Ruminews.id, Cirebon – Upaya Untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat yang berlandaskan potensi daerah, Dompet Dhuafa Jawa Barat Unit Cirebon turut menggandeng mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon guna melakukan survei serta seleksi calon UMKM binaan di Kabupaten Indramayu pada hari Jumat, 11 September 2026.
Penelitian lapangan ini menjadi bagian dari fase awal Program Ekonomi Dompet Dhuafa Jabar, dengan tujuan mengidentifikasi, menyaring, dan menyeleksi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memiliki potensi di Indramayu untuk dijadikan mitra kerja sama atau kelompok binaan.Selama kegiatan itu, mahasiswa meninjau lima lokasi calon mitra UMKM:
- Tanami Greenhouse (Kaplongan): Budidaya melon dengan pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) milik Pak Rahmat.
- Rumah Edukasi (Kenanga, Sindang): Pengamatan produk olahan UMKM daerah serta proses pengemasan produk.
- Usaha Pak Rusmono Syafi’i (Desa Malang Semirang, Jatibarang): Unit usaha terpadu yang menggabungkan budidaya jamur tiram dan peternakan ayam.
- Kelompok Bumi Petani Pemuda (Desa Majasih, Sliyeg): Penanaman melon secara hidroponik menggunakan sistem semi‑IoT.
- Malamelon / Pak Busro (Desa Malangsari, Bangodua): Penanaman melon hidroponik tanpa IoT serta budidaya ikan nila merah.
Selain inspeksi lapangan, mahasiswa juga mengadakan wawancara dengan pengelola UMKM, yang menyoroti analisis biaya pemeliharaan, tantangan teknis di lapangan, serta perbandingan efisiensi antara metode budidaya yang memakai teknologi IoT, semi‑IoT, dan cara konvensional tanpa IoT.
Berdasarkan temuan wawancara, penerapan teknologi IoT dan semi‑IoT terbukti dapat mengoptimalkan penyiraman dan pemberian nutrisi secara tepat, yang mengurangi biaya pemeliharaan serta menurunkan risiko gagal panen karena faktor cuaca. Sebaliknya, pada sistem tanpa IoT, pengelola harus meningkatkan pemantauan manual setiap hari.
“Dengan wawancara ini, kami dapat mengamati secara langsung perbedaan biaya pemeliharaan dan hambatan operasional di lapangan. Data perbandingan antara budidaya berbasis IoT dan non‑IoT sangat penting untuk merancang skema pendampingan UMKM yang tepat,” ujar Fajriani Rahma Tazkiya. Mahasiwa PPL PMI
Partisipasi dalam tahap survei dan wawancara ini memberi kesempatan bagi mahasiswa PPL PMI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya mempelajari cara melakukan studi kelayakan usaha, tetapi juga memperoleh pemahaman praktis tentang strategi pemetaan potensi ekonomi lokal.
Dengan pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan data survei serta kajian lapangan menjadi referensi objektif untuk menentukan UMKM binaan yang paling menjanjikan. Selanjutnya, kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian ekonomi pelaku usaha lokal di Indramayu secara berkelanjutan, serta memberikan kesempatan bagi mahasiswa PPL PMI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memperoleh pengalaman praktis dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat.



