28 November 2025

Daerah, Makassar

Nimatullah Minta Aklamasi, Tegaskan DNA KNPI adalah Perbedaan Namun Tanpa Lagi Dualisme

ruminews.id, Makassar – Di sebuah ruangan yang hangat di Hotel MaxOne Kota Makassar, suasana silaturahmi antara OKP dan DPD II KNPI terasa seperti pertemuan keluarga besar yang merindukan arah baru. Malam itu, di tengah percakapan yang berkelindan antara harapan dan kegelisahan, hadir pula sosok yang belakangan menjadi pusat perhatian: Vonny Ameliani Suardi, kandidat Ketua DPD KNPI Sulawesi Selatan. Dalam forum yang penuh khidmat tersebut, Nimatullah tokoh senior, politisi, dan penjaga memori panjang perjalanan KNPI Sulsel menghembuskan pesan yang menembus keheningan. Ia meminta agar Musda kali ini berjalan secara aklamasi, sebuah ajakan untuk menutup ruang pertikaian dan membuka pintu persatuan. Bagi Nimatullah, KNPI sejak lahir memang dibangun dari DNA perbedaan. Ragam organisasi, ide, dan aspirasi adalah denyut nadi yang membuatnya hidup. Namun ia tak ingin sejarah kelam itu kembali berulang. “Perbedaan adalah kekuatan, tapi dualisme dan trilisme jangan pernah lagi menghantui KNPI,” tegasnya dengan tatapan yang seolah ingin memastikan semua pihak memahami makna kebersamaan. Di hadapan para Ketua OKP dan pimpinan DPD II, ia menyebut satu nama yang dianggapnya hadir bukan sekadar sebagai peserta kontestasi, melainkan sebagai sosok yang betul-betul menyiapkan diri: Vonny Ameliani Suardi. Hanya Vonny, katanya, yang menunjukkan keseriusan melebihi kandidat lainnya serius dalam konsolidasi, serius membangun hubungan, serius menyiapkan gagasan untuk masa depan kepemudaan Sulsel. Silaturahmi di Hotel MaxOne malam itu menjadi lebih dari sekadar pertemuan; ia berubah menjadi ruang refleksi, tempat para pemuda memikirkan arah baru untuk rumah besar yang mereka jaga bersama. Dan lewat suara Nimatullah, tersampaikan sebuah pesan yang ingin merangkum masa lalu dan masa depan: saatnya KNPI kembali teguh berdiri, tanpa perpecahan, tanpa keretakan, dan tanpa kehilangan marwahnya.

Daerah, Makassar

Dua Senator Mengguncang Panggung Alauddin: Forum Kepemimpinan Ini Tegaskan Lahirnya Generasi Pemimpin Baru Indonesia

ruminews.id, MAKASSAR — Islamic Leadership Forum 2025 yang digelar oleh DEMA UIN Alauddin Makassar, Kamis (27/11), menghadirkan diskusi kepemimpinan tingkat nasional yang dibangun langsung dari ruang akademik kampus. Dua senator asal jazirah Sulawesi A. Abdul Waris Halid dan Laode Umar Bonte—hadir memberikan arahan strategis terkait masa depan demokrasi Indonesia. Meskipun Ketua DPD RI berhalangan hadir karena agenda kenegaraan, gagasan besarnya tentang Green Democracy tetap menjadi pusat perhatian, bahkan mendapat dukungan langsung dari mahasiswa UIN Alauddin Makassar. Ketua Pelaksana, Mursil Akhsam, membuka kegiatan dengan menegaskan posisi forum ini sebagai ruang pertumbuhan intelektual sekaligus spiritual bagi calon pemimpin masa depan. > “Islamic Leadership Forum adalah ikhtiar intelektual dan spiritual untuk memperkuat karakter kepemimpinan. Dari kampus peradaban inilah kita ingin melahirkan pemimpin yang jernih nalar, kuat nurani, dan teguh nilai,” tegas Mursil. Ia juga menyoroti kehadiran dua senator dari jazirah Sulawesi sebagai simbol keteladanan kepemimpinan daerah. > “Para senator ini telah membuktikan bahwa pemimpin daerah mampu membawa perspektif lokal ke panggung nasional. Ini inspirasi nyata bagi mahasiswa Alauddin.” Presiden Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Muh. Zulhamdi Suhafid, menegaskan komitmen mahasiswa untuk mendukung gagasan besar Ketua DPD RI tentang demokrasi hijau. > “Generasi Alauddin adalah generasi hijau. Kami siap mengawal Green Democracy sebagai model kepemimpinan yang menjaga lingkungan, peradaban, dan masa depan bangsa,” ujarnya disambut riuh tepuk tangan peserta. Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Drs. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D, dalam sambutannya memberikan penguatan bahwa kampus keagamaan Islam negeri memiliki tanggung jawab historis dalam melahirkan pemimpin bangsa. > “Kampus ini harus menjadi ladang lahirnya pemimpin Nusantara. Pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi berani, beretika, dan membawa nilai,” tegas Rektor. Dalam sesi arahan, kedua senator yang hadir memberikan pesan penting kepada mahasiswa. A. Abdul Waris Halid menegaskan bahwa suara daerah adalah kunci dalam merawat Indonesia yang berkeadilan. Laode Umar Bonte mengingatkan bahwa mahasiswa harus berani membawa gagasan dan jati diri. > “Pemimpin sejati tidak boleh tercerabut dari identitas daerahnya. Kearifan lokal adalah energi yang menghidupkan republik,” ujar Laode Umar Bonte. Dengan ratusan peserta yang memenuhi auditorium, Islamic Leadership Forum 2025 telah mempertegas bahwa UIN Alauddin Makassar adalah kampus yang siap melahirkan pemimpin bangsa—pemimpin yang berakar pada nilai Islam, berpijak pada tradisi daerah, dan berpikir pada cakrawala nasional. Forum ini tidak hanya membangun gagasan, tetapi juga menghadirkan energi baru bahwa generasi pemimpin dari kampus peradaban telah bersiap mengambil perannya dalam perjalanan Indonesia ke depan.

Daerah, Gowa

Tiga kandidat akan bertarung, Nahkoda selanjutnya HMI Cabang Gowa Raya Periode 2026-2027

ruminews.id, Gowa – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya, dekat ini akan menyelenggarakan pesta politik Konferensi Cabang (KONFERCAB) ke 12. dan munculkan 3 kandidat ketua umum yang akan memperebutkan kursi nahkoda periode 2026-2027. Konferensi Cabang (KONFERCAB) ke-12 ini akan diselenggarakan oleh HMI Cabang Gowa Raya sebagai transisis roda kepemimpinan. Setelah melalui tahapan panjang hingga ferivikasi berkas kelayakan bakal calon, akhirnya 3 Nama muncul sebagai kandidat terkuat yang salah satu diantaranya akan menjadi nahkoda baru bagi HMI Cabang Gowa Raya. Ketua panitia KONFERCAB XII Muh. Nurhidayatullah mengatakan, kontestasi politik di tubuh HMI Cabang Gowa Raya sebagai momentum bagi para kader HMI cabang gowa raya menentukan pilihan terbaiknya melalui delegasi 15 komisariat penuh tentu bertujuan merefresh kembali semangat perkaderan dan roda organisasi. Ia juga menambahkan, bahwa pada momentum kali ini KONFERCAB XII HmI Cabang Gowa Raya, bukan hanya sebagai formalitas politik saja akan tetapi juga menjadi ruang silaturrahmi seluruh kader HMI se-Cabang Gowa Raya dibawah kepemimpinan Nawir Kalling, Ketua Umum saat ini. Tiga nama yang mencuak sebagai kandidat Ketua umum HMI Cabang Gowa Raya Periode 2026-2027 diantaranya : Muhammad Amri, Andi Rini Sulestiani, dan A. Wahyu Pratama Hasbi. Ketiganya adalah kader terbaik HmI Cabang Gowa Raya yang bukan hanya muncul sebagai formalitas tapi juga sesuai dengan koridor organisasi serta melalui tahapan kelayakan berkas administrasi, keilmuan, dan tentunya visi dan misi yang jelas oleh tiga kandidat tersebut.

Dinas Koperasi Makassar

Makassar Serius Perkuat Koperasi, 306 Pengurus KKMP Ikut Diklat Intensif

ruminews.id – Makassar — Kegiatan Diklat Peningkatan Kompetensi SDM Pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih resmi dibuka dengan antusiasme tinggi dari peserta. Acara ini dihadiri langsung oleh seluruh Ketua dan Sekretaris Kelompok Koperasi Masyarakat Produktif (KKMP) yang totalnya mencapai 306 orang. Para peserta dibagi ke dalam tiga angkatan, masing-masing berjumlah 102 orang, sehingga pelaksanaan diklat berjalan lebih terstruktur dan efektif. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat kapasitas pengelolaan koperasi di tingkat kelurahan. Dalam sambutannya, Bapak Drs. Zainal Ibrahim, M.Si. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembagunan menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi pengurus koperasi sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa koperasi harus dikelola dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi rakyat. Selain pembekalan terkait tata kelola koperasi modern, peserta diklat juga mendapatkan materi mengenai pentingnya integritas, kepatuhan terhadap regulasi, dan pengelolaan keuangan yang disiplin. Pemerintah berharap para pengurus mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan operasional harian koperasi, sehingga koperasi di Kelurahan Merah Putih dapat menjadi contoh pengelolaan yang sehat dan berkelanjutan. Diklat ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antar-pengurus KKMP. Dengan jumlah peserta yang besar dan berasal dari tiga angkatan, kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan sinergi baru dalam upaya memperkuat jaringan koperasi serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pemerintah Kota Makassar berkomitmen untuk terus mendampingi pengembangan koperasi melalui program pelatihan lanjutan, monitoring, dan asistensi teknis. Dengan adanya diklat yang diikuti oleh seluruh ketua dan sekretaris KKMP ini, pemerintah optimistis bahwa koperasi di Kelurahan Merah Putih akan berkembang semakin baik dan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

Daerah, Selayar

FORHATI Kabupaten Kepulauan Selayar Resmi Terbentuk

ruminews.id – Kepulauan Selayar, 27 November 2025. FORHATI Kep. Selayar resmi terbentuk dimana Musyawarah Daerah yang pertama ini dilaksanakan di Kantor Pelayanan Haji Kabupaten Kepulauan Selayar, bersamaan dengan digelarnya Musyawarah Daerah III KAHMI Kab. Kepulauan Selayar. Dalam musyawarah ini ditetapkan secara presidensial Ketua FORHATI Selayar yaitu Hj Rosmiati yang akan didampingi Sekretaris Umum Andi Nastuti. Musda FORHATI ini dihadiri Sekretaris Umum FORHATI Wilayah Sulsel, Andi Sri Wulandani, “Kehadiran FORHATI Sulawesi Selatan sebagai amanah dari Presidium FORHATI Wilayah Sulawesi Selatan untuk membentuk FORHATI di 24 Kab/Kota”, ujarnya. Di tempat yang sama saat Ibu Herawati selaku Steering Comittee Musda ditemui dan diminta tanggapannya yang juga Pimpinan Bawaslu periode 2023-2028 mengatakan, “Alhamdulillah pada kesempatan ini telah dibentuk kepengurusan FORHATI Kabupaten Kepulauan Selayar yang pertama dengan Ketua terpilih Hj Rosmiati dan Sekretaris Andi Nastuti, ST., S.Pd. Semoga ke depannya FORHATI Kabupaten Kepulauan Selayar dapat bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar untuk Selayar lebih baik”, urainya. Sedangkan Ketua terpilih FORHATI Kabupaten Kepulauan Selayar, Hj. Rosmiati mengatakan, “Alhamdulillah, FORHATI Kab. Kepulauan Selayar sudah terbentuk dengan harapan bisa berkaloborasi memajukan Perempuan Kabupaten Kepulauan Selayar bersama beriringan mensukseskan Program GEMERLAP Mendorong ekonomi tumbuh dari Perempuan Maju dan Sejahtera bersama.” ujarnya. Musda FORHATI pertama ini ditutup dengan pembacaan konsideran penetapan Ketua terpilih yang ditandatangani oleh Steering Committe.

Daerah, Makassar, Pendidikan

Selamatkan UNM. Kembalikan Rektor, Tegakkan Keadilan Akademik

ruminews.id – Jakarta, 28/11/2025. Komunitas akademik dan masyarakat luas mendesak agar keputusan pencopotan Rektor UNM, Prof. Karta Jayadi, ditinjau ulang secara adil demi menjaga marwah dan masa depan UNM sebagai institusi pendidikan tinggi terkemuka di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi menonaktifkan sementara Prof. Karta Jayadi sebagai Rektor UNM dan menunjuk Pelaksana Harian baru dari luar UNM. Penonaktifan tersebut terkait tudingan dugaan pelecehan seksual terhadap seorang dosen tudingan yang hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan di Polda Sulawesi Selatan (Polda Sulsel). Namun, hingga kini proses hukum belum tuntas belum ada keputusan inkrah maupun bukti definitif yang diumumkan publik. Albar, selaku jendral lapangan menjelaskan, Kenapa Pencopotan Ini Berpotensi Mengganggu Reputasi UNM : 1. Asas praduga tak bersalah belum dihormati. Dalam sistem hukum dan administrasi, setiap orang berhak dianggap tidak bersalah sampai terbukti. Pencopotan secara luar biasa sebelum pengadilan selesai dapat mencoreng nama, terlebih dalam lingkungan akademik yang menghargai integritas dan keadilan. 2. Kemungkinan disalahgunakan sebagai alat politik kampus. Pergantian mendadak dari luar, tanpa musyawarah internal, menimbulkan dugaan intervensi eksternal dan ini bisa memecah kepercayaan warga kampus terhadap kepemimpinan dan tata kelola UNM. 3. Risiko melemahkan institusi dan moral civitas akademika. UNM selama ini dikenal sebagai institusi besar dengan tradisi akademik kuat. Krisis kepemimpinan mendadak berpotensi mengganggu stabilitas, menurunkan semangat dosen, mahasiswa, dan staf, serta merusak reputasi nasional kampus. “Tuntutan Kami Demi Keadilan & Masa Depan UNM” – pungkas Albar, Aliansi Pemuda Nusantara Indonesia “Pulihkan posisi Prof. Karta Jayadi sebagai Rektor UNM sementara proses hukum berjalan. Hal ini bukan semata membela individu, tetapi memperjuangkan asas keadilan bahwa jabatan tinggi di kampus tidak boleh diganti secara sepihak sebelum ada putusan final,” tambahnya. “Pastikan proses penyelidikan transparan, adil, dan bebas dari tekanan politik maupun intervensi birokrasi. Semua pihak dosen, mahasiswa, alumni, dan masyarakat berhak mendapatkan kebenaran.” Selamatkan marwah UNM sebagai kampus rakyat dan jaga reputasi institusi. UNM harus dijaga dari dinamika kekuasaan dan gesekan internal yang dapat merusak citra institusi di mata nasional. Peserta aksi juga menyerukan kepada Menteri Diktisaintek untuk berlaku adil dalam melihat persoalan yang terjadi di kampus UNM. Tidak dengan serta merta menunjuk PLH Rektor secara sepihak. Lebih lanjut, Albar menyampaikan ; UNM adalah ruang akademik, bukan arena konflik kekuasaan. Menyelesaikan masalah internal apalagi yang berkaitan dengan tuduhan serius seperti pelecehan harus dilakukan dengan jujur, adil, dan transparan. Tetapi, menyingkirkan pimpinan sebelum ada kepastian adalah preseden yang berbahaya. Kami menyerukan: kembalikan Prof. Karta Jayadi sebagai rektor sementara, hormati asas praduga tak bersalah, selamatkan UNM dari politisasi birokrasi demi masa depan pendidikan dan generasi mendatang. Lebih lanjut, Albar menyampaikan bahwa gerakan ini akan terus berlanjut hingga tuntutan tercapai. #SelamatkanUNM #KeadilanUntukKartaJayadi #UNMMakassar

Scroll to Top