Rusia Kembali Gempur Kyiv Usai Utusan AS Tinggalkan Ukraina

(Foto: REUTERS/Valentyn Ogirenko)

Ruminews.id — Rusia kembali melancarkan serangan udara ke Kyiv, Ukraina, pada Selasa (8/9/2026) dini hari waktu setempat. Serangan menggunakan drone dan rudal itu terjadi setelah jeda singkat selama kunjungan dua utusan perdamaian Amerika Serikat (AS) ke Ukraina.

Dilansir Reuters, serangan tersebut menewaskan dua orang dan melukai 10 lainnya. Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan sejumlah wilayah di ibu kota Ukraina turut mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.

Puing-puing yang jatuh memicu kebakaran di sebuah gedung apartemen lima lantai dan blok perumahan tiga lantai. Sedikitnya 14 gedung bertingkat dilaporkan rusak, selain sebuah asrama, sekolah, klinik, gudang, dan sejumlah fasilitas lainnya.

Serangan kembali terjadi setelah dua utusan perdamaian AS, Jared Kushner dan Steve Witkoff, meninggalkan Kyiv. Keduanya sebelumnya bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Minggu (6/9).

Pertemuan tersebut berlangsung ketika pemerintahan Presiden AS Donald Trump terus berupaya mendorong berakhirnya perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung sekitar 4,5 tahun.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menilai kembalinya serangan Rusia menunjukkan kontras antara upaya diplomasi dan tindakan militer Moskow.

“Begitu utusan perdamaian presiden AS pergi, (Presiden Rusia Vladimir) Putin kembali melancarkan serangan besar dan mengerikan terhadap Kyiv,” tulis Sybiha melalui media sosial X.

“Rudal balistiknya berbicara lebih keras daripada kata-katanya tentang diplomasi,” lanjutnya.

Sybiha kemudian mendesak negara-negara sekutu Ukraina meningkatkan tekanan terhadap Moskow. Ia juga meminta tambahan pencegat pertahanan udara untuk menghadapi rudal balistik Rusia karena persediaan rudal pencegat Ukraina disebut semakin menipis.

Share

Scroll to Top