Penulis: Nur Azizah – HMI Cabang Luwu Utara
ruminews.id – Menurut saya membina keluarga sakinah, mawaddah, warahmah bukan hanya tentang membangun rumah tangga yang terlihat harmonis, tetapi tentang bagaimana suami dan istri mampu menciptakan hubungan yang didasari oleh ketenangan, cinta, kasih sayang, dan tanggung jawab.
Keluarga merupakan tempat pertama seseorang belajar tentang kehidupan, sehingga hubungan yang baik dalam keluarga akan sangat memengaruhi pembentukan karakter setiap anggotanya.
Sakinah berarti adanya ketenangan dan rasa aman dalam keluarga. Menurut saya, ketenangan tersebut dapat tercipta ketika suami dan istri saling menghargai, terbuka dalam berkomunikasi, dan mampu menyelesaikan masalah tanpa saling menyalahkan.
Sementara mawaddah merupakan rasa cinta yang mendorong pasangan untuk saling menjaga dan membahagiakan. Sedangkan warahmah adalah kasih sayang yang membuat seseorang mampu memahami kekurangan pasangannya, memaafkan kesalahan, serta tetap memberikan dukungan dalam keadaan sulit.
Dalam membina keluarga, tentu tidak selalu berjalan tanpa masalah. Perbedaan pendapat, masalah ekonomi, kesibukan, maupun persoalan lainnya merupakan bagian dari kehidupan rumah tangga. Karena itu, keluarga sakinah tidak berarti keluarga yang tidak pernah memiliki masalah, tetapi keluarga yang mampu menghadapi masalah dengan komunikasi, kesabaran, saling menghormati, dan berpegang pada nilai-nilai agama.

Menurut saya, keluarga sakinah, mawaddah, warahmah juga harus dibangun atas dasar kerja sama. Tanggung jawab keluarga bukan hanya dibebankan kepada salah satu pihak, tetapi perlu dilakukan bersama sesuai dengan peran dan kemampuan masing-masing.
Suami dan istri harus menjadi pasangan yang saling mendukung, bukan saling menjatuhkan. Dengan demikian, rumah bukan hanya menjadi tempat untuk tinggal, tetapi juga menjadi tempat untuk mendapatkan ketenangan, kasih sayang, dan kekuatan.
Pada akhirnya, membina keluarga sakinah, mawaddah, warahmah merupakan sebuah proses yang membutuhkan usaha terus-menerus. Cinta saja tidak cukup tanpa tanggung jawab, dan tanggung jawab akan terasa berat tanpa kasih sayang.
Oleh karena itu, keluarga yang harmonis dapat diwujudkan melalui keimanan, komunikasi yang baik, saling menghargai, kesetiaan, kesabaran, dan kesediaan untuk tumbuh bersama dalam menghadapi setiap persoalan kehidupan.Kalau untuk opini saat berbicara di forum/presentasi, saya juga bisa buatkan versi yang lebih natural, singkat, dan mudah disampaikan secara lisan.