Ruminews.id, Yogyakarta – Memperingati HUT kota Yogyakarta yang diperingati pada tanggal (7/10/2026) lalu, Dinas Pendidikan kota Yogyakarta adakan lomba Mural Pelajar yang diikuti oleh para pelajar jenjang SMP/SMA se-kota Yogyakarta. Dengan mengusung tema “Otentik Budayanya, Konkret Bersihnya” lomba mural ini memiliki tujuan untuk menumbuhkan kepedulian pelajar terhadap pelestarian budaya dan kebersihan lingkungan. Lomba ini diadakan pada hari Jum’at (9/10/2026) dan Sabtu (10/10/2026).
Ada (5) lokasi titik pengambaran Mural yang dipersiapkan oleh panitia dari Dinas Pendidikan. Masing-masing lokasi terdiri dari 7-25 kelompok sekolah yang mewakili perlombaan. Lokasi tersebut diantaranya disekitar Jalan Cikdiktiro, Makam Terban, depan SMPN 8, depan MAN 1 dan depan SMPN 10. Ada 53 sekolah jenjang SMP/SMA negeri dan swasta yang mengikuti perlombaan ini. Karena antusias yang cukup besar, sampai ada sekolah yang mengirimkan (3) kelompok untuk mengikuti perlombaan ini.
Di awal perlombaan peserta diberi kesempatan membuat sketsa di titik yang sudah diploting panitia, dimulai pada hari Jum’at pukul 13.00 WIB. Fokus peserta di hari pertama lomba ini adalah membuat sketsa dan memberi warna dasar pada Mural yang dibuat. Kegiatan pada hari pertama tersebut diakhiri pada pukul 17.00 WIB.
Di hari kedua peserta lomba fokus dalam pemberian warna tambahan pada Mural yang dikerjakan sebelumnya. Detail warna serta gambar mulai terlihat jelas di hari kedua ini, perlahan lukisan Mural sesuai dengan tema HUT Jogja mulai terlihat jelas. Para peserta juga diwajibkan membuat video yang kemudian di upload ke media sosial untuk menunjukan proses pengambaran Mural dari awal sampai akhir. Setelah Mural selesai, peserta lomba berfoto bersama di depan karya yang sudah selesai sebagai dokumentasi kepada panitia lomba.
Kriteria penilaian panitia bukan hanya pada proses pembuatan Mural, melainkan juga pada langkah konkret kepedulian peserta pada lingkungan sekitar. untuk peduli terhadap lingkungan sekitar salah satu contoh, masing-masing kelompok harus memperhatikan kebersihan penggunaan cat/pewarna agar tidak menetes sembarangan, hingga pengumpulan sampah non-organik sisa makanan peserta menjadi wujud nyata kepedulian lingkungan pada lomba ini.
Lomba Mural ini sebenarnya bukan pertama kali dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, tahun lalu lomba Mural serupa dilaksanakan di beberapa titik ruang terbuka sudut jalanan kota Yogyakarta. Bedanya persiapan lomba tahun ini jauh lebih matang, dari teknis hingga sponsorhip perlombaan memiliki pengalaman di tahun lalu.
Menurut Raindy, salah satu pendamping peserta lomba berharap lomba Mural ini didukung dengan baik dari dana dan fasilitas. Dirinya juga berharap ada pengembangan tema-tema yang lebih eksploratif oleh panitia pelaksana agar hasil karya yang dihasilkan oleh para peserta dapat lebih beragam. Semoga kedepannya semakin banyak Mural yang dihasilkan oleh pelajar kota Yogyakarta dan menjadi gambaran kebersahajaan kota pendidikan.
***
Kontributor: Angga Riyon Nugroho, S.Pd.
Editor: Iman Amirullah



