Tukar Sampah Dapat Sayur, Kelurahan Kampung Pisang Luncurkan Inovasi “ATM Stunting”

Ruminews.id, PAREPARE – Kelurahan Kampung Pisang, Kecamatan Soreang, meluncurkan inovasi pelayanan publikbernama “ATM Stunting”. Program yang mulai diterapkan tahun 2025 hingga sekarang ini menggabungkanpelayanan Posyandu dengan penukaran sampah plastik menjadi paket sayuran bergizi.

Inovasi ini lahir dari rendahnya partisipasi warga ke Posyandu. Kegiatan yang sebelumnya hanya berfokuspada layanan kesehatan dinilai belum cukup menarik minat masyarakat untuk hadir secara rutin.

“Kami melihat kehadiran warga di Posyandu masih rendah, padahal pemantauan tumbuh kembangbalita itu penting. Makanya kami cari cara agar warga punya alasan kuat untuk datang,” ujar Darlan N, Lurah Kampung Pisang sekaligus inovator program ini.

Cara kerjanya sederhana. Warga memilah sampah, terutama botol plastik, lalu membawanya saat menghadiriPosyandu. Sampah tersebut ditukar dengan paket sayuran bergizi, sementara balita tetap mendapat layananpenimbangan, imunisasi, dan penyuluhan gizi.

Sampah yang terkumpul tidak berhenti di situ. UP2K PKK mengolahnya kembali menjadi kerajinan ataumenjualnya sehingga memiliki nilai ekonomi tambahan.

Konsepnya kami sebut 3G: Gizi, Gotong Royong, dan Green Environment. Warga dapat sayur bergizi, Posyandu makin ramai, dan sampah plastik tidak lagi menumpuk sia-sia,” jelas Darlan N.

Program ini sejalan dengan target nasional percepatan penurunan stunting, sekaligus mendukung sejumlahtujuan pembangunan berkelanjutan mulai dari gizi, kesehatan, hingga pengelolaan sampah berbasismasyarakat.

Sejak diterapkan, kehadiran sasaran Posyandu meningkat hingga sekitar 90 persen. Kunjungan kader untukkejar timbang pun berkurang karena warga datang sendiri secara sukarela. Di sisi lain, kesadaran wargadalam memilah sampah rumah tangga, khususnya botol plastik, juga makin tumbuh, sehingga sampah yang dulu dibuang begitu saja kini punya nilai tukar dan nilai ekonomi lewat pengolahan UP2K PKK.

“ATM Stunting membuktikan bahwa isu kesehatan dan lingkungan bisa diselesaikan bersamaan. Warga sehat, lingkungan bersih, sampah pun jadi berkah,” tutup Darlan N.

Share

Scroll to Top