Ruminews.id, Takalar – Semangat gotong royong ditunjukkan jajaran Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Takalar dengan membangun musala dan WC semi permanen di kawasan wisata Sunset Paria Lau’, Dusun Paria Lau’, Kelurahan Takalar, Kecamatan Mappakasunggu.
Pembangunan yang dimulai pada Kamis (23/7/2026) itu rampung hanya dalam waktu empat hingga lima hari berkat partisipasi seluruh pegawai, mulai dari Kepala Dinas hingga staf. Fasilitas tersebut menjadi sarana umum pertama yang tersedia di destinasi wisata yang berjarak sekitar 7,3 kilometer dari pusat Kota Takalar.
Musala berukuran 2 x 2 meter dibangun dengan konsep sederhana dan ramah lingkungan menggunakan anyaman bambu atau rinring gamacca, material khas Makassar yang mencerminkan kearifan lokal. Sementara itu, WC semi permanen dibangun dengan ukuran 1 x 1 meter untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengunjung.
Kepala Dinas PUPRPKP Takalar, Budiar Rosal Saleh, mengatakan pembangunan fasilitas tersebut berangkat dari kepedulian seluruh pegawai terhadap kenyamanan masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Sunset Paria Lau’.
“Kami ingin menghadirkan fasilitas yang sederhana, fungsional, dan menyatu dengan alam. Meski lahannya terbatas, kami tetap bisa membangun musala yang nyaman digunakan masyarakat maupun wisatawan,” ujarnya di ruang kerjanya, Rabu (29/7/2026).
Usai rampung, fasilitas tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ahmad Rihul kepada pemilik lahan, Kaharuddin Daeng Kulle, disertai bantuan perlengkapan ibadah berupa sajadah dan mukena.
Kaharuddin menyambut baik kehadiran fasilitas tersebut. Menurutnya, selama ini pengunjung harus keluar dari kawasan wisata untuk mencari tempat salat maupun toilet.
“Sekarang pengunjung bisa beribadah dan menggunakan toilet tanpa meninggalkan kawasan wisata. Ini tentu membuat mereka lebih nyaman sekaligus menambah daya tarik Sunset Paria Lau’,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh pengunjung untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan merawat fasilitas tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi contoh nyata bahwa kepedulian dan gotong royong mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Takalar.



