Ruminews.id, Bekasi – Garda Metal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) secara resmi menetapkan susunan pimpinan nasional untuk periode 2026–2031 dalam Musyawarah Nasional (Munas) V yang digelar di Omah Buruh, Cikarang, Kabupaten Bekasi, pada Senin (13/4/2026).
Munas V ini merupakan bagian dari rangkaian pasca Kongres VII FSPMI dengan tema “Bagi Kami Lebih Penting Persatuan Dari Sekedar Jabatan.” Agenda utama kegiatan adalah memilih kepengurusan baru sekaligus memperkuat peran Garda Metal sebagai garda terdepan perjuangan buruh di bawah naungan FSPMI yang berafiliasi dengan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).
Seluruh jajaran pengurus Garda Metal, baik tingkat nasional maupun daerah dari berbagai wilayah Indonesia, hadir dalam forum tersebut. Turut hadir Presiden FSPMI Suparno, Sekretaris Jenderal FSPMI Sabilar Rosyad, Ketua Majelis Nasional Said Iqbal, serta Ketua Konsulat Cabang FSPMI Bekasi Sukamto yang diwakili Sarino, bersama pimpinan pusat serikat pekerja anggota (PP-SPA).
Dalam hasil Munas V, Supriyadi kembali terpilih sebagai Panglima Koordinator Nasional (Pangkornas) Garda Metal FSPMI untuk periode 2026–2031.
Penetapan tersebut tertuang dalam dokumen “Rancangan Berita Acara Sidang Pimpinan Nasional Terpilih” yang disahkan pada Senin (13/4/2026) di Bekasi.
Dalam dokumen tersebut dijelaskan bahwa sidang berlangsung berdasarkan keputusan Munas V GM FSPMI Nomor: Kep.10/MUNAS V/GM FSPMI/IV/2026 dengan menetapkan susunan Pimpinan Nasional Garda Metal FSPMI periode 2026–2031 sebagai berikut:
- Panglima: Supriyadi
- Sekretaris: Isnaeni Marzuki
- Bendahara: Sugeng Yulianto
- Ketua Divisi Aksi: M. Nurfahroji dan Sujiatin
- Wakil Ketua Divisi Aksi: M. Ferdian
- Ketua Divisi Pelatihan: Supriyatno
- Wakil Ketua Divisi Pelatihan: Dani Supardika dan Erik Santoso
- Ketua Divisi : Ananto Prasetya
- Wakil Ketua Divisi Organisasi: Suprapto dan Suyatno
- Ketua Divisi Informasi & Dokumentasi: Yayan Mulyana
- Wakil Ketua Divisi Informasi & Dokumentasi: Faisal Kurniawan dan Ujang Eman
Dalam sambutannya, Supriyadi atau yang juga biasa disapa Piyong menegaskan bahwa kekuatan utama organisasi tidak terletak pada jabatan, melainkan pada persatuan dan soliditas anggota.
“Kita masih menunggu teman-teman pimpinan pusat lainnya, termasuk Ketua Majelis Nasional yang sekaligus Presiden KSPI Said Iqbal dan perwakilan dari pimpinan pusat serikat pekerja anggota (PP-SPA). Ini menunjukkan bahwa Munas kali ini menjadi perhatian bersama dan momentum penting bagi kita semua,” ujar aktivis buruh senior tersebut.
Ia juga menyoroti kehadiran peserta dari berbagai daerah, mulai dari Bekasi, Bogor, Purwakarta, Subang, Karawang, Cirebon hingga Jawa Timur, bahkan dari luar Pulau Jawa seperti Sumatera dan Sulawesi.
“Teman-teman dari luar Jawa, dari berbagai wilayah, bahkan dari daerah yang jauh, ini menunjukkan bahwa semangat perjuangan kita tidak pernah padam. Ini adalah kekuatan besar bagi Garda Metal,” tegasnya.
Supriyadi menilai periode 2021–2026 sebagai fase penting bagi perkembangan Garda Metal. Dalam lima tahun terakhir, organisasi tidak hanya aktif dalam aksi-aksi buruh, tetapi juga memperkuat kapasitas anggota melalui pendidikan dasar dan lanjutan di berbagai daerah.
“Banyak hal yang sudah kita lalui. Aksi-aksi besar, konsolidasi daerah, hingga pendidikan kader. Ini semua menjadi fondasi kuat bagi Garda Metal ke depan,” katanya. ([KPonline][2])
Ia juga menyebutkan bahwa Garda Metal kini telah hadir di sekitar 16 provinsi di Indonesia dan menargetkan ekspansi ke wilayah yang belum terbentuk seperti Kalimantan dan Papua.
“Mudah-mudahan periode berikutnya kita bisa membentuk Garda Metal di daerah-daerah yang belum ada. Ini penting untuk memperluas jaringan perjuangan kita,” ujarnya. ([KPonline][2])
Selain itu, Supriyadi menegaskan bahwa salah satu capaian penting dalam periode sebelumnya adalah keterlibatan Garda Metal dalam momentum kebangkitan Partai Buruh.
“Hal penting dari perjalanan lima tahun ini adalah terbangunnya Partai Buruh. Ini bukan hal kecil, ini adalah tonggak sejarah perjuangan kelas pekerja,” tegasnya.
Munas V ini tidak hanya menjadi forum pemilihan kepemimpinan, tetapi juga momentum untuk menentukan arah perjuangan organisasi ke depan. Di tengah dinamika ketenagakerjaan yang terus berubah, Garda Metal diharapkan tetap menjadi kekuatan utama dalam mengawal perjuangan buruh secara terorganisir dan bermartabat.
Di akhir sambutannya, Supriyadi kembali menekankan pentingnya loyalitas dan kesatuan arah perjuangan.
“Kita tetap satu garis komando dengan organisasi, tetap tegak lurus dengan perjuangan buruh FSPMI. Mari kita jaga, kita rawat, dan kita besarkan rumah kita bersama,” pungkasnya.







