Ruminews.id, Yogyakarta — Federasi Serikat Buruh Kerakyatan (SERBUK) Indonesia mendesak pemerintah segera mengambil langkah untuk menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok yang dinilai semakin membebani rakyat kelas pekerja.
Desakan tersebut disampaikan dalam pernyataan sikap yang dirilis organisasi buruh tersebut pada Sabtu (14/6). Dalam pernyataannya, SERBUK menilai kondisi ekonomi yang dihadapi rakyat saat ini semakin berat akibat kenaikan harga kebutuhan pokok, meningkatnya biaya transportasi, serta terbatasnya lapangan kerja yang layak. Kenaikan biaya hidup tidak sebanding dengan pertumbuhan upah yang diterima pekerja.
“Kaum buruh, petani, nelayan, pekerja informal, pengemudi ojek online hingga masyarakat miskin di perkotaan dan pedesaan terus menghadapi tekanan akibat tingginya harga kebutuhan pokok yang menggerus daya beli,” tegas SERBUK.
Serikat pekerja tersebut juga menyoroti anggaran negara yang dialokasikan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. SERBUK menilai kedua program tersebut perlu dihentikan sementara dan dikaji ulang karena dianggap belum menjawab persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat pekerja, seperti mahalnya biaya hidup, rendahnya upah, dan terbatasnya kesempatan kerja.
Menurut SERBUK, prioritas anggaran negara seharusnya diarahkan pada penciptaan lapangan kerja, penguatan perlindungan sosial, pendidikan, kesehatan, serta pengembangan ekonomi rakyat.
Selain itu, federasi buruh tersebut menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi berpotensi memicu kenaikan biaya transportasi dan logistik yang pada akhirnya berdampak pada harga barang dan kebutuhan pokok. Kondisi itu, menurut mereka, turut memperlemah daya beli masyarakat.
Dalam aspek politik dan demokrasi, SERBUK menyatakan penolakan terhadap berbagai kebijakan yang dianggap memperluas kewenangan TNI dan Polri ke ranah sipil.
Lebih lanjut, SERBUK juga menyoroti perluasan peran aparat keamanan dalam urusan sipil yang berpotensi mengancam prinsip-prinsip demokrasi yang diperjuangkan sejak Reformasi 1998.
“Masyarakat membutuhkan pekerjaan yang layak, harga pangan yang terjangkau, layanan pendidikan dan kesehatan yang baik, serta demokrasi yang sehat, bukan semakin luasnya kontrol aparat terhadap kehidupan sipil,”
Melalui pernyataan sikap tersebut, SERBUK menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah, antara lain menurunkan harga BBM dan sembako, menaikkan upah buruh, memperluas lapangan kerja yang layak.
selanjutnya menghentikan dan mengkaji ulang Program MBG serta Koperasi Desa Merah Putih, mengalihkan prioritas anggaran untuk kebutuhan dasar masyarakat, membatalkan kebijakan yang memperluas kewenangan TNI dan Polri di ranah sipil, serta menjamin kebebasan berserikat dan menyampaikan pendapat.