Ruminews.id, Cirebon — Kabar duka datang dari keluarga besar Kesultanan Kanoman Cirebon. Ratu Raja Ilmiah Rosetina binti Sultan Raja H. Muhammad Djalaludin, putri Sultan Kanoman XI, meninggal dunia pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 00.53 WIB. Almarhumah yang akrab disapa Ibu Raja Iyos tersebut wafat pada usia 52 tahun.
Ratu Raja Ilmiah Rosetina merupakan anak kedua dari pasangan Sultan Raja H. Muhammad Djalaludin dan Ratu Dalem Hj. Sri Mulya. Ia lahir pada 12 Mei 1974.
Almarhumah merupakan adik kandung Sultan Raja Muhammad Emirudin, Sultan Kanoman XII. Ia juga kakak dari Ratu Raja Arimbi Nurtina dan Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran, yang menjabat sebagai Patih Kesultanan Kanoman.
Juru bicara Kesultanan Kanoman Cirebon, Ratu Raja Arimbi Nurtina, menyampaikan bahwa kepergian Ibu Raja Iyos meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar keraton, abdi dalem, kerabat, dan masyarakat yang mengenalnya.
“Kepergian Ibu Raja Iyos menyisakan duka yang mendalam bagi sanak keluarga, kerabat, abdi dalem, dan semua yang merasa kehilangan sosoknya yang baik dan bersahaja,” ujarnya pada Senin (14/9/2026).
Semasa hidup, almarhumah tidak memiliki anak. Suaminya, Mas Tari, telah lebih dahulu meninggal dunia.
Keluarga besar Kesultanan Kanoman turut memohon doa dari masyarakat untuk almarhumah. Mereka juga menyampaikan permohonan maaf apabila semasa hidupnya Ibu Raja Iyos pernah melakukan kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
Sebagai putri Sultan, jenazah Ratu Raja Ilmiah Rosetina dimakamkan di Astana Gunung Sembung, kompleks pemakaman Sunan Gunung Jati yang juga menjadi tempat peristirahatan keluarga bangsawan Cirebon.
Prosesi pemakaman dilaksanakan melalui rangkaian tradisi adat Kesultanan Kanoman. Penggunaan tata cara adat keraton tersebut menjadi bagian dari penghormatan keluarga kepada almarhumah.
Kepergian Ratu Raja Ilmiah Rosetina menjadi kehilangan bagi keluarga besar Kesultanan Kanoman, kerabat, abdi dalem, serta masyarakat yang mengenalnya.
Keluarga berharap doa dan penghormatan masyarakat dapat mengiringi kepergian almarhumah.



