27 Maret 2025

Opini

Mudik Lancar, Ekonomi Lancar

ruminews.id- Mudik Lebaran merupakan tradisi tahunan yang telah mengakar dalam budaya masyarakat Indonesia. Jutaan perantau kembali ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga. Tradisi ini bukan sekadar fenomena sosial, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan, baik bagi perekonomian nasional dan daerah maupun untuk ekonomi masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat selama lebaran 2024 mencapai 71,7% dari jumlah penduduk Indonesia atau sebanyak 193,6 juta orang.  Jumlah tersebut meningkat dibandingkan survey mudik lebaran 2023 yang sebesar 123,8 juta orang dan mudik lebaran 2022 sebanyak 85,5 juta orang. Sementara itu, untuk tahun ini Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memprediksi jumlah pemudik pada lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah (2025) mencapai 146,48 juta orang. Pergerakan jutaan orang selama mudik Lebaran menciptakan lonjakan konsumsi yang signifikan. Pengeluaran masyarakat meningkat untuk berbagai kebutuhan seperti transportasi, akomodasi, makanan, pakaian, dan oleh-oleh. Kenaikan konsumsi ini menjadi stimulus bagi perekonomian dengan meningkatkan perputaran uang di berbagai sektor. Industri transportasi menjadi salah satu sektor yang paling terdampak oleh tradisi mudik. Meningkatnya jumlah penumpang tidak hanya menguntungkan perusahaan besar, tetapi juga berdampak positif bagi pekerja sektor transportasi, seperti sopir, kondektur, dan petugas layanan transportasi lainnya. Pada 2024 yang lalu, Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia memperkirakan perputaran uang selama libur lebaran 2024 mencapai Rp 157,3 triliun dengan asumsi setiap keluarga terdiri dari 4 orang maka terdapat 48,4 juta keluarga, dan setiap keluarga membawa uang rata-rata Rp 3,25 juta. Selain itu, dalam kajian dalam hitung dampak mudik lebaran menggunakan analisis multiplier input output yang pernah dilakukan oleh BPS pada tahun 2023, disebutkan bahwa mudik lebaran 2023 membawa dampak sebesar 1,5 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Year on Year (YoY). Tradisi mudik membawa dampak positif bagi perekonomian daerah dengan meningkatkan aktivitas ekonomi melalui aliran dana dari kota-kota besar ke kampung halaman. Pemudik tidak hanya membawa keluarganya, tetapi juga penghasilannya untuk dibelanjakan, sehingga konsumsi dan perputaran uang yang biasanya terkonsentrasi di pusat ekonomi nasional menjadi lebih merata. Meski dampaknya bersifat sementara, tradisi ini tetap menjadi kanal pemerataan ekonomi yang memberikan stimulus bagi daerah, pelaku usaha, dan masyarakat yang memanfaatkan momentum mudik dan Lebaran untuk meningkatkan pendapatan. Manfaat Mudik Untuk Ekonomi Masyarakat Meskipun bersifat singkat, aktivitas ekonomi dan perputaran uang selama mudik Lebaran meningkat pesat. Oleh karena itu, tidak sedikit yang memanfaatkan momentum mudik untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Beberapa di antaranya membuka usaha transportasi lokal, menyediakan jasa penginapan, atau menjual berbagai kebutuhan pemudik. Hotel dan rumah penginapan menjadi ramai, tukang ojek berbaris di terminal dan stasiun menyambut pemudik, serta penyedia jasa rental mobil mengalami lonjakan permintaan. Sektor kuliner juga mengalami peningkatan pesat, menciptakan peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan lebih. Peningkatan aktivitas ekonomi selama musim mudik juga turut membuka peluang kerja, meskipun bersifat musiman. Banyak masyarakat memanfaatkan momen ini dengan menambah profesi atau bahkan beralih profesi menjadi pedagang musiman atau karyawan sementara di berbagai sektor, seperti transportasi dan pariwisata. Jasa transportasi seperti angkutan umum dan penyewaan kendaraan mengalami lonjakan permintaan, sedangkan sektor pariwisata mencatat peningkatan jumlah pengunjung. Hal ini berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat setempat, meskipun hanya dalam jangka pendek. Tradisi mudik juga membawa dampak positif bagi UMKM. Produk-produk kebutuhan pemudik sebagian besar dipenuhi oleh sektor UMKM. Omzet UMKM rata-rata meningkat selama musim mudik dan Lebaran. Produk seperti makanan khas daerah, pakaian tradisional, dan souvenir mengalami peningkatan permintaan yang signifikan. Pemudik yang kembali ke kampung halaman sering membawa oleh-oleh khas daerah asalnya untuk dibagikan kepada keluarga dan tetangga, serta membeli produk lokal dari daerah mereka untuk dibawa kembali ke kota. Hal ini menciptakan peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal. Bagi UMKM, mudik tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan jangka panjang. Dengan meningkatnya permintaan selama musim mudik, banyak UMKM berinvestasi lebih dalam meningkatkan kapasitas produksi mereka. Penambahan skala produksi, peningkatan kualitas produk, atau perluasan jaringan distribusi merupakan beberapa fokus yang dikembangkan untuk jangka panjang. Selain itu Kemajuan teknologi dan budaya maju dari para pemudik juga mendorong UMKM untuk lebih adaptif, dengan memanfaatkan platform e-commerce dan media sosial untuk meningkatkan penjualan mereka. Selain itu, tradisi mudik juga menjadi peluang promosi bagi produk UMKM maupun tempat wisata baru. Para pemudik tidak hanya merayakan Lebaran di rumah, tetapi juga berwisata. Oleh karena itu, banyak tempat wisata yang penuh saat musim mudik tiba. Lewat tradisi mudik oleh-oleh, kerajinan, dan produk lokal lainya dapat dinikmati oleh kerabat, teman pada pemudik sehingga secara tidak langsung turut mempromosikan kepada orang lain. Tempat wisata, maupun tempat kuliner seringkali menjadi dikenal gegara momentum mudik lebaran. Bahkan tempat-tempat tersebut sering kali disorot oleh media maupun muncul di media sosial. Hal tersebut tentu menjadi peluang besar dalam promosi untuk meningkatkan penjualan maupun pengunjung. Tantangan dan Solusi Mudik Lebaran Untuk Optimalkan Dampak Ekonomi Sejumlah tantangan masih harus dihadapi saat mudik lebaran tiba, seperti kemacetan dan keterbatasan infrastruktur. Meskipun kemacetan tidak menghalangi niat para pemudik, infrastruktur yang baik dapat memastikan perjalanan lebih lancar, cepat, dan efisien. Dengan infrastruktur yang memadai, pemborosan bahan bakar akibat kemacetan dapat dikurangi, serta angka kecelakaan dapat ditekan. Data Operasi Ketupat 2024 mencatat sebanyak 4.514 kecelakaan terjadi di seluruh wilayah Indonesia selama periode mudik Lebaran tahun tersebut. Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah terus meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah pada tahun ini adalah pemberian diskon tarif tol sebesar 20% bagi pemudik yang berangkat lebih awal guna mengurangi kepadatan lalu lintas. Selain infrastruktur jalan, peningkatan layanan transportasi umum juga menjadi faktor penting dalam kelancaran mudik. Salah satu keluhan utama pemudik adalah sulitnya mendapatkan tiket dan harga yang tinggi akibat keterbatasan armada selama musim mudik. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah perlu bersinergi dengan industri transportasi dalam menambah armada, memperpanjang jam operasional, serta meningkatkan layanan reservasi. Selain itu, pengaturan tarif yang lebih terjangkau bagi semua lapisan masyarakat harus menjadi perhatian, sehingga mudik dapat diakses oleh lebih banyak orang tanpa membebani keuangan mereka. Pada mudik Lebaran tahun ini (2025), pemerintah memberikan insentif tambahan berupa diskon tiket pesawat, yang diharapkan dapat menurunkan harga tiket secara signifikan. Kebijakan ini merupakan hasil kerja sama antara industri penerbangan dengan pemerintah, khususnya melalui Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, dan Kementerian Keuangan. Penurunan biaya kebandaraan

Gowa, Politik

Husniah Talenrang Jamin Semua Warga Gowa Mendapat Layanan Kesehatan Terbaik

ruminews.id, GOWA – Bupati Gowa Husniah Talenrang didampingi Wakil Bupati Darmawangsyah Muin meluncurkan Program Gowa Salewangang (Sehat-dalam bahasa Makassar) di Puskesmas Gentungan, Kecamatan Bajeng Barat, Rabu (26/3/2025). Gowa Salewangang satu dari lima program 100 hari kerja Husniah-Darmawangsyah yang termaktub dalam Program ‘Gowa Bersama’ (Bersih, Cerdas, Sejahtera, Sehat, dan Aman). Program Gowa Sehat diharapkan menjadi solusi masalah kesehatan masyarakat Gowa khususnya yang bermukim di daerah terpencil. Melalui program ini masyarakat akan mendapatkan pelayanan medis yang mudah, cepat, dan efisien sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Dalam sambutannya sebelum meluncurkan program ini, Husniah mengatakan melalui program Gowa Sehat masyarakat dapat merasakan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih merata dan mudah diakses. “Peluncuran Program Gowa Sehat bentuk komitmen kami untuk memastikan setiap warga Gowa mendapatkan layanan kesehatan terbaik. Kami ingin memastikan masyarakat, terutama yang tinggal di daerah-daerah terpencil, tidak kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan,” ujar Ketua Perempuan Amanat Nasional (Puan) Sulsel ini. Ia memastikan program ini akan dijalankan secara menyeluruh dengan fokus pada pelayanan kesehatan yang terintegrasi di seluruh puskesmas di Kabupaten Gowa. Di hadapan Forkopimda yang menghadiri peluncuran program ini, Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Gowa ini menegaskan bahwa program Gowa Sehat akan dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitas pelaksanaan dan keberlanjutannya. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Pemkab Gowa dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam menjalankan program strategis serta kebijakan nasional. “Kami berkomitmen untuk mendukung kebijakan pusat yang berpihak kepada rakyat, terutama dalam bidang ketahanan pangan, kesehatan, dan penguatan ekonomi daerah,” tambahnya.

Gowa, Pemerintahan

Dukung Program Bupati Gowa, Direktur Umum PDAM Gowa Akan Bimbing Anak Asuhnya Jadi Penjahit Profesional

ruminews.id, GOWA – Direktur Umum Perumda Tirta Jeneberang (PDAM) Gowa, Khaerul Aco, tak mau ketinggalan dalam mendukung program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Gowa, Husniah Talenrang-Darmawangsyah Muin. Program dimaksud, yakni Gowa Sejahtera dengan implementasi menjadi orangtua asuh bagi warga miskin ekstrim. Dalam mewujudkan misinya mengentaskan kemiskinan ekstrim di Gowa, Husniah menekankan kepada seluruh pejabat Pemkab Gowa termasuk direksi perusahaan umum daerah untuk menjadi orangtua asuh bagi warga warga miskin ekstrim. Program ini tidak sekadar menyantuni atau membiayai hidup keluarga miskin ekstrim. Target utamanya adalah para pejabat yang menjadi orangtua asuh membimbing anak asuhnya untuk menjadi mandiri dengan memberi modal usaha. Dalam mendukung program Gowa Sejahtera, Khaerul Aco telah menyambangi dua warga miskin ekstrim di Gowa dan menyatakan siap menjadi orangtua asuh dua keluarga tersebut. Khaerul Aco yang tak lain suami dari Bupati Gowa, Husniah Talenrang, juga akan membantu modal usaha dan membimbing dua keluarga yang menjadi anak asuhnya tersebut hingga menjadi mandiri. Dua keluarga miskin ekstrim yang dikunjungi Khaerul Aco, yaitu keluarga Arfah dan keluarga Nurlena yang keduanya beralamat di Kampung Sapiria, Desa Romanglasa, Kecamatan Bontonompo. Pada kunjungan pertamanya di hari ke-25 Ramadan 1446 Hijriyah, Selasa (25/3/25), selain berkenalan dan berbincang lebih dalam, Khaerul Aco juga membawa bingkisan Lebaran untuk dua keluarga tersebut. “Jadi, informasi terkait keluarga Pak Arfah dan Ibu Nurlena saya peroleh dari pemerintah desa setempat. Informasi ini saya tindaklanjuti dengan mengunjungi dua keluarga tersebut dan memang mereka kategori miskin ekstrim,” ujar Khaerul. “Untuk ibu Nurlena, saya akan membantunya menjadi mandiri dengan memberikan bantuan mesih jahit. Sebab, dia punya keahlian dalam menjahit dan semoga ke depannya bisa menjadi penjahit profesional,” ujarnya.  Untuk keluarga Arfah, Khaerul Aco mengaku masih memikirkan bantuan usaha apa yang cocok diberikan agar keluarga tersebut dapat segera menjadi keluarga mandiri dan keluar dari jeratan kemiskinan.

Scroll to Top