Uncategorized

Uncategorized

Ketua DPRD Makassar Dampingi Wagub Sulsel Salurkan Bantuan ke Pekerja TPA Tamangapa

ruminews.id, MAKASSAR — Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, mendampingi Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, menyalurkan ratusan paket sembako dan sarung kepada para pekerja Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, pemangkas pohon, dan penggali kubur di Jalan AMD Borong Jambu, Kecamatan Manggala, Jumat pagi (14/3/2025). Dalam kesempatan tersebut, Supratman dan Fatmawati berdialog langsung dengan masyarakat guna menyerap aspirasi mereka. Ketua DPRD Makassar, Supratman, menyampaikan apresiasi tinggi kepada para pekerja TPA Tamangapa yang berperan besar dalam menjaga kebersihan kota. “Para pekerja di TPA Tamangapa adalah agen perubahan dalam menjaga dan merawat kebersihan Kota Makassar. Sudah sepantasnya kita memberikan apresiasi dan perhatian untuk kesejahteraan mereka,” ujar legislator dari Partai NasDem ini. Kepala UPT TPA Tamangapa, Nasrun, juga mengapresiasi komitmen Fatmawati yang sejak dulu konsisten memperhatikan kebutuhan para pekerja. “Dulu saat masih menjabat Wakil Wali Kota, beliau sudah turun langsung ke sini, berdiskusi dan melihat apa yang kami butuhkan,” ungkap Nasrun. Ia menambahkan, kepedulian Fatmawati sangat luar biasa dan berharap ke depan berbagai persoalan seperti perbaikan infrastruktur dan sarana prasarana bisa segera teratasi. Salah satu penerima bantuan, Ilham, mengucapkan rasa syukur dan doa untuk kesehatan serta keselamatan Fatmawati. “Kami berharap Bu Fatmawati selalu sehat dan dalam lindungan Allah SWT,” katanya. Dalam sambutannya, Fatmawati menegaskan pentingnya peran pekerja TPA dalam menjaga lingkungan Kota Makassar. “Teman-teman di UPT TPA Tamangapa inilah yang menjaga kebersihan kota kita. Mereka punya kerja-kerja hebat yang patut diapresiasi,” ujar Fatmawati. Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan dan kolaborasi semua pihak untuk membangun Kota Makassar dan Sulawesi Selatan. “Merawat kebersamaan, membangun sinergi, dan mengedepankan gotong-royong adalah kunci sukses membangun daerah,” tutupnya.

Uncategorized

Solidaritas PPPK Tahap I Kota Makassar Gelar Aksi Demonstrasi Tuntut Penyelesaian Masalah NIP dan SK

ruminews.id, Makassar – Perhimpunan Solidaritas PPPK Tahap I Kota Makassar menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Makassar sebagai bentuk protes terhadap surat edaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) serta Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI yang menyatakan pengangkatan Serentak untuk Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2024 akan dilaksanakan pada Maret 2026.   Aksi yang diikuti oleh sekitar 100 orang ini terdiri dari para peserta yang dinyatakan lulus PPPK di berbagai divisi, seperti teknis, guru, dan kesehatan. Mereka mengungkapkan kekecewaan atas penundaan tersebut dan berharap adanya tindakan cepat dari pihak terkait.   Para demonstran diterima oleh Anggota Komisi A DPRD Makassar, Andi Hadi Ibrahim, melalui sambungan telepon karena adanya kegiatan reses yang sedang diikuti oleh seluruh anggota DPRD.   Adapun tuntutan yang disampaikan oleh para CASN PPPK dalam aksi tersebut adalah sebagai berikut:   1. Menolak dan membatalkan keputusan Menpan RB terkait TMT Serentak.     2. Mendesak Komisi II DPR RI untuk memanggil kembali Menpan RB dan Kepala BKN RI.     3. Mendesak penertiban penerbitan NIP dan SK sesuai jadwal pada Maret dan April 2025.       Ketua Solidaritas PPPK Tahap I Kota Makassar, Saparuddin Numa, menyatakan bahwa penundaan penerbitan NIP dan SK oleh Menpan RB merupakan sebuah kekeliruan.   “Keputusan Menpan RB ini keliru, terutama terkait kesepakatan yang menyatakan penerbitan NIP akan dilakukan pada tahun 2026,” ungkap Saparuddin, Kamis (13/3/2025).   Saparuddin juga menyoroti pernyataan dari Komisi II DPR RI yang mengatakan bahwa tidak ada kesepakatan dengan Menpan RB mengenai penerbitan NIP dan SK. Oleh karena itu, ia berharap DPRD Makassar dapat menyampaikan tuntutan ini kepada Komisi II DPR RI untuk mendesak agar Menpan RB dan BKN segera menyelesaikan permasalahan ini.   “Kami turun ke DPRD untuk meminta agar pihak DPRD dapat menyampaikan tuntutan ini kepada Komisi II DPR RI, agar Menpan RB dan BKN dipanggil dan segera menyelesaikan persoalan ini,” tegasnya.   Saparuddin juga merujuk pada Pasal 30 Peraturan BKN Nomor 1 Tahun 2019, yang menyebutkan bahwa 30 hari setelah ditetapkan pengusulan NIP, peserta yang dinyatakan lulus tahap satu harus segera diangkat menjadi PPPK.   Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Makassar, Andi Hadi Ibrahim, menanggapi tuntutan tersebut dengan menyatakan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti masalah yang diangkat oleh Solidaritas PPPK. Andi memastikan bahwa Komisi A akan memproses tuntutan ini dan mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP).   “Nanti saya akan temui langsung pada hari Senin dan membawa suratnya. Insya Allah kami akan segera menindaklanjuti permasalahan ini dan mengadakan RDP dalam pekan ini,” tutupnya.

Uncategorized

Badan Kehormatan DPRD Makassar Belum Tindak Lanjuti Kasus Pemerasan dan Penipuan yang Melibatkan Legislator AM

ruminews.id, Makassar – Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Makassar memberikan respons terkait dugaan pemerasan dan penipuan yang melibatkan salah satu anggota legislatif berinisial AM terhadap IMS (38), seorang oknum guru di Makassar. Namun, hingga saat ini, BK belum mengambil tindakan apapun karena belum ada laporan resmi yang masuk.   Ketua BK DPRD Makassar, William Laurin, menegaskan bahwa pihaknya tidak dapat bertindak tanpa adanya dasar yang jelas.   “Kami belum bisa mengambil langkah sebelum ada laporan resmi dan bukti yang kuat. Prinsip kami, segala tindakan harus berdasarkan aturan dan mekanisme yang berlaku,” ujar William kepada RumiNews Jumat (13/3) malam.   William menjelaskan bahwa untuk memproses kasus ini lebih lanjut, kedua belah pihak perlu membuktikan kebenaran masing-masing. Jika terbukti ada pelanggaran etik, BK akan memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang ada.   Sementara itu, Sekretaris Partai Golkar Makassar, Andi Suharmika, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah AM benar merupakan kader partai tersebut.   “Kami sedang mengklarifikasi status AM di Fraksi Golkar. Untuk saat ini, kami tetap berpegang pada asas praduga tak bersalah hingga ada kepastian hukum,” ungkap Andi.   Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pihak yang berwenang untuk mengadili kasus ini adalah pengadilan.   “Kami akan mengikuti perkembangan kasus ini, namun keputusan akhir tetap berada di tangan pengadilan,” tutupnya.

Uncategorized

Pencairan THR 2025 DPRD Makassar Tertahan, Masih Tunggu Petunjuk Resmi dari Pusat

ruminews.id, MAKASSAR — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar hingga kini belum dapat mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) 2025. Penyebabnya, pemerintah pusat belum menerbitkan petunjuk teknis (juknis) resmi terkait pencairan tersebut.   Wakil Ketua I DPRD Makassar, Andi Suharmika, menegaskan bahwa pencairan THR harus mengikuti ketentuan yang berlaku. Karena itu, pihaknya masih menunggu regulasi resmi sebelum proses pencairan bisa dilaksanakan.   Sekretaris DPRD (Sekwan) Makassar, H. Dahyal, membenarkan hal tersebut. Ia menyebutkan, keterlambatan pencairan THR tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya sudah terealisasi pada awal Ramadan.   “Biasanya THR sudah cair di awal puasa. Namun hingga hari ini, kami masih menunggu regulasi resminya dari pemerintah pusat,” ujar Dahyal, Kamis (13/3/2025).     Tak tinggal diam, Dahyal mengungkapkan bahwa pihaknya berencana untuk berkonsultasi langsung dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) guna mempercepat kejelasan juknis tersebut.   “Kami akan segera ke Kemendagri untuk mempertanyakan langsung soal juknis pencairan THR, sekaligus melakukan konsultasi terkait TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) dan regulasi lainnya,” ungkapnya.     Mengenai besaran yang akan diterima, Dahyal menjelaskan bahwa nilai THR bagi anggota DPRD akan disesuaikan dengan gaji pokok dan tunjangan masing-masing.   “Nominal THR anggota DPRD sama dengan pegawai pada umumnya, tergantung gaji dan tunjangan yang diterima. Rata-rata gaji anggota DPRD Makassar berkisar Rp4-5 juta, sehingga kemungkinan nilai THR juga berkisar di angka tersebut,” terangnya.   Adapun untuk pimpinan DPRD, perhitungan THR turut memperhitungkan tunjangan istri dan anak, sehingga besaran yang diterima akan bervariasi sesuai kondisi masing-masing anggota dewan.   “Setiap anggota menerima nominal yang berbeda, menyesuaikan status pernikahan dan tunjangan yang ada,” tambah Dahyal.   DPRD Makassar berharap petunjuk teknis dari pusat bisa segera diterbitkan, agar pencairan THR dapat dilakukan sebelum Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah tiba.   “Kami berupaya agar hak-hak anggota dewan dapat tersalurkan tepat waktu, sehingga mereka juga bisa menyambut Lebaran dengan tenang,” tutup Dahyal. (*)

Uncategorized

Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Makassar Dipotong 50 Persen

ruminews.id, Makassar – Anggaran perjalanan dinas DPRD Makassar akan mengalami pemotongan sebesar 50 persen. Pemotongan ini merupakan dampak dari efisiensi anggaran yang telah ditetapkan oleh Presiden Prabowo beberapa waktu lalu. Sekretaris Dewan DPRD Makassar, Dahyal, mengungkapkan bahwa perjalanan dinas bagi Pemerintah Kota Makassar dan DPRD menjadi sektor yang paling terdampak dari kebijakan efisiensi tersebut. “Sejak awal tahun, kami sudah mulai melakukan efisiensi, dan kali ini fokusnya pada perjalanan dinas. Bahkan, untuk asistensi DPRD 2025, anggaran perjalanan dinas sudah dipangkas,” ungkap Dahyal saat diwawancarai, Rabu (12/3/2025). Dahyal menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan konsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait item-item yang akan dikenakan efisiensi lebih lanjut. “Begitu Instruksi Presiden (Inpres) mengenai efisiensi ini terbit, kami langsung memotong anggaran perjalanan dinas sebesar 50 persen. Kami juga akan berdiskusi dengan Kemendagri mengenai hal-hal yang perlu diefisiensikan sebelum ditetapkan secara final oleh Pemerintah Kota,” ujarnya. Selain itu, Dahyal menyebutkan bahwa pihaknya akan mempertanyakan kepada Kemendagri apakah reses dewan juga akan terdampak oleh kebijakan efisiensi tersebut. “Reses tetap dilaksanakan, namun kami akan menanyakan kepada Kemendagri apakah reses juga termasuk dalam item yang akan dipotong atau ada kebijakan lain,” katanya. Dahyal juga mengungkapkan bahwa anggaran uang transportasi untuk anggota dewan mengalami penurunan. Tahun ini, uang transportasi yang diterima anggota dewan berkurang dari Rp100.000 menjadi Rp50.000. “Uang transportasi untuk dewan memang berkurang tahun ini. Tahun lalu, kami masih menerima Rp100.000, namun kini hanya Rp50.000, karena standar biaya satuan untuk wilayah Sulsel, termasuk Pemprov, hanya sebesar itu,” tambahnya. Ketua Komisi D, Ari Ashari Ilham, juga menyoroti dampak efisiensi terhadap perjalanan dinas di DPRD. Menurutnya, kebijakan ini perlu dicari solusinya, mengingat kegiatan seperti perjalanan dinas dan Focus Group Discussion (FGD) menjadi yang paling terpengaruh. “Efisiensi ini sangat terasa, terutama bagi DPRD, karena berbagai kegiatan seperti perjalanan dinas dan FGD terpotong. Kami perlu mencari solusi agar SKPD dan DPRD tetap bisa melakukan studi banding dengan daerah lain,” katanya. Ari menegaskan pentingnya studi banding bagi SKPD dan DPRD untuk mempelajari solusi atas masalah yang dihadapi dan untuk mendapatkan inspirasi dari daerah yang lebih maju. Ia berharap kebijakan efisiensi tidak menghalangi upaya tersebut. “Efisiensi memang harus dilakukan, tetapi kita tidak bisa memungkiri bahwa studi banding itu penting untuk mengatasi kendala dan mencari inspirasi dari kota-kota yang lebih maju,” tutupnya.

Uncategorized

Ketua DPRD Makassar Serap Aspirasi Warga Terkait Sampah, Banjir, dan Ekonomi Kerakyatan

ruminews.id, Makassar – Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, kembali turun ke masyarakat dalam agenda Reses Kedua Masa Persidangan Kedua Tahun Sidang 2024/2025, Selasa (11/3/2025). Reses ini digelar di dua lokasi, yakni di Jalan Bitowa Lama, Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala, dan di Jalan Urip Sumaharjo, Lorong 4, Kelurahan Karuwisi Utara, Kecamatan Panakkukang.   Dalam dialog bersama warga, berbagai aspirasi mencuat, di antaranya harapan agar program iuran sampah gratis yang dirancang pemerintah dapat segera direalisasikan. Supratman menyatakan dukungan DPRD terhadap kebijakan pro-rakyat, namun menekankan pentingnya kejelasan teknis agar tidak membebani masyarakat.   Isu banjir juga menjadi perhatian utama, khususnya di wilayah Manggala. Warga mendesak solusi jangka panjang seperti normalisasi drainase dan pembangunan sistem pengendalian air. Menanggapi hal ini, Supratman menyebutkan bahwa masalah banjir telah masuk dalam pembahasan lintas komisi dan diusulkan sebagai prioritas pembangunan 2025.   Selain itu, aspirasi terkait ekonomi kerakyatan turut disuarakan, mulai dari pelatihan keterampilan, bantuan modal UMKM, hingga pembukaan akses pasar. Supratman menegaskan pentingnya pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai bagian dari pembangunan yang menyeluruh.   “Reses ini bukan sekadar formalitas, tapi ruang nyata untuk mendengar langsung suara rakyat,” tutup Supratman dalam kegiatan yang turut dihadiri tokoh masyarakat, pemuda, serta warga sekitar.

Uncategorized

DPRD Makassar Komitmen Maksimalkan Pengawasan Anggaran di Tengah Kebijakan Efisiensi

ruminews.id, Makassar – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menyatakan komitmennya untuk memaksimalkan pengawasan anggaran dan penganggaran di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diinstruksikan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut disampaikan usai Rapat Badan Anggaran DPRD Kota Makassar yang membahas Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 mengenai Efisiensi Belanja dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.   Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Ari Ashari Ilham, menegaskan bahwa pelaksanaan efisiensi anggaran harus sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.   “Kami ingin memastikan bahwa efisiensi anggaran dilakukan sesuai dengan juknis yang telah ditetapkan. Jangan sampai ada anggaran yang diefisiensikan secara tidak tepat atau bertentangan dengan aturan,” ujar Ashari, Selasa (11/3/2025).   Ashari juga menekankan pentingnya memastikan bahwa kebutuhan masyarakat tetap terlayani meskipun terdapat pengurangan anggaran.   “Efisiensi anggaran memang berpotensi berdampak pada pelayanan kepada masyarakat. Sebagai kota besar, Makassar membutuhkan anggaran yang cukup besar untuk memastikan seluruh kebutuhan dan harapan masyarakat dapat terealisasi,” lanjutnya.   Sebagai bagian dari tugas pengawasan DPRD, Ashari memastikan bahwa anggaran yang terkena efisiensi akan terus diawasi agar penggunaannya tepat sasaran dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.   “Tugas DPRD adalah mengawasi dan menganggarkan. Kami akan terus mengawasi anggaran yang terkena efisiensi agar pemerintah kota tetap mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat,” jelasnya.   Ari Ashari juga berharap agar pemerintah kota segera menemukan solusi untuk menutupi kekurangan anggaran yang timbul akibat kebijakan efisiensi tersebut.   “Kami berharap solusi segera ditemukan untuk mengatasi kekurangan anggaran yang disebabkan oleh efisiensi ini, sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi dengan baik,” tutup Ashari.

Uncategorized

DPRD Makassar Hadiri Buka Puasa Bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel

ruminews.id, MAKASSAR — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang digelar oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Sabtu (1/3/2025). Acara yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan ini menjadi momentum strategis untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan sinergitas antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi.   Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, hadir bersama jajaran anggota DPRD lainnya. Dalam sambutannya, Supratman menekankan pentingnya kegiatan semacam ini untuk membangun hubungan yang harmonis dan produktif antara dua tingkat pemerintahan.   “Buka puasa bersama ini merupakan momen penting untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi,” ujar Supratman.   Ia menambahkan, selain sebagai ajang mempererat tali persaudaraan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.   “Tidak hanya sekadar berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan, tetapi juga menjadi forum bertukar pikiran dan mencari solusi atas berbagai isu yang berkembang di masyarakat,” jelasnya.   Supratman turut menegaskan komitmen DPRD Kota Makassar dalam mendukung program-program pemerintah provinsi yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.   “Dengan sinergi yang kuat, pemerintah daerah dan provinsi dapat bersama-sama memberikan pelayanan terbaik demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sulsel, khususnya di Kota Makassar,” tandasnya.   Kegiatan buka puasa bersama ini dihadiri oleh berbagai pemimpin daerah, pejabat pemerintah, serta tokoh masyarakat. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen bersama untuk membangun pemerintahan yang harmonis, kolaboratif, dan berorientasi pada kemajuan daerah.   Melalui momentum ini, diharapkan terjalin kerja sama yang lebih erat antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai tantangan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. (*)

Uncategorized

Komisi C DPRD Makassar Gelar RDP, Kafe Start Ur Day Diizinkan Beroperasi dengan Syarat

ruminews.id, Makassar – Komisi C DPRD Kota Makassar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk menindaklanjuti surat dari pemilik Kafe Start Ur Day terkait permohonan fasilitasi mediasi dengan pihak-pihak terkait, menyusul adanya penolakan dari warga Kompleks PT Pusri, Jalan Asoka, Kecamatan Panakukang, terhadap keberadaan kafe tersebut.   RDP yang berlangsung di gedung DPRD Makassar pada Jumat, 28 Februari 2025, menghasilkan keputusan bahwa Kafe Start Ur Day tetap dapat beroperasi. Namun, pemilik diwajibkan membuat surat pernyataan yang menjamin keamanan dan ketenteraman lingkungan kompleks. Apabila komitmen tersebut dilanggar, maka pemilik harus bersedia menutup kafe sebagai bentuk pertanggungjawaban.   Anggota Komisi C DPRD Makassar, Sangkala Saddiko, menjelaskan bahwa pemilik kafe telah memenuhi seluruh syarat dan regulasi yang berlaku dalam mendirikan usahanya. Ia menyayangkan penolakan dari sejumlah warga, termasuk ketua RT dan RW setempat, yang beranggapan bahwa keberadaan kafe dapat mengganggu keamanan, padahal kafe tersebut belum resmi beroperasi.   Diketahui, kafe tersebut didirikan oleh enam orang mahasiswa yang secara patungan mengambil kredit senilai Rp800 juta untuk memulai usaha demi mencari nafkah secara mandiri.   Komisi C pun menegaskan bahwa usaha Kafe Start Ur Day patut didukung karena memberikan dampak positif, khususnya dalam aspek ekonomi dan kewirausahaan generasi muda.   Ketua Komisi C DPRD Makassar, Azwar Rasmin, mengimbau warga untuk menerima keberadaan kafe tersebut dengan lapang dada.   “Mestinya kita bersyukur ada anak-anak muda yang mau berusaha. Mereka tidak menempuh jalur yang salah. Di sini, kita tidak mencari siapa yang benar dan siapa yang salah, tapi mencari solusi terbaik,” ujarnya.

Uncategorized

Bertemu di Magelang, Husniah-Darmawangsyah Kompak Pakai Seragam Loreng

ruminews.id, GOWA – Retreat kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024 memasuki hari keenam, Kamis (27/2/2025). Sebanyak 481 kepala daerah yang tidak bersengketa atau telah menyelesaikan proses sengketa di Mahkamah Konstitusi mengikuti pembekalan sejak Jumat (21/2/2025). Hari ini, para wakil kepala daerah baru bergabung dalam retreat yang berlangsung di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Bupati Gowa, Husniah Talenrang, mengunggah momen kebersamaannya dengan Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, saat kembali bertemu setelah pelantikan di Istana Negara pada Kamis (20/2/2025). Dalam foto yang dibagikan, keduanya tampak kompak mengenakan seragam loreng tentara—pakaian wajib peserta retreat—sambil duduk berdampingan dan mengacungkan jempol. “Alhamdulillah, hari ini bertemu kembali dengan Pak Wakil Bupati untuk bersama-sama mengikuti retreat,” ujar Husniah. Mereka akan mengikuti agenda pembekalan hingga acara penutupan pada Jumat (28/2/2025) siang. Sore harinya, Husniah dan Darmawangsyah akan kembali ke Gowa melalui Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Penyambutan Meriah di Gowa Pemkab Gowa telah menyiapkan penyambutan khusus bagi Bupati dan Wakil Bupati periode 2025-2030 ini. Sebanyak tiga bus Pemkab Gowa akan membawa unsur Forkopimda dan para kepala dinas untuk menjemput keduanya di Bandara Sultan Hasanuddin, yang dijadwalkan tiba sekitar pukul 21.00 WITA. Di perbatasan Kabupaten Gowa-Kota Makassar, ribuan warga, termasuk camat, lurah, dan ASN, siap menyambut Husniah dan Darmawangsyah setelah salat tarawih pertama Ramadan 1446 Hijriah. Dari sana, pasangan pemimpin daerah ini akan menaiki mobil jeep terbuka menuju Balla Lompoa atau Istana Kerajaan Gowa, sebagai simbol dimulainya kepemimpinan mereka di tanah Gowa.

Scroll to Top