OPINI

Perempuan dalam Perspektif Islam Jadi Sorotan LKK HMI Bulukumba: Meneguhkan Nilai, Menguatkan Peran

Penulis: Nursila Ningsi R Singke – HMI Cabang Luwu Utara

Ruminews.id – Menurut saya, perempuan dalam Islam bukan hanya dipandang dari perannya dalam keluarga, tetapi juga sebagai individu yang memiliki hak, kewajiban, potensi, dan peran penting dalam kehidupan sosial.

Melalui pembahasan ini, saya melihat bahwa penting bagi kader perempuan untuk memahami ajaran Islam dengan baik agar tidak hanya mengetahui kewajibannya, tetapi juga mampu memahami hak dan potensinya.

Dengan pemahaman yang kuat, perempuan dapat menjalankan perannya dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam.

Menurut saya, meneguhkan nilai berarti memperkuat pemahaman dan prinsip sebagai perempuan Muslim, sedangkan menguatkan peran berarti mendorong perempuan agar mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, dan organisasi.

Karena itu, saya berharap pembahasan tentang perempuan tidak berhenti pada teori, tetapi dapat menjadi bekal bagi kader untuk menjadi perempuan yang berilmu, berkarakter, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Share Konten

Opini Lainnya

Muzakkir (5)
Sebuah Refleksi atas Fenomena Politik Lokal dan Anatomi Kekuasaan di Balik Layar
Muzakkir (4)
Dari Statistik Menuju Keadilan: Kritik atas Perencanaan Pendidikan yang Belum Responsif Gender
Muzakkir (3)
Hutan Terus Terbakar, Udara Semakin Tercemar: Sampai Kapan Kesehatan Masyarakat Harus Jadi Korban?
Muzakkir (3)
Karhutla sebagai Fakta Sosial: A. Muh. Ihsan Amu Soroti Disorientasi Kebijakan dan Desak Negara Bertindak Tegas
Muzakkir (6)
Menagih Hak atas Udara Bersih di Tengah Kepungan Asap
Muzakkir (5)
Kabut Menyebar Hingga Ke Daerah: Saatnya Negara Ambil Sikap Tidak Sekedar Menyaksikan
Muzakkir (4)
Loyalitas Tanpa Kemandirian: Ironi Regenerasi dalam Tubuh PMII
Muzakkir (3)
Karhutla dan Kegagalan Negara Menjamin Hak Atas Udara Bersih
Muzakkir (7)
Kekuasaan Menguat, Kenegarawanan Melemah: Siapa Untung, Siapa Menanggung Beban?
Muzakkir (5)
Tallasa Kamase-Masea: Nyanyian Hitam dari Tanah Kajang untuk Mengguncang Menara Gading
Scroll to Top