Di Balik Euforia Pembukaan Prodi Industri Musik FSD UNM, Jangan Sampai Kampus Memproduksi Janji Tanpa Kualitas

ruminews.id – Pembukaan Program Studi Sarjana Industri Musik di Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar memang patut diapresiasi sebagai langkah progresif dalam menjawab perkembangan industri kreatif Indonesia. Euforia civitas akademika dan mahasiswa merupakan hal yang wajar, sebab lahirnya program studi baru selalu membawa harapan terhadap kemajuan pendidikan seni.

Namun, kebanggaan tidak boleh membungkam kritik. Sebab sejarah mengajarkan bahwa membuka program studi jauh lebih mudah daripada membangun kualitasnya.

Presiden BEM KEMA FSD UNM memandang bahwa keberhasilan sebuah program studi tidak diukur dari seremoni peresmian ataupun publikasi, melainkan dari kesiapan sumber daya manusianya, kompetensi dosennya, kelengkapan laboratorium, studio, instrumen praktik, kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan industri, hingga ekosistem akademik yang benar-benar mendukung lahirnya lulusan yang kompetitif.

Fakultas Seni dan Desain pada hari ini jurusan seperti Pendidikan Seni Rupa, Sendratasik, Desain Komunikasi Visual (DKV), Seni Tari dan Animasi masih menunjukkan adanya pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

Program studi yang telah lebih dahulu berdiri masih menghadapi persoalan keterbatasan fasilitas pembelajaran, sarana praktik yang belum memadai, serta berbagai kebutuhan akademik yang belum terpenuhi secara optimal. Kondisi ini menjadi alarm bahwa ekspansi kelembagaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas.

Kami tidak ingin Program Studi Industri Musik mengalami persoalan yang sama. Jangan sampai mahasiswa dijadikan objek eksperimen kebijakan yang terburu-buru, sementara kesiapan institusi belum sepenuhnya matang. Kampus tidak boleh terjebak pada orientasi memperbanyak program studi tanpa memastikan mutu pendidikan yang menjadi hak setiap mahasiswa.

PRESIDEN BEM KEMA FSD UNM FADIL ADINATA D menegaskan bahwa pendidikan tinggi bukanlah ruang pencitraan institusi. Pendidikan adalah ruang pengabdian terhadap ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan masa depan generasi muda.

Karena itu, kami mendesak pimpinan universitas dan fakultas untuk membuka secara transparan kesiapan akademik Program Studi Industri Musik, mulai dari ketersediaan dosen tetap yang kompeten, fasilitas pembelajaran, studio praktik, laboratorium, kemitraan industri,serta ruang kelas yang masih di perebutkan dan roadmap pengembangan program studi dalam jangka panjang.

Kami mendukung kemajuan Fakultas Seni dan Desain. Namun dukungan tidak berarti menanggalkan sikap kritis. Justru kritik adalah bentuk kepedulian agar setiap kebijakan akademik benar-benar berorientasi pada mutu, bukan sekadar mengejar kuantitas.

Sebab mahasiswa tidak membutuhkan sekadar program studi baru. Mahasiswa membutuhkan jaminan bahwa ketika mereka memilih belajar di sana, mereka memperoleh pendidikan yang bermutu, fasilitas yang layak, dosen yang profesional, dan masa depan yang jelas.

Membuka program studi adalah awal. Menjamin kualitasnya adalah tanggung jawab.

Share

Scroll to Top