HMI Gowa Raya Soroti Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi, Desak Aparat Bertindak Tegas

Ruminews.id, GOWA – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya melalui Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyoroti persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang belakangan terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Gowa.

Ketua Bidang ESDM HMI Cabang Gowa Raya, Syamsul Kifli, menilai ketersediaan BBM merupakan faktor penting dalam menunjang kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok petani dan nelayan yang sangat bergantung pada akses energi untuk menjalankan aktivitas ekonomi mereka.

Menurut Kifli, kelangkaan BBM yang terjadi diduga dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari lemahnya infrastruktur distribusi, kurang optimalnya pengawasan, hingga adanya dugaan penyimpangan dalam rantai distribusi seperti praktik penimbunan dan penyalahgunaan BBM subsidi oleh oknum tertentu.

“Kondisi ini sangat merugikan masyarakat kecil. Petani kesulitan mendapatkan BBM untuk mengoperasikan alat pertanian, sementara nelayan terhambat melaut akibat keterbatasan pasokan BBM,” ujarnya.

HMI Gowa Raya juga menyoroti dugaan aktivitas ilegal dalam distribusi BBM di salah satu SPBU yang berada di Kabupaten Gowa, yakni SPBU Bontomanai dengan kode 72.92102. Mereka meminta pihak terkait melakukan pengawasan yang lebih ketat guna memastikan distribusi BBM berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, HMI Gowa Raya mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polres Gowa, untuk melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan penimbunan maupun penyalahgunaan BBM subsidi.

“Kami meminta aparat penegak hukum tidak melakukan pembiaran terhadap dugaan praktik-praktik yang merugikan masyarakat. Jika ditemukan pelanggaran, maka harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Kifli.

Ia menambahkan, praktik penyalahgunaan BBM subsidi dapat dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Sebagai bentuk kontrol sosial, HMI Cabang Gowa Raya menyatakan akan terus mengawal persoalan distribusi BBM di wilayah tersebut. Organisasi mahasiswa itu juga mendorong reformulasi kebijakan subsidi yang lebih berpihak kepada kebutuhan riil masyarakat serta penerapan tata kelola energi yang adil dan transparan.

“Kami akan terus mengawasi distribusi BBM dan menyuarakan kepentingan masyarakat. Tujuannya adalah memastikan subsidi benar-benar dinikmati oleh mereka yang berhak dan mencegah adanya praktik mafia BBM yang merugikan rakyat,” pungkasnya.

HMI Gowa Raya berharap pemerintah, aparat penegak hukum, serta seluruh pihak terkait dapat bersinergi dalam menciptakan sistem distribusi BBM yang transparan, adil, dan tepat sasaran demi mendukung kesejahteraan masyarakat.

 

Share

PENCARIAN
BERITA LAINNYA
KATEGORI
Scroll to Top