OPINI

Rongkong Bukan Ladang Eksploitasi: Ketika Budaya Dikalahkan oleh Mesin Panas Bumi

Penulis: Sigit Nugroho – Pemuda Rongkong

ruminews.id, Kehadiran PT Ormat Geothermal Indonesia di Kecamatan Rongkong perlu dilihat dengan kacamata yang lebih kritis, bukan sekadar narasi pembangunan dan investasi.

Rongkong bukan ruang kosong yang menunggu “diselamatkan” oleh industri energi. Ia adalah ruang hidup yang telah lama bernapas dengan kekayaan budaya, kearifan lokal, dan relasi ekologis yang terjaga turun-temurun. Ketika proyek geotermal masuk, yang dipertaruhkan bukan hanya tentang alam, tetapi juga identitas masyarakatnya.

Masalah utamanya sederhana arah pembangunan seperti ini seringkali meminggirkan potensi yang sudah hidup. Budaya Rongkong dengan tradisi, nilai, dan sistem sosialnya bukan sekadar ornamen wisata, melainkan fondasi ekonomi alternatif yang berkelanjutan. Pengembangan kampung adat, ekowisata berbasis masyarakat, serta penguatan ekonomi kreatif lokal justru bisa menciptakan kesejahteraan tanpa merusak akar kehidupan.

Namun yang terjadi, negara dan investor lebih tertarik pada proyek besar yang menjanjikan angka-angka cepat. Padahal, investasi seperti ini sering meninggalkan jejak konflik: ketimpangan akses, kerusakan lingkungan, dan marginalisasi masyarakat adat. Ironisnya, masyarakat lokal hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri.

Kritiknya bukan sekadar menolak pembangunan, tetapi mempertanyakan pembangunan untuk siapa? Jika kehadiran industri justru menggerus potensi budaya yang lebih inklusif dan berkelanjutan, maka itu bukan kemajuan itu pemaksaan arah.

Rongkong tidak butuh disulap menjadi kawasan industri untuk dianggap “maju”. Ia butuh ruang untuk tumbuh dengan caranya sendiri. Dan budaya, bukan mesin, ia adalah masa depan yang paling jujur untuk itu.

Share Konten

Opini Lainnya

b88fbc01-4d06-4eb1-97f8-f7a172979e3b
May Day: Kesejahteraan Buruh dan Bayang-bayang Mobil Mewah Bupati Soppeng
IMG-20260502-WA0015
HARDIKNAS: Krisis Marwah Pendidikan di Era Digital
WhatsApp Image 2026-05-02 at 12.10
Ini Bukan Reformasi Pendidikan, Ini Kekacauan yang Dilegalkan
IMG-20260502-WA0010
UNHAS di Persimpangan: Antara Khitah Sains atau Menjadi Budak Operasional
IMG-20260502-WA0006
Hardiknas dari Timur; Ambisi Kuasa dan Keberpihakan yang Rapuh
IMG-20260501-WA0052
May Day yang Tak Terbaca: Dekonstruksi Hak Sosial-Ekonomi
IMG-20260430-WA0067(1)
Pendidikan Sebagai Alat Pembebasan Atau Alat Penindasan.
IMG-20260501-WA0036
Pesta di Atas Luka: HUT Luwu Utara dan Matinya Nurani Kekuasaan
IMG-20260501-WA0016
Enrekang dan Mitos Kemakmuran ditengah Eksploitasi Sumber Daya Alam
WhatsApp Image 2026-04-28 at 16.26
Tenda Besar yang Mulai Retak: Ujian Loyalitas dan Arah Kekuasaan
Scroll to Top