Ruminews.id, Medan — Pada 5 Agustus 2026, secara aklamasi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) secara resmi menyelesaikan agenda tertinggi organisasi, Kongres IAI 2026.
Kongres yang berlangsung selama dua hari pada 4–5 Agustus 2026 di Medan, Sumatera Utara. Kongres ini ditutup dengan penetapan apt. Lilyk Yusuf Indrajaya, M.Si. sebagai Ketua Umum IAI periode 2026–2030 setelah apt nofrendi mengundurkan diri.
Apt. Lilyk Yusuf Indrajaya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepercayan yang diberikan oleh seluruh praktisi dan anggota apoteker di Indonesia.
Beliau menegaskan komitmennya untuk membawa profesi apoteker ke era baru yang lebih solid, adaptif, dan responsif terhadap tantangan kesehatan global.
”Kemenangan ini adalah kemenangan seluruh apoteker Indonesia. Fokus utama kita ke depan adalah penguatan kompetensi, perlindungan hukum profesi, percepatan digitalisasi layanan kefarmasian, serta peningkatan peran aktif apoteker dalam mendukung kemandirian obat nasional dan akses kesehatan masyarakat,” ujar apt. Lilyk Yusuf Indrajaya.
Selama dua hari penyelenggaraan, Kongres Medan tidak hanya berfokus pada pemilihan kepemimpinan baru, tetapi juga merumuskan Garis-Garis Besar Haluan Organisasi yaitu AD/ART, rekomendasi kebijakan kefarmasian nasional, serta evaluasi program kerja pengurus periode sebelumnya.
Dengan terpilihnya kepemimpinan baru ini, Kepengurusan IAI 2026–2030 diharapkan segera menyusun formasi kepengurusan pusat dan menetapkan langkah-langkah strategis untuk merealisasikan visi-misi organisasi demi kemajuan dunia kefarmasian di Tanah Air.
Tentang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI):
Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) adalah satu-satunya organisasi profesi yang mewadahi seluruh Apoteker di Indonesia. IAI berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing profesi kefarmasian serta berperan aktif dalam pembangunan kesehatan nasional.



