Ruminews.id, MAKASSAR — Sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Institut Nani Hasanuddin sukses menyelenggarakan kegiatan penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, dan donor darah dengan mengusung tema “HMI untuk Umat”. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid At-Taubah, RT 06/RW 06, Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, pada Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan masyarakat sekaligus upaya memperkuat kolaborasi antara organisasi kemahasiswaan, institusi kesehatan, dan pemerintah setempat. Pelaksanaannya didukung oleh HMI Komisariat Institut Nani Hasanuddin, Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) HMI Cabang Makassar Timur, Institut Nani Hasanuddin, RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, serta Pemerintah RT 06/RW 06 Kelurahan Tamamaung.
Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran sekitar 50–60 warga yang memanfaatkan layanan kesehatan gratis dan berpartisipasi dalam kegiatan donor darah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyuluhan edukatif mengenai pencegahan dan penanganan hipertensi serta diabetes melitus (DM). Panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, serta donor darah sebagai langkah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala.
Sebagai bentuk apresiasi kepada para pendonor, panitia turut menyediakan paket dukungan berupa vitamin penambah darah, biskuit, susu kemasan 250 ml, mi instan, air mineral 600 ml, serta suvenir berupa gelas atau mangkuk.
Berdasarkan data teknis layanan mobile unit RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo dalam rangka menyongsong HUT Sulawesi Selatan ke-357, sebanyak 19 orang melakukan registrasi donor darah. Dari jumlah tersebut, 17 orang lolos skrining awal, sementara dua orang tidak memenuhi persyaratan karena kadar hemoglobin (Hb) rendah. Sebanyak 16 kantong darah berhasil dikumpulkan, sedangkan satu peserta mengalami kegagalan proses pengambilan darah (aftap). Tidak tercatat adanya reaksi donor bergejala.
Perwakilan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Abdurahman Rara, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap darah yang terkumpul dapat memberikan manfaat bagi pasien yang membutuhkan serta menjadi bagian dari penguatan budaya kepedulian dan solidaritas kemanusiaan di tengah masyarakat.
Ketua RW 06 Kelurahan Tamamaung, Basri Ali, S.H., turut menyampaikan apresiasi kepada HMI Cabang Makassar Timur, khususnya HMI Komisariat Institut Nani Hasanuddin, atas inisiatif dan kontribusinya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan langsung bagi masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda rutin setiap tahun.
Andi Muh Wahyudi Suyuti, S.St.Pi.: Pengabdian Harus Menghadirkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Ketua RT 06/RW 06 Kelurahan Tamamaung sekaligus Ketua PC GMPI Kota Makassar, Andi Muh Wahyudi Suyuti, S.St.Pi., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat merupakan bentuk pengabdian yang patut diapresiasi dan perlu terus diperkuat melalui kolaborasi lintas lembaga.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada HMI Komisariat Institut Nani Hasanuddin, LKMI HMI Cabang Makassar Timur, RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menghadirkan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat di wilayah kami. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk kepedulian dan pengabdian yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga.”
Ia menegaskan bahwa kesehatan masyarakat merupakan salah satu aspek penting dalam membangun lingkungan yang berkualitas. Menurutnya, upaya menjaga kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan kesadaran individu, tetapi juga membutuhkan edukasi, pemeriksaan berkala, serta keterlibatan berbagai elemen masyarakat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada satu kesempatan saja, tetapi dapat menjadi agenda berkelanjutan. Sinergi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah setempat perlu terus dibangun agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan memiliki akses terhadap edukasi serta pelayanan kesehatan.”
Lebih lanjut, Andi Muh Wahyudi Suyuti menilai bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian masyarakat merupakan langkah strategis untuk membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya.
“Kami ingin melihat semakin banyak gerakan positif yang lahir dari kolaborasi seperti ini. Mahasiswa memiliki energi, gagasan, dan kapasitas untuk menjadi bagian dari solusi atas persoalan masyarakat. Pemerintah di tingkat lingkungan tentu terbuka terhadap inisiatif yang konstruktif, terukur, dan benar-benar memberikan manfaat bagi warga.”
Ia juga berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi contoh bahwa kerja sama yang dibangun atas dasar kepedulian, komunikasi, dan tujuan bersama mampu menghadirkan dampak positif yang nyata.
“Bagi kami, keberhasilan sebuah kegiatan bukan hanya diukur dari terlaksananya acara, tetapi dari manfaat yang dirasakan masyarakat dan keberlanjutan program setelah kegiatan berakhir. Semoga kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas demi mewujudkan masyarakat yang sehat, peduli, dan berdaya.” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Komisariat Institut Nani Hasanuddin, Ahmad Fauzan Suneth, mewakili teman teman panitia dan pengurus kami menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi tanggung jawab sosial mahasiswa sekaligus perwujudan nilai-nilai pengabdian HMI kepada umat.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, ruang, dan kesempatan bagi HMI untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat. Ia berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan, sehingga kegiatan edukasi dan pelayanan kesehatan serupa dapat menjangkau lebih banyak warga pada masa mendatang.
Melalui kegiatan bertema “HMI untuk Umat” ini, seluruh pihak berharap semangat kolaborasi dan pengabdian sosial dapat terus tumbuh di Kelurahan Tamamaung. Lebih dari sekadar pelayanan kesehatan, kegiatan ini menjadi momentum mempererat hubungan antara mahasiswa, tenaga kesehatan, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah setempat dalam membangun masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.



