Ruminews.id, Makassar — Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan terasa hingga ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Asap yang terbawa angin mengancam kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak.
Kondisi ini memicu keprihatinan dari Hypoglossus Foundation (H9F), organisasi aksi kemanusiaan yang didirikan oleh alumni Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI) Angkatan 2009. Pada Senin (19/10/2026), H9F turun langsung membagikan masker medis anak dan flayer informasi terkait bahaya paparan asap bagi kesehatan.

Perwakilan H9F, dr. Akhmad Edwin Indra P, Sp.BS (dr. Ciwon), menegaskan pentingnya menjaga kesehatan organ pernapasan di tengah situasi ini. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah.
“Asap karhutla sangat berbahaya bagi organ pernapasan. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan mematuhi imbauan pemerintah, seperti mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta mengonsumsi makanan bergizi dan bervitamin,” ujar dr. Ciwon saat ditemui di kawasan Boulevard, Makassar.
Ia menambahkan bahwa pemerintah telah melakukan langkah penanganan. Menurutnya, aksi H9F adalah bentuk dukungan nyata agar seluruh elemen masyarakat mengambil peran sesuai porsi masing-masing.
Prioritaskan Kesehatan Siswa Sekolah Dasar
Sementara itu, perwakilan H9F lainnya, dr. Nur Sabriani Lihawa, M.Kes, menjelaskan bahwa anak-anak usia sekolah dasar menjadi prioritas utama penjangkauan karena kekebalan tubuh mereka yang masih rentan terhadap polusi udara.
Pada aksi hari pertama ini, tim H9F membagi diri ke beberapa titik lokasi sekolah dasar di Makassar, antara lain:
dr. Akhmad Edwin IP, Sp.BS: Menyasar SD UNM dan SD Rappocini. dr. Nur Sabriani Lihawa, M.Kes: Menyasar SD N Bontorambu dan SD N Tamalanrea. Lokasi sasaran lainnya ada dr.Moniq Desy Ratnasari AIFO-K di SD Inpres Batua 1, SD Inpres Batua 2, dan SD Tello Baru 2.

Aksi pembagian masker dan leaflet edukasi ini diharapkan dapat menekan risiko penyakit saluran pernapasan pada anak-anak sekolah selama paparan asap karhutla masih berlangsung di Kota Makassar.



