Dobrak Keterbatasan Perangkat, KKN ITH III Sulap Smartphone Siswa SMAN 5 Barru Jadi Mesin Pencetak Website

Ruminews.id, BARRU – Ketiadaan perangkat laptop pribadi seringkali menjadi kendala utama bagi pelajar di daerah untuk mempelajari dan mempraktikkan ilmu pemrograman (coding). Menjawab tantangan tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan III Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH), Muh. Aksa, yang bertugas di Kelurahan Lompo Riaja, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, meluncurkan inovasi bertajuk KREASI-HP (Kreator Edukasi Website via Handphone).

Program ini sukses mengubah fungsi gawai di genggaman siswa SMAN 5 Barru dari sekadar alat hiburan konsumtif menjadi perangkat code editor profesional yang mampu menembus server internet publik.

Program KREASI-HP lahir dari pemahaman empiris bahwa mayoritas siswa sekolah menengah belum memiliki akses ke perangkat komputer atau laptop pribadi di rumah untuk berlatih coding. Mengusung konsep frugal innovation (inovasi hemat), Aksa membuktikan bahwa rekayasa perangkat lunak (software engineering) untuk membangun website statis dapat dieksekusi 100% hanya menggunakan layar smartphone yang sejatinya sudah dimiliki oleh hampir seluruh siswa.

Dalam eksekusi yang berlangsung secara taktis selama 120 menit tatap muka di ruang kelas, para siswa diajarkan mengeksploitasi Kecerdasan Buatan (AI) melalui teknik AI Prompting. Teknik ini digunakan untuk merakit struktur logika HTML dan CSS secara efisien. Untuk memastikan keberhasilan proyek, pendampingan dilanjutkan secara asinkron (jarak jauh). Melalui grup WhatsApp, instruktur menerapkan metode mobile debugging berbasis rekaman layar (screen recording) untuk membimbing siswa memperbaiki error atau kesalahan logika kode secara real-time.

Hasil akhir dari program ini sangat memuaskan. Dari 10 siswa perwakilan SMAN 5 Barru yang diseleksi, KREASI-HP mencatatkan tingkat keberhasilan hingga 80 persen. Sebanyak delapan siswa sukses meluncurkan (deploy) website statis publik mereka ke server internet Netlify secara mandiri, sementara dua peserta lainnya berhasil merampungkan tahapan pelatihan pada level fundamental pemrograman dasar.

Luar biasanya, program ini tidak sekadar mentransfer literasi digital dasar. KREASI-HP secara langsung mencetak bibit wirausaha (technopreneur) muda dan pelaku UMKM digital baru di lingkungan pemuda desa. Para siswa ini kini memiliki kompetensi komersial untuk membuka jasa pembuatan aset digital, mulai dari website Undangan Pernikahan, Undangan Ulang Tahun, hingga Halaman Katalog (Fanpage) premium.

Sebagai warisan keberlanjutan (legacy), seluruh karya website siswa tersebut kini telah diindeks ke dalam Google Search Console sehingga dapat ditelusuri secara global di mesin pencari. Lebih lanjut, tautan website mereka dikonversi menjadi Barcode (Kode QR) dan dipajang secara permanen di Majalah Dinding (Mading) SMAN 5 Barru sebagai panggung portofolio digital pertama bagi para siswa.

Gelombang kejut digitalisasi yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN ITH Angkatan III di bawah bimbingan DPL Ardi Manggala Putra, STP., M.Si. ini membuktikan bahwa ketiadaan perangkat PC bukanlah penghalang untuk berkarya. Dengan kemauan keras, integrasi AI, dan taktik problem-solving yang tepat, satu smartphone di genggaman pelajar sudah cukup untuk menciptakan lompatan kemandirian teknologi.

Share

Scroll to Top