Ganjar Pranowo Minta Majalah MPA Segera Koreksi Penyebutan GMNI sebagai Underbow PKI

Ganjar mengatakan, kegiatan refleksi kebangsaan ini didasari kegelisahan dalam proses demokrasi. Bersama alumni dan aktivis GMNI, Ganjar melalukan diskusi panjang soal demokrasi. FILE/Telegraf

Ruminews.id, Jakarta — Mantan Gubernur Jawa Tengah sekaligus alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ganjar Pranowo, ikut menanggapi polemik penyebutan GMNI sebagai organisasi underbow Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam Majalah Mimbar Pembangunan Agama (MPA).

Ganjar menilai penyebutan tersebut merupakan kekeliruan dan meminta redaksi segera melakukan koreksi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman mengenai sejarah maupun identitas GMNI.

“Tentu saja tidak betul. Saya kira harus segera dikoreksi,” ujar Ganjar dikutip dari Suara.com, Rabu (23/9/2026).

Polemik tersebut bermula dari artikel dalam Majalah MPA Edisi Nomor 105/480/2026 yang mencantumkan GMNI sebagai salah satu organisasi yang disebut menjadi underbow PKI.

Penyebutan itu kemudian mendapat keberatan dari pihak GMNI. Mereka menilai pencantuman nama organisasi dalam tulisan sejarah perlu didasarkan pada sumber yang akurat agar tidak memengaruhi pemahaman publik mengenai latar belakang organisasi.

Ganjar menduga terdapat kekeliruan antara GMNI dengan Consentratie Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI). Menurutnya, organisasi yang dimaksud dalam tulisan tersebut kemungkinan adalah CGMI.

“Mungkin penulis itu tidak tahu. Jangan-jangan yang dia maksud CGMI,” kata Ganjar.

Redaksi Majalah MPA kemudian telah menyampaikan ralat dan permohonan maaf. Redaksi menjelaskan bahwa organisasi yang seharusnya disebut dalam tulisan tersebut adalah CGMI, bukan GMNI. Kesalahan tersebut disebut terjadi dalam proses penulisan dan penyuntingan.

Perbedaan antara GMNI dan CGMI menjadi bagian penting dalam polemik tersebut. Mengutip liputan Tirto, GMNI menyatakan organisasi tersebut berdiri pada 23 Maret 1954 di Surabaya, berasaskan Pancasila dan berpedoman pada ajaran Marhaenisme Bung Karno.

Sementara itu, CGMI merupakan organisasi mahasiswa yang dalam sumber yang dikutip tersebut dikaitkan secara historis dengan PKI dan kemudian dibubarkan pada 1966 bersama PKI.

Ketua DPP GMNI Bidang Agitasi dan Propaganda, Refi, sebelumnya juga menegaskan bahwa GMNI bukan bagian dari PKI. Ia menyebut pencantuman GMNI dalam Majalah MPA sebagai kekeliruan yang perlu diperbaiki.

Ganjar kemudian meminta koreksi dilakukan segera agar kesalahan penyebutan tersebut tidak berkembang menjadi informasi yang keliru di tengah masyarakat.

Share

Scroll to Top