Dosen FSD UNM Ajak Remaja Bontoa Lawan Hoaks dan Ujaran Kebencian dengan Konten Digital Positif dan Kearifan Lokal

ruminews.id, Makassar – Sebanyak 31 remaja di Kelurahan Bontoa, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, mengikuti pelatihan pembuatan konten kreatif berbasis teknik kolase digital yang digelar tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar (FSD UNM) bekerja sama dengan UPTD SMPN 13 Bontoa (terkhusus pada Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Makassar). Pelatihan inti berlangsung selama pada Selasa, 19 Mei 2026.

Kegiatan bertajuk “Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif Bernuansa Lokalitas dengan Teknik Kolase di Media Sosial sebagai Sarana Kampanye Opini Positif pada Remaja di Kabupaten Maros” ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) skema PNBP FSD UNM 2026, yang diketuai oleh Dr. Sukarman B., M.Sn. (dosen bidang Seni Rupa dan Desain) bersama dua anggota tim, yaitu Sri Riski Wulandari, S.I.Kom., M.I.Kom. dan Dr. Sn. Baso Indra Wijaya Aziz, M.Sn. serta melibatkan dua orang mahasiswa dari Program Studi Desain Komunikasi Visual dan Program Studi Animasi. Jumlah peserta yang hadir melampaui target awal sebanyak 30 orang, menandakan antusiasme tinggi dari remaja setempat terhadap isu literasi digital dan kegiatan yang dilaksanakan.

Kepala UPTD SMPN 13 Bontoa, Hj. Nur Asiah, S.S., menyatakan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan para siswa yang merupakan remaja setempat sehingga tidak terjerat dalam konten-konten negatif atau hoaks. Ia mengapresiasi kolaborasi antara UNM dan pihak sekolah guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Guru Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Makassar UPTD SMPN 13 Bontoa, Safri, S.Pd. juga mengemukakan apresiasi untuk kegiatan ini karena memotivasi para siswa untuk mempertahankan dan melestarikan budaya lokal daerah.

Kegiatan diawali dengan tahap observasi, sosialisasi melalui kunjungan, dan diskusi bersama pihak sekolah, serta perwakilan remaja, guna menyamakan persepsi soal pentingnya literasi digital sekaligus menyusun jadwal pelaksanaan.

Tahap inti pelatihan kemudian dilaksanakan dalam bentuk workshop tatap muka yang membekali peserta dengan dua materi utama yaitu etika berkomunikasi di ruang siber serta teknik copywriting kampanye positif yang berakar pada nilai-nilai budaya Bugis-Makassar.

Selain itu, peserta juga dilatih membuat desain visual dengan teknik kolase hibrida, memadukan gaya kontemporer dengan unsur kearifan lokal Maros atau Sulawesi Selatan, menggunakan aplikasi Canva.

Dalam prosesnya, peserta juga difasilitasi mengakses modul e-book interaktif kolase digital sebagai panduan praktik, sebelum kemudian menghasilkan karya masing-masing lengkap dengan takarir kampanye positif. Hasilnya, tercatat 31 karya kolase digital berhasil diselesaikan, sesuai jumlah peserta dan melampaui target luaran 30 karya.

Sebagian karya telah mulai diunggah ke akun media sosial NXG Indonesia Chapter Makassar (Lembaga Literasi Media dan Gim Digital) yang turut berkolaborasi untuk memfasilitasi penyebaran konten secara bertahap, sementara sisanya masih dalam proses publikasi terjadwal.

Tim pelaksana menilai pendekatan berbasis praktik langsung menggunakan Canva efektif meningkatkan kemampuan dasar desain visual peserta, sekaligus mendorong peningkatan soft skill dan pemahaman literasi digital di kalangan remaja.

“Kompetensi ini merupakan hal penting sebagai bekal generasi muda dalam menyaring informasi serta menangkal penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di media sosial. Melalui pelatihan ini, peserta yang semula hanya menjadi konsumen pasif informasi di media sosial, diharapkan bertransformasi menjadi kreator konten yang mampu menyuarakan opini positif berlandaskan kearifan lokal”, ujar Sukarman (ketua tim PkM FSD UNM).

Ketua LP2M UNM, Prof. Oslan Jumadi, S.Si., M.Phil., Ph.D. mendukung pelaksanakan kegiatan ini secara optimal. Menurutnya, PkM adalah bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi kepada masyarakat, sekaligus penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memecahkan masalah di masyarakat.

Share

Scroll to Top