Ruminews.id, Jakarta — Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menunjuk Said Salahudin sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Partai Buruh menyusul pengunduran diri Ferri Nuzarli bersama sekitar 1,3 juta anggota dan pengurus Organisasi Rakyat Indonesia (ORI).
Pengangkatan tersebut diumumkan Said Iqbal di Gedung Pusat Film Usmar Ismail, Jakarta Selatan, Senin (29/6). Ia menegaskan pergantian posisi Sekjen tidak akan mengganggu roda organisasi partai.
“Plt Sekjen adalah Bung Said Salahudin. Hanya bekerja sekitar satu hingga dua bulan. Setelah itu akan dibentuk Sekjen definitif. Semua kerja-kerja partai tidak ada yang terganggu,” ujar Said Iqbal.
Menurutnya, mundurnya Ferri Nuzarli bukan kali pertama terjadi dinamika terjadi dalam kepengurusan Partai Buruh. Ia menilai dinamika pergantian pengurus merupakan hal yang biasa dan tidak memengaruhi konsolidasi partai.
Said Iqbal juga membantah klaim bahwa keluarnya ORI sebagai salah satu organisasi pendiri Partai Buruh akan melemahkan kekuatan partai.
Ia menyebut hanya dua provinsi yang ketua Partai Buruhnya ikut mengundurkan diri dari ORI, yakni Riau dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Di Riau, kepengurusan baru disebut telah terbentuk hanya dalam waktu satu hari. Sementara itu, untuk DIY, Said Iqbal mengaku telah mengantongi sosok pengganti yang akan segera diumumkan kepada publik.
“Kami bahkan berterima kasih dengan mundurnya Ketua Exco Partai Buruh Jogja. Sekarang kami mendapat orang terbaik, punya kemampuan mengorganisir massa, berasal dari kalangan sangat terpandang di Jogja, dan dikenal luas di Yogyakarta maupun Jawa Tengah,” katanya.
Ia optimistis kepemimpinan baru tersebut akan memperkuat Partai Buruh di wilayah DIY.
Selain itu, Said Iqbal menjelaskan bahwa pengurus Partai Buruh di Papua Selatan dan Papua Tengah hanya mengundurkan diri dari ORI sebagai organisasi kemasyarakatan, bukan dari Partai Buruh.
“Bahkan di Papua Selatan dan Papua Tengah, mereka mundur dari ORI, tetapi tetap berada di Partai Buruh. Jadi tidak ada persoalan,” ujarnya.
Said Salahudin Dipilih karena Kuasai Administrasi Pemilu
Said Iqbal mengatakan Said Salahudin dipilih sebagai Plt Sekjen karena memiliki pengalaman dan pemahaman mengenai administrasi serta hukum kepemiluan.
Menurutnya, kemampuan tersebut dibutuhkan untuk menyelesaikan proses administrasi perubahan kepengurusan, termasuk pelaporan kepada Menteri Hukum setelah keluarnya ORI dari struktur organisasi Partai Buruh.
“Yang paham administrasi pemilu dan hukum pemilu adalah Said Salahudin. Karena itu kami tugaskan selama satu bulan untuk menyelesaikan seluruh administrasi,” paparnya.
Ia memastikan jabatan tersebut hanya bersifat sementara dan Partai Buruh akan menetapkan sekretaris jenderal definitif melalui mekanisme internal dalam waktu sekitar satu bulan.
Ferri Nuzarli Mundur Bersama 1,3 Juta Anggota ORI
Sebelumnya, Ferri Nuzarli mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Sekjen Partai Buruh bersama sekitar 1,3 juta anggota dan pengurus ORI.
Keputusan tersebut diambil setelah muncul perbedaan pandangan mengenai arah perjuangan partai.
Ferri menyebut ORI, yang merupakan salah satu dari 11 organisasi pendiri Partai Buruh, telah berupaya menyelesaikan persoalan internal secara kekeluargaan.
Namun, menurutnya, berbagai evaluasi dari daerah menunjukkan perbedaan yang semakin mendasar sehingga organisasi memutuskan keluar dari Partai Buruh.
Ia juga menginstruksikan seluruh kader ORI dan KSPSI Andi Gani yang menduduki jabatan struktural di Partai Buruh, mulai tingkat pusat hingga kecamatan, untuk segera menyampaikan surat pengunduran diri secara administratif.
Ferri mengklaim ORI bersama KSPSI merupakan kekuatan terbesar di Partai Buruh dan menilai pengunduran diri tersebut akan berdampak signifikan terhadap organisasi.
Sementara itu, Said Iqbal menegaskan Partai Buruh tetap solid dan telah menyiapkan langkah-langkah konsolidasi, termasuk pembentukan kepengurusan baru di sejumlah daerah serta penunjukan sekretaris jenderal definitif dalam waktu dekat.