HMI Cabang Makassar Menduduki Bundaran Pettarani, Usung Tujuh Tuntutan dan Desak Pencopotan Dirintelkam Polda Sulsel

ruminews.id, Makassar — Ratusan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar menggelar aksi unjuk rasa dengan menduduki kawasan Bundaran Jalan A.P. Pettarani – Jalan Sultan Alauddin pada Rabu (28/10/2026) siang. Aksi jalanan ini diwarnai penyampaian mosi tidak percaya terhadap pemerintahan pusat serta sorotan tajam terhadap isu keamanan daerah di Kota Makassar.

Dalam aksi bertajuk “Asta Dusta Prabowo-Gibran” tersebut, massa aksi menyuarakan keprihatinan mendalam atas serangkaian isu nasional sekaligus persoalan kamtibmas di Makassar, seperti tingginya kejahatan jalanan hingga maraknya perang antarkelompok.

Koordinator aksi menegaskan bahwa pergerakan ini membawa tujuh poin tuntutan utama yang ditujukan baik kepada pemerintah pusat maupun jajaran kepolisian daerah, meliputi:

1. Penanganan Bencana Ekologis: Mendorong penetapan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai bencana nasional, pengusutan dan penindakan tegas terhadap korporasi pelanggar hukum, serta percepatan restorasi kawasan hutan.

2. Evaluasi Kebijakan Ekonomi: Menuntut reformasi kebijakan ekonomi agar lebih berpihak pada kesejahteraan kelompok buruh, petani, nelayan, dan pelaku UMKM.

3. Penyelesaian Kelangkaan BBM: Mengesakkan penanganan cepat dan konkret dari pemerintah atas kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di berbagai daerah.

4. Pemerataan Pendidikan: Menuntut pemenuhan fasilitas dasar serta pemerataan akses pendidikan nasional yang berkeadilan.

5. Pemberantasan KKN: Menyoroti komitmen penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari KKN sesuai amanat UU No. 28 Tahun 1999.

6. Perlindungan Demokrasi: Menjamin kebebasan berpendapat serta menghentikan segala bentuk militerisasi di ruang sipil.

7. Evaluasi Kinerja Kepolisian: Desakan tegas kepada Kapolri untuk mencopot Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Sulsel yang dinilai gagal mengantisipasi dan memetakan maraknya kriminalitas jalanan di Kota Makassar.

Aksi yang sempat menyita perhatian para pengguna jalan ini berlangsung riuh namun terkonsolidasi. Massa HMI Cabang Makassar menegaskan tidak akan berhenti pada aksi Bundaran Pettarani saja.

Mereka mengancam akan menggelar gelombang aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar di markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulawesi Selatan apabila seluruh poin tuntutan yang diajukan tidak segera mendapat respons dan penyelesaian nyata dari pihak-pihak terkait.

Share

Scroll to Top