27 November 2025

Dinas Koperasi Makassar

Tingkatkan Profesionalisme Pengurus, KKMP Makassar Gelar Diklat Peningkatan Kompetensi SDM

ruminews.id – MAKASSAR — Upaya memperkuat kapasitas kelembagaan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kota Makassar kembali ditunjukkan melalui penyelenggaraan Diklat Peningkatan Kompetensi SDM Pengurus Koperasi. Kegiatan strategis ini berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu, 27–29 November 2025, di Aula Bantimurung Lantai 2 Gedung KPKNL Makassar. Diklat ini digelar sebagai respon terhadap kebutuhan penguatan manajemen koperasi di tengah tantangan modern, seperti digitalisasi layanan, tuntutan transparansi, hingga persaingan usaha yang semakin ketat. Koperasi Merah Putih, sebagai bagian dari ekonomi kerakyatan, menilai peningkatan kualitas pengurus sebagai langkah mendesak demi mendorong profesionalisme dan tata kelola yang lebih baik. Sebanyak 102 peserta yang terdiri dari Ketua dan Sekretaris mewakili 51 pengurus KKMP se-Kota Makassar mengikuti pelatihan ini. Mereka dibekali beragam materi penting, mulai dari prinsip dan regulasi perkoperasian, penguatan manajerial, pengelolaan keuangan, hingga penerapan sistem digital koperasi. Kegiatan ini juga mengusung metode pembelajaran interaktif seperti ceramah, studi kasus, diskusi kelompok, simulasi, serta praktik penggunaan aplikasi koperasi. Ketua Panitia Pelaksana, yang juga Kabid Sukma Dinas Koperasi Makassar, menyampaikan bahwa melalui diklat ini para pengurus diharapkan mampu meningkatkan akuntabilitas, menyusun program kerja yang terukur, serta lebih siap dalam melakukan transformasi digital. Termasuk di dalamnya kemampuan menyajikan laporan keuangan profesional dan mengembangkan usaha koperasi secara inovatif. Pada akhir laporan pelaksanaan kegiatan, Diharapkan diklat ini menjadi momentum penting bagi KKMP Makassar dalam menciptakan pengurus koperasi yang lebih kompeten, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.    

Uncategorized

OKP Himpunan Pemuda Al Khairaat Nyatakan Dukungan untuk Vonny Ameliani Sebagai Calon Ketua DPD KNPI Sulsel

ruminews.id – Makassar — Dukungan terhadap Vonny Ameliani S sebagai calon Ketua DPD KNPI Sulawesi Selatan terus bertambah. Kali ini, Organisasi Kepemudaan (OKP) Himpunan Pemuda Al Khairaat melalui Ketua, Faruq Umar, secara resmi menyatakan komitmen untuk mendukung langkah Vonny dalam kontestasi pemilihan Ketua DPD KNPI Sulsel. Faruq Umar menegaskan bahwa Himpunan Pemuda Al Khairaat, sebagai organisasi yang berfokus pada penguatan pendidikan Islam, melihat kepemimpinan Vonny Ameliani S selaras dengan visi dan misi organisasi. Salah satunya adalah komitmen Vonny dalam mendorong program pemberdayaan pemuda yang inklusif, berkarakter, serta memiliki landasan moral yang kuat. “Kami melihat Ibu Vonny membawa semangat perubahan yang sesuai dengan nilai-nilai pendidikan Islam yang kami junjung,” ujar Faruq Menurutnya, KNPI Sulsel membutuhkan sosok pemimpin yang mampu mengakomodasi keragaman OKP sekaligus menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan dasar pengembangan pemuda. Himpunan Pemuda Al Khairat menilai Vonny memiliki strategi yang relevan, terutama dalam hal peningkatan kapasitas pemuda melalui pendidikan, pelatihan moral, hingga penguatan literasi keagamaan. Lebih lanjut, Fikar selaku Sekertaris menjelaskan bahwa orientasi Himpunan Pemura Al Khairaat yang fokus pada pendidikan Islam sangat sejalan dengan rencana program Vonny Ameliani S, yang menekankan penguatan karakter, integritas, dan kecerdasan sosial pemuda Sulsel. Ia menyebut bahwa sinergi positif ini diyakini mampu menciptakan ekosistem kepemudaan yang lebih berdaya dan berkeadaban. Dengan deklarasi dukungan ini, Himpunan Pemuda Al Khairaat berharap KNPI Sulsel di bawah kepemimpinan Vonny nantinya dapat menjadi wadah yang lebih inklusif, progresif, dan mampu mengangkat potensi pemuda dari berbagai latar belakang, termasuk yang bergerak di bidang pendidikan Islam. Dukungan Himpunan Pemuda Al Khairat menambah deretan OKP yang siap mengawal kemenangan Vonny Ameliani S dalam pemilihan mendatang

Daerah, Gowa

Launching Tema Konfercab HMI Gowa Raya Hadirkan Tiga Narasumber, Tegaskan Pentingnya Gagasan, Ketegasan, dan Mekanisme Organisasi

ruminews.id, Gowa Raya — Kegiatan Launching Tema Konferensi Cabang (Konfercab) HMI Cabang Gowa Raya berlangsung hangat, harmonis dan penuh dinamika. Acara ini dihadiri langsung oleh tiga narasumber yakni Andi Jimmy Rusman (Ketua Umum HMI Cabang Gowa Raya Periode 2018-2019), Syahrir Karim (Akademisi, Pengurus KAHMI Sulsel, Pengurus KAHMI Rayon UIN), serta Dr. Nur Syamsiah Yunus Tekeng, M.Pd.I (Akademisi, Kordinator Presidium MW FORHATI Sulsel dan Mantan Ketua Kohati Indonesia Timur). Kegiatan resmi dibuka oleh Ketua Umum HMI Cabang Gowa Raya, dihadiri Ketua Kohati, jajaran pengurus cabang, steering committee, perwakilan komisariat, serta kader-kader HMI Gowa Raya. Andi Jimmy Rusman menyinggung Ketegasan Pemimpin Menentukan Arah Cabang Dalam pemaparannya, Andi Jimmy menegaskan bahwa dinamika organisasi merupakan bagian alamiah dari proses berhimpun. “Problem dalam berlembaga itu pasti ada. Yang membedakan adalah kemampuan kita mencari solusi. HMI itu punya tafsir tujuan, dan kita harus membuktikan bahwa kita berhimpun untuk tujuan itu,” ujarnya. Ia menyinggung kondisi cabang yang “mungkin saja tidak baik-baik saja”, sehingga membutuhkan sikap tegas dari seluruh pengurus. “Dalam penyelesaian dinamika cabang, pengurus tidak boleh mundur. Ketegasan itu penting. Kecerdasan itu penting. Dan ketegasan lahir dari karakter seorang pemimpin,” tambahnya. Jimmy menutup dengan ajakan untuk bersama-sama menyukseskan Konfercab XII HMI Gowa Raya sebagai momentum pembuktian kualitas kader. Syahrir Karim menyampaikan Konfercab adalah Pertarungan Gagasan, Bukan Konflik Pragmatis. Syahrir Karim, dalam penyampaiannya, menegaskan bahwa esensi Konfercab ialah kontestasi gagasan, bukan arena konflik yang tidak produktif. “Di Konfercab HMI, kita bertaruh gagasan. Pemimpin ke depan harus mampu menjual gagasan. Konflik selama ini banyak pragmatis, bukan konflik ide,” ucapnya. Ia mendorong kader untuk lebih produktif dalam perdebatan intelektual, saling mengkritik dan mengevaluasi dalam semangat membangun. “Kita perlu kultur berkunjung ke gagasan. Sekali-sekali kritis, tapi juga harus bersyukur. Produktivitas intelektual itu yang menguatkan organisasi,” tegasnya. Dr. Nur Syamsiah Yunus Tekeng: Konfercab Harus Dilakukan Oleh Cabang, Bukan Pihak Lain Bunda Anci’, sapaan akrab Dr. Nur Syamsiah, menekankan pentingnya menjaga kemurnian mekanisme organisasi. “Konfercab itu dilakukan oleh pengurus cabang. Kalau ada yang lain melakukannya, berarti ada kelainan,” tegasnya. Ia menilai bahwa kader yang hadir adalah mereka yang tetap menjaga nilai-nilai kemurnian HMI. “Orang yang melakukan sesuatu yang tidak benar, berarti bukan HMI secara penuh karena dia tidak paham. Yang hadir hari ini adalah mereka yang bahagia menjadi bagian dari HMI,” ucapnya. Ketua Umum Cabang mengatakan HMI Bukan Organisasi Politis, Konfercab Bukan Tempat Kepentingan Ketua Umum HMI Cabang Gowa Raya, Nawir Kalling, memberikan penegasan mengenai prinsip dasar organisasi di tengah dinamika yang berkembang. “Konfercab bukan tempat untuk meletakkan kepentingan tertentu. HMI tidak berfungsi sebagai organisasi politis, tetapi sebagai organisasi kader dan organisasi perjuangan,” ungkap Nawir. Ia mengapresiasi komisariat atau kader-kader yang tetap solid di tengah isu perpecahan, dan memastikan bahwa kepengurusan akan diselesaikan secara bertanggung jawab. “Kalau pun ada yang ingin menghidupi kelompoknya sendiri, pastikan kita yang hadir hari ini adalah orang yang mampu menghidupi semuanya. Saya tegaskan, saya tidak pernah reaktif terhadap isu karateker. Kalau saya reaktif, mungkin cabang sudah pecah,” lanjutnya. Dengan semangat kolaboratif yang terus dibangun, ia berharap HMI Cabang Gowa Raya tetap menjadi contoh organisasi yang mampu bekerja sama dan merawat relasi dengan berbagai pihak. Ketua Panitia mengatakan Konfercab sudah menjalani Proses Panjang Ketua Panitia Konfercab, Nurhidayahtullah, menjelaskan perjalanan panjang penyelenggaraan Konfercab yang telah dimulai sejak Juni. “Mulai dari coming soon, SK panitia, hingga penyusunan steering. Sempat ada kendala teknis (redup), lalu masuk fase kedua. Tiba-tiba muncul berita karateker tanpa konfirmasi resmi,” jelasnya. Ia menilai isu tersebut menjadi konsumsi publik yang tidak objektif, karena tidak ada langkah resmi seperti teguran atau koordinasi melalui struktur organisasi. “HMI sebagai organisasi besar harus menjunjung mekanisme ideal dalam menyelesaikan polemik cabang. Konfercab harus dibangun secara terbuka, partisipatif, relevan, objektif, berbobot dan demokratis. Kami selaku penyelenggara Konfercab komitmen akan menyelesaikan amanah ini dengan gagasan, sebagaimaa arah dan mekanisme organisasi.” tegasnya.   Kegiatan ini menjadi ruang refleksi kolektif bagi seluruh kader HMI Cabang Gowa Raya untuk kembali pada jati diri organisasi-berbasis nilai, gagasan, mekanisme, dan persaudaraan. Dengan hadirnya tiga narasumber lintas generasi, dialog berlangsung harmonis namun tetap substantif, menghadirkan solusi dan penegasan penting bagi perjalanan organisasi menyukseskan Konfercab XII. Semangat kolaborasi, integritas mekanisme, dan kedewasaan berpikir menjadi kunci agar HMI Cabang Gowa Raya tetap solid, rasional, dan relevan di tengah berbagai tantangan dinamika internal.

Scroll to Top