuk berupaya mencapai hasil yang lebih baik sambil tetap merasa yakin bahwa kita bisa mencapai hasil minimum.

Alih-alih menetapkan target tunggal yang spesifik (misalnya menurunkan berat badan satu setengah kilogram dalam seminggu), akan jauh lebih ampuh kalau kita menetapkan target dengan menggunakan teknik rentang rendah-tinggi (misalnya menurunkan berat badan satu hingga dua kilogram dalam seminggu). Karena penetapan tujuan dengan rentang rendah-tinggi memungkinkan kita untuk merasakan bahwa kita memiliki tujuan yang realistis dan dapat dicapai, tetapi masih menantang. Saat kita menetapkan tujuan untuk menurunkan berat badan antara 1 hingga 2 kg, maka ini akan menghadirkan perasaan pencapaian saat kita mencapai tujuan minimum (1 kg), sementara kita tetap termotivasi untuk mencapai target yang lebih ambisius (2 kg).

Sebaliknya, ketika seseorang menetapkan satu tujuan spesifik yang tinggi (misalnya, “saya ingin menurunkan 10 kg”), mereka mungkin merasa tertekan atau frustasi jika kemajuan mereka lambat. Dengan rentang tujuan, kita bisa merayakan pencapaian target yang lebih rendah terlebih dahulu, yang membantu mengurangi tekanan dan menjaga motivasi tetap tinggi. Penurunan berat badan adalah proses yang bisa sangat bervariasi bagi setiap orang, tergantung pada banyak faktor seperti metabolisme, gaya hidup, dan kebiasaan makan. Menetapkan tujuan dengan rentang rendah-tinggi memberikan kita fleksibilitas, sehingga kita tidak merasa gagal jika tidak mencapai target tertinggi. Sebaliknya, kita merasa berhasil karena masih berada dalam kisaran tujuan.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang menetapkan tujuan dengan rentang rendah-tinggi merasa lebih memegang kendali atas proses penurunan berat badan mereka, yang meningkatkan kepuasan mereka terhadap kemajuan yang dibuat. Mereka cenderung merasa lebih puas bahkan jika hanya mencapai batas bawah dari rentang yang ditetapkan. Penetapan tujuan yang efektif harus berada pada tingkat tantangan yang tepat – tidak terlalu mudah, tetapi juga tidak terlalu sulit. Ketika kita merasakan bahwa tujuan tersebut menantang tetapi tetap dapat dicapai, kita lebih cenderung untuk tetap termotivasi dan berkomitmen.

*@pakarpemberdayaandiri*

#thesecretofattractorfactor
#changelimitingbeliefs #pakarpemberdayaandiri #SelfAwarenessTransformation

Share Konten

Opini Lainnya

Muzakkir (1)
Dusun Bagek Lawang di Desa Pohgading Timur, Kabupaten Lombok Timur, Terkepung Jalan Rusak Sepuluh Tahun dan Rawan Begal
Muzakkir (4)
Antara Data dan Fakta: Catatan Juari Bilolo, Pemuda Toraja Utara, Menyikapi Polemik Eva Stevany Rataba
Muzakkir (3)
Menggugat Ruang Pengungsian: Ketika Bencana Alam Memperberat Beban Perempuan
Muzakkir (1)
Jarak, Debu, dan Nurani : Pulang Sebelum Hilang
Muzakkir (1)
Kampung Nelayan Merah Putih Entry Point Membangun Sinergi Gerakan Pemberdayaan Perempuan Pesisir dan Kepulauan
Muzakkir (1)
Vonis Mati Bagi Koruptor Bisa Jadi Bumerang Selama Sistem Peradilan Masih Compang- Camping
Muzakkir (6)
Setelah Keracunan, Siapa Memulihkan Korban MBG?
Muzakkir (5)
Maba Mesti Menjadi Mahasiswa Kritis, Responsif dan Progresif
Muzakkir (4)
Pa’belu/Ma’belu di Selayar: Bukan Sekadar Perayaan Maulid, tetapi Ruang Saling Mengenal dan Merawat Silaturahmi
Muzakkir (3)
Mencari Kembali Identitas KOHATI di Tengah Krisis Kaderisasi Perempuan HMI
Scroll to Top