OPINI

Perempuan Tangguh, Masa Depan yang Tumbuh

Penulis: Oleh Arly Guliling Makkasau

Ruminews.id – Di tengah dinamika politik yang masih didominasi oleh berbagai tantangan, hadirnya Andi Tenri Uji Idris sebagai anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PDI Perjuangan menjadi bukti bahwa perempuan memiliki ruang yang sama untuk memimpin, mengabdi, dan menghadirkan perubahan.

Arly Guliling Makkasau Selaku Ketua Bidang Sosial dan politik pengurus cabang SEMMI Bone melihat perjalanan seorang perempuan menuju ruang-ruang pengambilan keputusan bukan sekadar tentang meraih jabatan, melainkan tentang keberanian menembus batas, membuktikan kapasitas, serta menjaga komitmen untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. Ketangguhan seorang perempuan tidak hanya diukur dari kemampuannya menghadapi tantangan, tetapi juga dari kesediaannya untuk tetap berdiri teguh di atas nilai, integritas, dan pengabdian.

Sosok Andi Tenri Uji Idris menjadi pengingat bahwa perempuan mampu menjadi motor penggerak pembangunan. Dengan dedikasi dan kerja nyata, ia menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

Bagi generasi perempuan hari ini, jangan pernah ragu untuk bermimpi besar. Pendidikan, pengalaman, dan keberanian adalah bekal untuk menapaki masa depan. Jangan biarkan keraguan membatasi langkah, karena sejarah selalu ditulis oleh mereka yang berani mencoba.

Masa depan bangsa membutuhkan lebih banyak perempuan yang berani bersuara, berpikir kritis, serta hadir sebagai pemimpin yang mengutamakan kepentingan rakyat. Ketika perempuan diberi kesempatan dan terus mengembangkan kapasitasnya, maka lahirlah generasi yang lebih kuat, lebih adil, dan lebih berdaya.

Semoga perjalanan dan pengabdian Andi Tenri Uji Idris menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia untuk terus berkarya, memimpin dengan hati, serta membuktikan bahwa tidak ada mimpi yang terlalu tinggi bagi perempuan yang memiliki tekad, ilmu, dan semangat pengabdian.

Share Konten

Opini Lainnya

Yudi Latif
Konghucu untuk Indonesia
Merah Muda Abstrak Lucu Halaman Kosong A4 Landscape_20260823_225440_0000
Luka Spiritual dan Rentannya Tanah Air: Membaca Kebakaran Kalimantan serta Gempa Tektonik NTT dari Kacamata Ekoteologi
81 Tahun Indonesia Merdeka
Refleksi 81 Tahun Indonesia Merdeka: Ketika Pembangunan Mengabaikan Manusia
Muzakkir (1)
Merdeka untuk Siapa? Catatan 81 Tahun bagi Perempuan Indonesia
anunya rumi
Salah Arah Belanja Parepare
Muzakkir (1)
Menakar Arsitektur APBN 2026-2027, Antara Ekspansi Fiskal dan Disiplin Anggaran
81 Tahun Indonesia
Merdeka dari Apa? 81 Tahun Indonesia dan Cengkraman Represi
81 Tahun Indonesia Merdeka
81 Tahun Indonesia Merdeka: Merayakan Kebebasan atau Menghadapi Kenyataan
Muzakkir (1)
Suara Kritis: Musuh Baru Penguasa Kampus?
Muzakkir (1)_edit_3152669649042474
Kedangkalan Bernalar. Ketika Kritik Dijawab dengan Label “Syiah”
Scroll to Top