Ruminews.id, Luwu — Senin, 12 Oktober 2026. Aliansi Karyawan Lokal Awakmas Project (AKAL AMP) menggelar aksi demonstrasi di tiga titik, yakni Polres Luwu, Kantor DPRD Luwu, dan Kantor Bupati Luwu.
Aksi tersebut dipicu oleh pemalangan dan blokade jalan selama beberapa hari di Dusun Rante Balla. Jalan tersebut merupakan akses masuk karyawan menuju area kerja mereka. Pemalangan dan blokade dilakukan oleh kelompok pemuda dan masyarakat yang mengklaim tanah tersebut sebagai tanah leluhur mereka yang berada di kawasan pertambangan PT Masmindo Dwi Area.
Kondisi tersebut menimbulkan keresahan antara kedua pihak. Aliansi karyawan lokal merasa dirugikan akibat pemalangan dan blokade jalan, mengingat ribuan karyawan lokal mengandalkan pekerjaan di Awakmas Project sebagai sumber penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka.
Massa aksi mendesak pemerintah dan pihak terkait agar segera memberikan solusi dan kejelasan mengenai nasib ribuan karyawan yang terancam dirumahkan akibat kerugian besar yang dialami perusahaan selama pemalangan dan blokade berlangsung.
Selain itu, pemalangan dan blokade jalan tersebut disebut disertai tindakan pengancaman terhadap karyawan PT Masmindo Dwi Area apabila mencoba melewati jalan tersebut.
“Pemalangan yang baru berlangsung sekarang saja sudah ada rencana kami dirumahkan, apalagi jika berlangsung berhari-hari tidak menutup kemungkinan kami semua akan dirumahkan,” ungkap Anggi Al jihad Al Gazali, selaku Jenderal Lapangan AKAL AMP.
Sejumlah karyawan dan pekerja di Awakmas Project berharap pemerintah dan pihak terkait segera memberikan kejelasan mengenai nasib mereka. Mereka menilai situasi ini berpotensi menimbulkan konflik sosial antara kedua pihak.



