Konsolnus BEM Nusantara Pulau Sulawesi Tetapkan Divia Queen Hoke sebagai Koordinator dan Iksan Prawira sebagai Sekretaris

Ruminews.id – SULAWESI BARAT, 22 Oktober 2026 — Forum Konsolidasi Nusantara (Konsolnus) Pulau Sulawesi yang diselenggarakan oleh Aliansi BEM Nusantara Pulau Sulawesi di BPMP Provinsi Sulawesi Barat pada Kamis (22/10/2026) menetapkan Divia Queen Hoke dari Universitas Kristen Indonesia Tomohon sebagai Koordinator Nusantara Pulau Sulawesi dan Iksan Prawira sebagai Sekretaris Nusantara Pulau Sulawesi.

Penetapan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, membangun solidaritas antarelemen mahasiswa, serta menyatukan arah gerakan mahasiswa di wilayah Pulau Sulawesi.

Konsolnus BEM NUSANTARA Pulau Sulawesi diharapkan tidak berhenti sebagai forum konsolidasi dan penetapan kepemimpinan semata. Lebih dari itu, forum ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan gagasan, memperkuat komunikasi antarelemen mahasiswa, serta merumuskan langkah organisasi dalam merespons berbagai persoalan sosial, pendidikan, kesehatan, dan kebangsaan.

Sebagai Koordinator Nusantara Pulau Sulawesi terpilih, Divia Queen Hoke menekankan pentingnya menjaga solidaritas dan membangun kolaborasi lintas organisasi demi memperkuat arah gerakan mahasiswa.

Amanah ini bukan hanya tentang kepemimpinan, tetapi tentang bagaimana kita membangun persatuan, merawat solidaritas, dan memastikan bahwa setiap gagasan yang lahir dari konsolidasi dapat diwujudkan melalui kerja nyata. Saya berharap Bem Nusantara Pulau Sulawesi menjadi ruang bersama untuk menyatukan visi, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan gerakan mahasiswa yang responsif terhadap persoalan masyarakat,” ujar Divia Queen Hoke.

Terpilihnya Divia Queen Hoke sebagai Koordinator Nusantara Pulau Sulawesi dan Iksan Prawira sebagai Sekretaris Nusantara Pulau Sulawesi membawa tanggung jawab untuk membangun koordinasi yang terarah, memperkuat kerja kolektif, serta menjaga keberlanjutan konsolidasi mahasiswa di Pulau Sulawesi.

Kepemimpinan ini diharapkan mampu menjadikan perbedaan latar belakang organisasi, pandangan, dan gagasan sebagai kekuatan untuk membangun gerakan mahasiswa yang inklusif, kritis, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Dalam dinamika gerakan mahasiswa, konsolidasi memiliki arti penting untuk memastikan bahwa organisasi tidak hanya hadir secara struktural, tetapi juga mampu menjalankan fungsi intelektual, sosial, dan advokasi secara nyata. Karena itu, kepemimpinan Koordinator Bem Nusantara Pulau Sulawesi diharapkan dapat mendorong kolaborasi berkelanjutan serta memperkuat peran mahasiswa dalam mengawal berbagai persoalan publik.

Momentum Konsolnus ini sekaligus menjadi titik awal untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun gerakan mahasiswa yang lebih terorganisasi, responsif, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat serta bangsa.

Dengan terbentuknya kepemimpinan baru ini, Bem Nusantara Pulau Sulawesi diharapkan menjadi ruang konsolidasi yang produktif, tempat gagasan dipertemukan, solidaritas dirawat, dan kerja-kerja organisasi diarahkan pada tujuan bersama.

Konsolidasi bukan sekadar menyatukan barisan, melainkan mempertemukan gagasan, memperkuat solidaritas, dan menegaskan arah gerakan.

Share

Scroll to Top