Islandia Panggil Dubes AS Usai Trump Unggah Peta yang Klaim Wilayahnya

Ruminews.id — Pemerintah Islandia memanggil Duta Besar Amerika Serikat (AS) setelah Presiden AS Donald Trump mengunggah peta yang menampilkan Islandia sebagai bagian dari wilayah Amerika Serikat.

Kementerian Luar Negeri Islandia menilai unggahan tersebut tidak pantas. Menteri Luar Negeri Islandia Thorgerdur Katrin Gunnarsdottir kemudian memanggil Dubes AS untuk menyampaikan keberatan pemerintahnya.

“Menteri Luar Negeri, Thorgerdur Katrin Gunnarsdottir, memanggil Duta Besar AS kemarin untuk menyampaikan pesan tegas bahwa gambar tersebut sama sekali tidak pantas,” kata Kementerian Luar Negeri Islandia dalam pernyataan yang dilansir AFP, Selasa (8/9/2026).

Peta tersebut diunggah Donald Trump ke media sosial pada Senin (7/9). Dalam gambar itu, wilayah Kanada, Greenland, Meksiko, sebagian besar Amerika Tengah dan Karibia, serta Islandia tampak diberi motif warna bendera AS.

Seluruh wilayah yang ditampilkan tersebut juga diberi label “United States of America”. Trump tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai maksud unggahan peta tersebut.

Unggahan itu memicu respons dari pemerintah Islandia karena negara kepulauan di kawasan subarktik tersebut tidak memiliki angkatan bersenjata sendiri. Islandia mengandalkan kerja sama pertahanan dengan negara-negara sekutunya, termasuk AS.

Islandia menjadi salah satu anggota pendiri NATO dan memiliki perjanjian pertahanan bilateral dengan AS yang ditandatangani pada 1951.

Islandia sendiri meraih kemerdekaan pada 1944. Meskipun tidak memiliki militer, negara tersebut tetap menjadi bagian dari sistem pertahanan kolektif NATO.

 

Share

Scroll to Top