Dorong Literasi Digital, Garis Literasi dan SFL Indonesia Gelar Lokakarya Kepenulisan Wikipedia

Ruminews.id, Medan — Garis Literasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan Lokakarya Kepenulisan Wikipedia di Ruang Teater FISIP USU.  Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Students For Liberty (SFL) Indonesia dan didukung oleh Komunitas Wikimedia Medan serta beberapa media partner termasuk Ruminews, Suara Kebebasan, dan Persma PIJAR.

Melalui lokakarya ini, Garis Literasi dan SFL Indonesia berupaya untuk meningkatkan literasi digital, mengenalkan gagasan libertarianisme, sekaligus memperkenalkan keterampilan penyuntingan artikel di Wikipedia kepada mahasiswa, yang dilaksanakan pada Kamis (11/6/2026).

Lokakarya ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan ‘Digital Freedom Project‘, sebuah program yang diinisiasi oleh Students For Liberty (SFL) Indonesia untuk mengedukasi mahasiswa di Kota Medan mengenai nilai-nilai kebebasan dalam masyarakat demokratis. Melalui proyek ini, peserta tidak hanya diperkenalkan pada konsep kebebasan sipil dan hak asasi manusia, tetapi juga diajak berkontribusi secara langsung dalam memperbaiki kualitas informasi yang tersedia bagi publik di ruang digital.

Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai dasar-dasar penyuntingan Wikipedia, mulai dari pembuatan akun, penulisan artikel yang sesuai dengan pedoman ensiklopedia daring tersebut, hingga pentingnya penggunaan sumber yang kredibel dan dapat diverifikasi. Selain itu, peserta juga didorong untuk mengembangkan artikel-artikel Wikipedia Bahasa Indonesia yang berkaitan dengan demokrasi, pasar bebas, hak asasi manusia, dan libertarianisme agar informasi mengenai topik-topik tersebut dapat diakses masyarakat secara lebih luas dan akurat.

Keseruan para peserta lokakarya selama melakukan penyuntingan naskah Wikipedia.

Lokakarya Kepenulisan Wikipedia ini diikuti oleh sekitar 25 peserta yang terdiri atas mahasiswa USU dan perwakilan Komunitas Wikimedia Medan. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pelaksana kegiatan, Muhammad Nafis Athallah, menjelaskan maksud serta tujuan dari lokakarya ini.

Penyelenggaraan lokakarya ini berangkat dari keinginannya yang juga merupakan Local Coordinator SFL Indonesia untuk memperkenalkan nilai-nilai libertarianisme kepada masyarakat melalui penyediaan informasi yang lebih mudah diakses dan berbasis sumber tepercaya.

“Motivasi awal saya menyelenggarakan proyek ini adalah untuk mempromosikan nilai-nilai libertarianisme agar lebih bisa dipahami dan diterima oleh masyarakat sekitar saya.

Nilai-nilai kebebasan sudah lama disalahpahami masyarakat dikarenakan kurangnya literasi dan pengetahuan orang-orang, padahal hal tersebut berkaitan dengan demokrasi, hak asasi manusia, dan pasar bebas,” ujar Nafis.

Salah satu peserta lokakarya, Davina Syafa Fatia, mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP USU, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, lokakarya ini memberikan pengalaman baru dalam memahami cara kerja Wikipedia sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam pengembangan informasi yang dapat diakses publik.

“Aku berharap kegiatan serupa bisa dilaksanakan dengan cakupan materi yang lebih beragam. Selain membahas penyuntingan dasar, mungkin bisa ditambahkan materi atau praktik lain yang masih berkaitan dengan Wikipedia sehingga peserta dapat memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang lebih luas,” ucap Davina.

Share

PENCARIAN
BERITA LAINNYA
KATEGORI
Scroll to Top