Ruminews.id, PAREPARE — Sebagai bentuk aksi nyata dalam memitigasi dampak perubahan iklim global serta menekan volume limbah domestik di kawasan pesisir, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin Gelombang 116 menggelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) berbasis pemilahan sampah rumah tangga di Kelurahan Watang Soreang, Kecamatan Soreang, Kota Parepare. Sabtu (1/8/2026).
Program kerja individu yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN-T Unhas, Narendra, ini dihadiri langsung oleh Kepala Kelurahan Watang Soreang, para Ketua RW, Ketua RT, serta puluhan warga setempat yang antusias mengikuti setiap tahapan demonstrasi.
Dalam pemaparannya, Narendra menjelaskan keterkaitan langsung antara kebiasaan membuang sampah organik dan fenomena perubahan iklim yang kini dirasakan masyarakat. Sampah organik rumah tangga seperti sisa dapur dan makanan yang menumpuk serta membusuk secara terbuka di TPA akan menghasilkan gas metana (CH4). Gas ini merupakan salah satu emisi gas rumah kaca yang daya perusak atmosfernya jauh lebih kuat dibandingkan karbondioksida, sehingga memicu pemanasan global dan cuaca ekstrem yang kerap berdampak pada wilayah pesisir Watang Soreang.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran warga untuk memilah sampah dari rumah. Pengolahan (Pupuk Organik Cair) POC ini mampu mencegah pembusukan sampah organik yang memicu emisi gas rumah kaca, sekaligus memberikan nilai ekonomis berupa pupuk cair kaya nutrisi untuk tanaman warga” ujar Penanggung Jawab Kegiatan KKN-T Perubahan Iklim Gelombang 116 Unhas Kelurahan Watang Soreang, Andi Narendra Setiawan Wahid.
Melalui pelaksanaan program ini, mahasiswa KKN-T Unhas berharap Kelurahan Watang Soreang mampu bertransformasi menjadi kawasan pemukiman yang mandiri pengolahan sampah dan tangguh dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.



